RADAR TULUNGAGUNG – Penyerang legendaris asal Uruguay, Edinson Cavani, resmi mengumumkan pensiun dari sepak bola profesional pada akhir Desember 2025.
Keputusan tersebut menandai berakhirnya karier panjang Edinson Cavani yang membentang hampir dua dekade, dengan catatan ratusan gol dan deretan gelar bergengsi bersama klub-klub besar dunia.
Edinson Cavani menyampaikan keputusan gantung sepatu melalui unggahan di media sosial pribadinya.
Dalam pernyataan tersebut, striker berjuluk El Matador itu mengucapkan terima kasih kepada keluarga, pelatih, rekan setim, serta para penggemar yang setia mendukungnya sejak awal karier hingga penghujung perjalanan profesionalnya.
“Terima kasih sepak bola atas semua pelajaran, kebahagiaan, dan tantangan. Saya bangga dengan perjalanan ini,” tulis Cavani, yang pensiun di usia 38 tahun.
Karier Panjang di Klub Elite Dunia
Karier profesional Cavani dimulai di Danubio (Uruguay) sebelum hijrah ke Eropa dan meniti jalan sebagai salah satu striker paling mematikan di generasinya.
Ia kemudian bersinar bersama Palermo dan mencapai puncak performa saat membela Napoli di Serie A Italia.
Nama Cavani semakin mendunia ketika bergabung dengan Paris Saint-Germain (PSG).
Bersama klub raksasa Prancis tersebut, Cavani menjelma menjadi ikon dan mesin gol utama. Ia bahkan tercatat sebagai salah satu pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah PSG.
Setelah petualangan sukses di Prancis, Cavani melanjutkan karier ke Manchester United, kemudian Valencia, sebelum menutup perjalanan profesionalnya bersama Boca Juniors di Argentina.
Statistik Mentereng Sepanjang Karier
Sepanjang karier klubnya, Edinson Cavani mencatatkan statistik yang mengesankan.
Ia tampil dalam sekitar 681 pertandingan di semua kompetisi, dengan torehan sekitar 383 gol. Khusus di kompetisi liga, Cavani mencatat lebih dari 500 penampilan.
Rincian penampilan dan gol liga Cavani di antaranya:
Danubio: 15 laga, 5 gol
Palermo: 109 laga, 34 gol
Napoli: 104 laga, 78 gol
PSG: 200 laga, 138 gol
Manchester United: 41 laga, 12 gol
Valencia: 25 laga, 5 gol
Boca Juniors: 58 laga, 16 gol
Catatan tersebut menegaskan reputasi Cavani sebagai striker dengan insting gol tinggi, etos kerja kuat, dan konsistensi luar biasa di level tertinggi.
Baca Juga: Timnas Futsal Indonesia U-16 Raih Gelar Juara Usai Menang Dramatis Lawan Thailand
Prestasi Bersama Tim Nasional Uruguay
Di level internasional, Cavani juga menjadi bagian penting dari generasi emas tim nasional Uruguay.
Ia mencatatkan 136 caps dengan torehan 58 gol, menjadikannya pencetak gol terbanyak kedua sepanjang sejarah Uruguay, hanya kalah dari Luis Suárez.
Puncak prestasi Cavani bersama La Celeste adalah saat membawa Uruguay menjuarai Copa América 2011, salah satu trofi paling prestisius di Amerika Selatan.
Cavani sendiri telah lebih dulu pensiun dari tim nasional pada Mei 2024, sebelum akhirnya menutup karier klub setahun kemudian.
Deretan Gelar Bergengsi
Selama berkarier, Cavani mengoleksi banyak gelar, terutama saat membela PSG. Di antaranya:
6 gelar Ligue 1 Prancis
Sejumlah Coupe de France dan Coupe de la Ligue
Coppa Italia 2011–2012 bersama Napoli
Copa América 2011 bersama Uruguay
Selain gelar tim, Cavani juga beberapa kali menyabet predikat top scorer liga dan dikenang sebagai salah satu striker paling produktif di era modern sepak bola.
Warisan Seorang El Matador
Pensiunnya Edinson Cavani menutup bab penting dalam sejarah sepak bola dunia.
Sosoknya dikenal bukan hanya karena ketajaman di depan gawang, tetapi juga profesionalisme, dedikasi, dan kerendahan hati di dalam maupun luar lapangan.
Dengan ratusan gol, puluhan gelar, dan pengaruh besar di setiap klub yang dibelanya, Cavani akan selalu dikenang sebagai salah satu penyerang terbaik yang pernah dimiliki Uruguay dan sepak bola dunia. ****
Editor : Dharaka R. Perdana