Kolaborasi strategis antara dunia perbankan dan sepak bola nasional resmi terjalin. BRI Jemursari gandeng Persebaya Surabaya dalam kerja sama yang diyakini membawa dampak besar, tidak hanya bagi manajemen klub, tetapi juga bagi ribuan Bonek sebagai suporter setia.
Sinergi ini menjadi kabar segar dari Kota Pahlawan sekaligus penanda babak baru profesionalisme klub berjuluk Bajul Ijo.
Kerja sama BRI Jemursari gandeng Persebaya Surabaya tersebut diresmikan melalui penandatanganan nota kesepahaman yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Jawa Timur, Sabtu 10 Januari 2026.
Momen ini menjadi simbol dimulainya kolaborasi jangka panjang antara PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui BRI Branch Office Jemursari dengan salah satu klub terbesar di Indonesia.
Melalui kolaborasi ini, BRI BO Jemursari akan memfasilitasi pengelolaan sistem payroll bagi seluruh pemain dan staf manajemen Persebaya. Sistem penggajian terintegrasi tersebut diharapkan membuat proses administrasi klub lebih tertata, transparan, dan efisien.
Baca juga:Transaksi Bonek Makin Satset
Tak hanya sebatas payroll, kerja sama BRI Jemursari gandeng Persebaya Surabaya juga menyentuh sektor layanan transaksi. BRI akan mendukung sistem pembayaran tiket pertandingan serta pembelian merchandise resmi Persebaya. Dengan begitu, Bonek bisa melakukan transaksi secara digital dengan lebih cepat dan praktis.
Branch Manager BRI BO Jemursari, Oktares Abi Ibrahim, menegaskan bahwa Persebaya memiliki daya tarik luar biasa sebagai klub besar dengan basis suporter yang sangat masif dan loyal di berbagai daerah.
“Kami melihat Persebaya sebagai klub besar dengan basis suporter yang sangat kuat. Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat branding sekaligus membuka peluang bisnis baru,” ujarnya, Senin (12/1/2026).
Baca juga:Rumor Dimas Derajat Makin Kencang
Di tengah kabar kolaborasi tersebut, rumor transfer Persebaya turut memanas. Bajul Ijo dikabarkan serius memburu Dimas Derajat untuk memperkuat lini depan menghadapi musim kompetisi mendatang. Nama striker milik Persib Bandung itu dinilai cocok dengan kebutuhan Persebaya yang ingin tampil lebih tajam dan konsisten.
Jika transfer ini terwujud, Dimas Derajat disebut bakal menjadi duet maut bersama Bruno Moreira. Kombinasi keduanya diyakini bisa menjadi senjata utama Persebaya dalam perburuan gelar Liga 1.
Namun, proses transfer Dimas tidaklah sederhana. Saat ini, ia masih terikat kontrak panjang bersama Persib Bandung hingga 30 Juni 2027 dan sedang menjalani masa peminjaman di Malut United sampai Juni 2026. Artinya, jika Persebaya benar-benar serius, negosiasi wajib melibatkan Persib sebagai pemegang hak penuh pemain.
Baca juga:Minim Menit Bermain Jadi Celah
Selama membela Malut United di Super League 2025–2026, menit bermain Dimas Derajat terbilang minim. Dari lima penampilan, ia hanya mencatatkan total 76 menit bermain. Situasi tersebut memunculkan dugaan bahwa sang striker membutuhkan tantangan baru demi menjaga performanya.
Kondisi itu dinilai bisa menjadi celah bagi Persebaya untuk masuk dalam persaingan, meski tetap harus menghadapi negosiasi panjang dan kompleks.
Baca juga:David da Silva Bicara Naturalisasi
Selain isu Dimas Derajat, perhatian publik juga tertuju pada pengakuan David da Silva terkait rencana naturalisasi. Striker senior yang kini membela Malut United itu secara terbuka menyatakan keinginannya menjadi warga negara Indonesia.
Di usia 36 tahun, David masih menunjukkan performa kompetitif. Namun yang menarik, ia mengungkapkan kenyamanan hidup di Indonesia dan ikatan emosional yang kuat dengan Surabaya.
“Saya ingin menjadi bagian dari Indonesia. Indonesia adalah rumah saya,” ujarnya seperti dikutip Jawa Pos.
Pernyataan tersebut langsung memicu spekulasi soal potensi kembalinya David ke Persebaya. Surabaya dinilai memiliki tempat spesial dalam perjalanan karier sang striker, mengingat ia pernah mencapai puncak popularitas bersama Bajul Ijo.
Meski belum ada pernyataan resmi dari manajemen Persebaya, kombinasi rencana naturalisasi dan sinyal emosional terhadap Surabaya membuat peluang tersebut terasa semakin realistis.
Jika skenario ini terwujud, Persebaya berpotensi memiliki kekuatan besar, baik dari sisi finansial, manajerial, maupun teknis di lapangan.
Editor : Ayu Dhea Cheryl