RADAR TULUNGAGUNG – Laga perdana Proliga 2026 langsung menghadirkan drama besar. Duel sengit antara Jakarta Pertamina Enduro melawan Jakarta Elektrik PLN di GOR. Terpadu Ahmad Yani, Pontianak, menjadi pembuktian mental juara. Dalam pertandingan lima set yang menegangkan, Megawati tampil sebagai pembeda dan membawa Pertamina Enduro menang dengan skor 3-2
Sejak awal laga, Jakarta Elektrik PLN menunjukkan bahwa mereka bukan lawan yang bisa diremehkan. Tim bertabur pemain berkualitas itu justru tampil mengejutkan dengan merebut dua set pertama. Situasi tersebut membuat Jakarta Pertamina Enduro berada di ujung tanduk, hanya berjarak satu set dari kekalahan di laga pembuka Proliga.
Namun di titik krusial itulah mental tim berbicara. Dipimpin oleh Megawati , Pertamina Enduro perlahan bangkit dan prinsip keadaan. Comeback drama ini langsung menjadi perbincangan hangat publik Proliga, menegaskan bahwa musim 2026 tidak akan berjalan biasa.
PLN Unggul Cepat, Enduro Tertekan
Pada set pertama dan kedua, Jakarta Elektrik PLN tampil dominan. Serangan agresif mereka kerap membuat pertahanan Enduro tegang. Kombinasi pemain asing dan lokal PLN bekerja efektif, membuat Pertamina Enduro kesulitan menemukan ritme permainan.
PLN pun unggul dua set dan hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk mengunci laga. Saat ini, tekanan jelas berada di kubu Enduro. Namun pengalaman dan kedalaman skuad mulai terlihat pada set ketiga.
Megawati Bangkitkan Mental Enduro
Memasuki set ketiga, Jakarta Pertamina Enduro tampil lebih tenang. Koordinasi antar pemain mulai membaik, sementara Megawati semakin sering menjadi tumpuan serangan. Hasilnya, Enduro merebut set ketiga dengan skor 25-22.
Momentum berlanjut di set keempat. Permainan Enduro semakin solid, sementara PLN mulai kehilangan konsistensi. Enduro menutup set keempat dengan kemenangan meyakinkan 25-17 dan memaksa pertandingan berlanjut ke set kelima.
Di set penentuan, mental juara benar-benar diuji. Megawati menunjukkan kelasnya sebagai bintang Proliga. Salah satu momen krusial terjadi ketika Mega sukses melakukan blok sempurna terhadap spike Celeste, pemain asing PLN. Blok tersebut membawa Enduro hanya berjarak satu poin dari kemenangan.
Tak lama berselang, Megawati kembali menjadi penentu. Spike kerasnya gagal diantisipasi barisan pertahanan PLN dan memastikan kemenangan Jakarta Pertamina Enduro dengan skor akhir 3-2.
Nur Laili Bersinar di Posisi Tak Biasa
Selain Megawati, sorotan juga menyoroti pada Nur Laili Kusuma . Pemain berusia 22 tahun tersebut biasanya bermain sebagai outside hitter. Namun secara mengejutkan, ia dipercaya tampil sebagai libero.
Keputusan ini terbukti tepat. Meski bermain di posisi yang tidak biasa, Nur Laili tampil luar biasa dalam bertahan. Berkali-kali ia berhasil menggagalkan serangan PLN dan menjaga stabilitas permainan Enduro. Penampilannya menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan comeback.
Megawati Tetap Rendah Hati
Meski menjadi pahlawan kemenangan, Megawati menegaskan penampilannya belum tampil maksimal. Ia menilai kinerja tersebut wajar mengingat ini adalah laga perdana dengan komposisi tim yang relatif baru.
"Kami belum menampilkan permainan terbaik. Tapi hari ini sudah cukup baik karena semua pemain menjalankan tanggung jawabnya. Ini pelajaran jadi penting ke depan," ujar Megawati usai pertandingan.
Ia juga menyoroti faktor adaptasi. Lapangan baru, kombinasi pemain baru, serta kehadiran pemain asing membuat proses penyesuaian masih berjalan. Namun dari laga ini, Megawati menilai komunikasi dan pemahaman antar pemain mulai terbentuk.
Tantangan Berikutnya Menanti
Usai kemenangan dramatis ini, Jakarta Pertamina Enduro dijadwalkan kembali bertanding pada 16 Januari. Lawan berikutnya adalah Jakarta Livin Mandiri. Laga tersebut akan digelar di Sumur Sport Center, Kota Medan
Pertandingan ini menjadi konsistensi bagi Megawati dan kawan-kawan. Apakah momentum positif bisa dipertahankan, atau justru Livin Mandiri mampu memberi kejutan, menjadi salah satu hal paling dinanti di lanjutan Proliga 2026.
Editor : Dinar Ananda Putri