Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Megawati Hangestri Siap Kembali ke Red Sparks, Media Korea Sebut Sang Bintang Penyelamat di Tengah Krisis Musim 2025-2026

Dinar Ananda Putri • Selasa, 13 Januari 2026 | 16:50 WIB

 

 

 

Megawati Hangestri siap kembali ke Red Sparks. Media Korea menyebut sang bintang sebagai penyelamat di tengah krisis musim 2025-2026
Megawati Hangestri siap kembali ke Red Sparks. Media Korea menyebut sang bintang sebagai penyelamat di tengah krisis musim 2025-2026

RADAR TULUNGAGUNG – Kabar kembalinya Megawati Hangestri ke Red Sparks menjadi angin segar di tengah situasi sulit yang tengah dialami klub voli putri asal Korea Selatan tersebut pada musim 2025-2026. Setelah lama absen dan diselimuti berbagai spekulasi, bintang asal Indonesia itu dilaporkan sudah siap kembali bergabung dalam waktu dekat.

Media Korea Selatan, My Daily, menyoroti betapa krusialnya kehadiran Megawati Hangestri bagi Red Sparks. Bukan sekadar menambah personel, Mega disebut mampu menghidupkan kembali jiwa permainan tim yang perlahan menghilang sejak awal musim. Red Sparks kini tengah berjuang keras keluar dari dasar klasemen Liga Voli Korea (KOVO).

Dalam laporannya, My Daily menilai kekuatan Red Sparks musim ini jauh menurun dibanding musim lalu saat Megawati masih menjadi bagian penting skuad. Sejumlah pemain inti seperti Pyo Seung-ju, Vanja Bukilic, hingga Mega sendiri sudah tidak lagi bersama tim di awal musim. Situasi diperparah dengan absennya kapten Yeum Hye-seon akibat cedera.

Krisis Skuad dan Keputusan Sulit Pelatih Ko Hee-jin

Pelatih Ko Hee-jin mengakui musim 2025-2026 menjadi periode yang sangat menantang. Selain badai cedera, Red Sparks juga kehilangan pemain kuota Asia asal Thailand, Wipaw Sitthirong, yang akhirnya meninggalkan tim tanpa sempat tampil satu pertandingan pun karena cedera berkepanjangan.

Sebagai langkah darurat, Ko Hee-jin mencoba memberi kepercayaan lebih kepada pemain muda seperti Lee Seon-woo dan memaksimalkan potensi En So-yeol yang masih dalam proses adaptasi. Namun, kelemahan utama tim, terutama dalam penerimaan bola pertama, masih menjadi pekerjaan rumah besar.

“Kami harus mencari metode yang berbeda. Proses pembinaan pemain muda adalah investasi penting untuk paruh kedua musim ini dan musim selanjutnya,” ujar Ko Hee-jin dalam pernyataannya kepada media lokal.

Megawati Hangestri dan Bayang-Bayang Kejayaan Red Sparks

Di tengah keterpurukan tersebut, nama Megawati Hangestri kembali ramai diperbincangkan di media Korea Selatan. Publik seolah menoleh ke belakang, mengenang masa ketika Red Sparks tampil kompetitif dan disegani berkat kontribusi signifikan sang oposita asal Indonesia.

Bersama Bukilic dan Pyo Seung-ju, Megawati pernah menjadi bagian penting dari transformasi Red Sparks menjadi kekuatan besar di Liga Voli Korea. Pada musim 2023-2024, kehadirannya membawa Red Sparks kembali ke babak playoff setelah penantian tujuh musim. Prestasi itu berlanjut di musim 2024-2025 dengan pencapaian final playoff.

Secara individu, Megawati Hangestri juga tampil konsisten. Ia selalu masuk daftar 10 besar pencetak poin terbanyak liga selama dua musim beruntun. Catatan tersebut membuat manajemen Red Sparks tak ragu memberikan kontrak bernilai rekor dalam kategori pemain kuota Asia.

Kontrak Rekor dan Harapan Baru Musim Ini

Manajemen Red Sparks menyadari Megawati merupakan aset berharga. Kenaikan gaji signifikan yang diterimanya menjadi bukti penghargaan atas kontribusi besar sang pemain. Kembalinya Mega kini dipandang sebagai solusi atas krisis kepercayaan diri yang sempat melanda tim.

Pernyataan emosional dari kapten Yeum Hye-seon dan pelatih Ko Hee-jin yang mengaku sangat merindukan kehadiran Megawati semakin memperkuat sinyal bahwa perannya masih sangat dibutuhkan. Meski musim ini terbilang berat, Red Sparks berharap momentum kebangkitan bisa dimulai dari kembalinya sang bintang.

Musim 2025-2026 mungkin menjadi salah satu periode tergelap bagi Red Sparks. Namun, dengan Megawati Hangestri kembali ke Red Sparks, asa untuk bangkit dan memperbaiki posisi klasemen masih terbuka. Para penggemar kini menanti apakah sang Mega benar-benar mampu kembali menjadi pembeda, seperti yang pernah ia lakukan di masa lalu.

 

Editor : Dinar Ananda Putri
#Voli Korea Selatan #Megawati Hangestri #Red Sparks #Pevoli Indonesia di Korea #Liga Voli Korea