Keputusan tegas mulai ditunjukkan Bernardo Tavares sejak awal menukangi Persebaya Surabaya. Baru memimpin satu pertandingan, pelatih asal Portugal itu sudah mengirim sinyal kuat bakal mencoret sejumlah pemain Persebaya demi merombak komposisi tim jelang putaran kedua BRI Super League.
Bernardo Tavares memulai debutnya bersama Persebaya saat menghadapi Malut United pada pekan ke-17, laga penutup putaran pertama. Dalam pertandingan tersebut, Persebaya sukses meraih kemenangan. Namun lebih dari sekadar hasil, laga itu menjadi gambaran awal arah kebijakan Tavares dalam membentuk skuad sesuai kebutuhannya.
Baca juga:Regulasi Pemain Asing Jadi Pemicu Perombakan
Salah satu faktor utama yang membuat Bernardo Tavares harus mencoret pemain Persebaya adalah regulasi pemain asing. Saat ini, Persebaya tercatat memiliki 13 pemain asing dalam skuad. Padahal, aturan BRI Super League hanya memperbolehkan setiap klub mendaftarkan maksimal 11 pemain asing.
Artinya, mau tidak mau, akan ada dua pemain asing yang harus tersingkir. Situasi ini semakin kompleks karena manajemen Persebaya juga berencana memasukkan tiga pemain asing baru untuk memperkuat tim di putaran kedua. Dengan demikian, persaingan di internal skuad pun semakin ketat.
Baca juga:Bek Eropa Minim Menit Bermain Terancam
Salah satu nama yang paling berpeluang dicoret oleh Bernardo Tavares adalah Dedi Medimov. Bek asing berlabel Eropa tersebut dinilai minim kontribusi dalam beberapa laga terakhir Persebaya.
Dalam sejumlah pertandingan, tim pelatih lebih memilih duet bek tengah lain yang dianggap lebih solid. Kehadiran dua bek asing anyar, Gustavo Fernandez dan Jefferson, makin mempersempit peluang Medimov untuk bertahan. Dengan stok bek asing yang melimpah, posisi Medimov dinilai tidak lagi krusial dalam skema permainan Tavares.
Baca juga:Persaingan Sengit di Lini Depan Persebaya
Selain sektor pertahanan, Bernardo Tavares juga diprediksi akan mencoret satu pemain asing di lini depan. Dua nama yang kini berada di bawah sorotan adalah Mihailo Provik dan Diego Mauricio.
Mihailo Provik sejatinya sudah mencetak tiga gol bersama Persebaya. Namun dalam beberapa pertandingan terakhir, striker tersebut justru tidak selalu menjadi pilihan utama. Keputusan pelatih sebelumnya yang mulai menggeser Provik ke bangku cadangan menjadi sinyal kuat bahwa posisinya belum sepenuhnya aman.
Sementara itu, Diego Mauricio memang belum mencetak gol bersama Persebaya. Meski demikian, grafik menit bermainnya justru meningkat dalam empat laga terakhir. Diego mulai mendapat kepercayaan lebih untuk tampil, meski belum mampu membayar dengan gol.
Baca juga:Filosofi Bernardo Tavares Mulai Terlihat
Langkah cepat Bernardo Tavares mencoret pemain Persebaya menunjukkan karakter kepelatihannya yang tegas dan berorientasi pada kebutuhan tim. Tavares dikenal sebagai pelatih yang tak ragu melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk mengorbankan nama besar jika dinilai tak sesuai dengan sistem permainan.
Putaran kedua BRI Super League menjadi fase krusial bagi Persebaya untuk memperbaiki performa. Dengan masuknya pemain asing baru dan potensi pencoretan sejumlah pemain lama, Tavares tampaknya ingin membangun tim yang lebih seimbang dan kompetitif.
Perombakan ini juga menjadi pesan jelas bagi seluruh pemain Persebaya. Tidak ada jaminan tempat utama, bahkan bagi pemain asing sekalipun. Konsistensi, adaptasi, dan kontribusi nyata di lapangan menjadi kunci utama untuk bertahan di era kepelatihan Bernardo Tavares.
Menarik untuk ditunggu, siapa saja yang benar-benar akan dicoret dan bagaimana wajah baru Persebaya di putaran kedua nanti. Yang pasti, keputusan Bernardo Tavares ini menandai awal perubahan besar di tubuh Bajol Ijo.
Editor : Ayu Dhea Cheryl