RADAR TULUNGAGUNG- Bali United vs Dewa United menyajikan laga sarat tensi dan peluang berbahaya sejak menit awal.
Kedua tim tampil terbuka dengan skema permainan menyerang, membuat duel berjalan menarik dan penuh drama, khususnya di lini depan Bali United dan sektor pertahanan Dewa United.
Sejak peluit awal dibunyikan, Bali United langsung mengambil inisiatif serangan dengan menempatkan Boris Kopitovic sebagai targetman utama.
Dukungan datang dari lini kedua yang diisi pemain-pemain kreatif seperti Messi Doro dan Altabala.
Baca Juga: Timnas Futsal Indonesia U-16 Raih Gelar Juara Usai Menang Dramatis Lawan Thailand
Pola permainan fluid diperagakan Serdadu Tridatu, namun penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah.
Peluang emas pertama dalam laga Bali United vs Dewa United datang dari Boris Kopitovic.
Penyerang asing Bali United itu mendapatkan dua kesempatan beruntun untuk mencetak gol.
Namun, kedua peluang tersebut gagal berbuah gol setelah eksekusinya belum menemui sasaran.
Shot on target pertama Bali United pun mampu dimentahkan dengan baik oleh kiper Dewa United, Sony Stevens.
Kopitovic Aktif, Bali United Dominan Tekanan
Dominasi Bali United semakin terlihat ketika Kopitovic kembali mendapatkan peluang setelah memanfaatkan kesalahan koordinasi lini belakang Dewa United.
Umpan silang ke kotak penalti sempat menciptakan kemelut akibat kesalahan Nick Cipers.
Namun, Sony Stevens tampil sigap melakukan penyelamatan krusial yang menjaga gawang Dewa United tetap aman.
Kesalahan demi kesalahan sempat terjadi di kedua kubu. Wilson dan beberapa pemain belakang Dewa United beberapa kali kehilangan konsentrasi, namun Bali United belum mampu memaksimalkan situasi tersebut.
Tekanan terus dilancarkan, tetapi solidnya barisan pertahanan lawan membuat skor tetap bertahan tanpa gol.
Umpan Visioner Kadek Arel Jadi Sorotan
Salah satu momen menarik dalam laga Bali United vs Dewa United datang dari kaki Kadek Arel.
Bek muda Bali United itu tidak hanya tampil disiplin dalam bertahan, tetapi juga menunjukkan visi bermain yang luar biasa.
Baca Juga: BWF World Tour 2026 Dimulai Januari, Ini Peta Persaingan Pebulu Tangkis Dunia
Sebuah umpan terobosan akurat dilepaskannya kepada Kadek Agung, membelah pertahanan Dewa United.
Pergerakan Kadek Agung membuka ruang serangan yang berbahaya. Kombinasi cepat antara lini belakang dan lini tengah Bali United menjadi bukti kematangan permainan tim asuhan Stefano Cugurra.
Dalam tayangan ulang, terlihat jelas bagaimana Kadek Arel membaca situasi dengan cermat sebelum mengirimkan bola.
Messi Doro kembali menjadi motor serangan. Gelandang kreatif ini beberapa kali menjadi pemecah kebuntuan dengan pergerakan tanpa bola dan penetrasi ke area pertahanan lawan.
Salah satu aksinya bahkan memaksa lini belakang Dewa United bekerja ekstra keras untuk menutup ruang tembak.
Baca Juga: BWF World Tour 2026 Dimulai Januari, Ini Peta Persaingan Pebulu Tangkis Dunia
Dewa United Bangkit Lewat Serangan Balik
Meski terus ditekan, Dewa United tidak tinggal diam. Tim asuhan Jan Olde Riekerink mulai menemukan ritme permainan di babak kedua.
Peluang terbaik Dewa United hadir melalui skema serangan balik cepat yang rapi.
Ricky Kambuaya menjadi kunci dalam proses transisi. Gelandang nasional itu mengirimkan umpan akurat kepada Taisei Marukawa yang melakukan penetrasi berbahaya ke dalam kotak penalti Bali United.
Sayangnya, peluang emas tersebut masih bisa digagalkan oleh lini pertahanan Bali United.
Tak lama berselang, Mustafic hampir membuka keunggulan Dewa United lewat tendangan keras dari luar kotak penalti.
Sepakan melengkungnya mengarah ke gawang dan memaksa Sony Stevens, yang justru menjadi sorotan sepanjang laga, untuk kembali berjibaku.
Namun kali ini, kiper Bali United tampil sigap dan mampu menepis bola dengan sempurna.
Sony Stevens Jadi Pembeda
Dalam laga Bali United vs Dewa United, nama Sony Stevens layak mendapat apresiasi lebih.
Baca Juga: Atlet Panahan Tulungagung Tampil All Out di Piala Gubernur III, Jaga Status Juara Bertahan
Meski timnya beberapa kali tertekan, ia tampil konsisten dengan refleks cepat dan positioning yang tepat.
Beberapa kali Stevens terlihat kecewa dengan rekan-rekannya yang gagal menutup ruang tembak lawan.
Secara keseluruhan, pertandingan berlangsung dengan intensitas tinggi, banyak peluang tercipta, namun efektivitas penyelesaian akhir menjadi faktor utama yang menentukan hasil.
Duel ini menegaskan kualitas kedua tim yang sama-sama kompetitif dan menjanjikan persaingan ketat di papan klasemen.***
Editor : Vidya Sajar Fitri