RADAR TULUNGAGUNG - Dua hari jelang penutupan SEA Games 2025, kontingen Indonesia kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu kekuatan utama olahraga Asia Tenggara dengan bercokol di peringkat kedua klasemen perolehan medali emas SEA Games 2025.
Berdasarkan klasemen sementara hingga Kamis sore (18/12), Indonesia mengoleksi 78 medali emas, 89 perak, dan 101 perunggu, dengan total 268 medali.
Capaian ini menempatkan Merah Putih tepat di bawah Thailand yang tampil sangat dominan sebagai tuan rumah.
Meski belum mampu menggoyang dominasi Thailand yang mengoleksi 195 medali emas, raihan Indonesia tetap mencerminkan performa kompetitif di hampir seluruh cabang olahraga yang dipertandingkan.
Jarak perolehan emas dengan Thailand memang cukup lebar, namun Indonesia berhasil menjaga konsistensi prestasi dan keunggulan atas rival-rival regional terdekatnya.
Persaingan terdekat Indonesia datang dari Vietnam, yang menguntit di peringkat ketiga dengan 70 emas, 72 perak, dan 99 perunggu.
Selisih delapan medali emas menjadi faktor kunci yang membuat Indonesia mampu mempertahankan posisi runner-up.
Selain itu, keunggulan jumlah perak dan perunggu juga menunjukkan bahwa atlet-atlet Indonesia kerap menembus partai final dan perebutan podium, meski tidak selalu berujung emas.
Dari sisi total medali, Indonesia mencatat angka 268 keping, lebih banyak dibanding Vietnam yang mengoleksi 241 medali.
Hal ini menandakan luasnya sebaran prestasi Indonesia di berbagai nomor, baik di cabang olahraga unggulan maupun non-unggulan.
Kontribusi perunggu yang mencapai 101 medali menjadi bukti bahwa regenerasi atlet berjalan dan banyak nomor yang berpotensi ditingkatkan menjadi emas pada edisi SEA Games berikutnya.
Di bawah Indonesia dan Vietnam, persaingan papan tengah diisi oleh Singapura, Malaysia, dan Filipina. Singapura berada di peringkat keempat dengan 48 emas, sedangkan Malaysia di posisi kelima dengan 45 emas.
Filipina menyusul di urutan keenam dengan 40 emas, namun mencatat total medali yang cukup tinggi, yakni 224, berkat dominasi perolehan perunggu.
Jarak perolehan emas yang cukup jauh ini mempertegas posisi Indonesia yang relatif aman di peringkat dua.
Capaian kontingen Indonesia pada SEA Games 2025 juga menunjukkan stabilitas prestasi dibanding negara-negara ASEAN lainnya di luar Thailand.
Indonesia tidak hanya unggul dari sisi jumlah emas, tetapi juga konsisten menempatkan atlet di podium hampir setiap hari pertandingan, menciptakan persaingan sehat dan menjaga tren positif selama perhelatan berlangsung.
Secara keseluruhan, hasil SEA Games 2025 menjadi cerminan kekuatan dan tantangan bagi Indonesia. Di satu sisi, posisi runner-up menegaskan status Indonesia sebagai kekuatan utama Asia Tenggara.
Namun di sisi lain, jarak perolehan emas dengan Thailand menjadi catatan evaluasi penting bagi pembinaan olahraga nasional ke depan, terutama dalam meningkatkan efektivitas konversi final menjadi medali emas pada ajang multievent berikutnya. ****
Editor : Dharaka R. Perdana