Sejak hari pertama dibuka, bursa transfer BRI Super League langsung diwarnai kedatangan banyak pemain asing dan lokal berkualitas. Mulai dari Persita Tangerang, Persebaya Surabaya, hingga Borneo FC, hampir semua klub besar tak mau tertinggal dalam perburuan pemain anyar.
Pergerakan agresif ini juga menandakan bahwa persaingan pada putaran kedua bursa transfer BRI Super League diprediksi berlangsung lebih panas dibandingkan paruh musim pertama. Kedalaman skuad menjadi kunci utama menghadapi jadwal padat dan tekanan kompetisi.
Baca Juga: KUR BRI 2026 Resmi Dibuka Awal Januari! Bunga Tetap 6%, Bisa Pinjam Hingga 7 Kali Tanpa Berjenjang
Persita dan Persebaya Paling Aktif
Persita Tangerang menjadi salah satu klub yang mencuri perhatian setelah resmi mendatangkan pemain asal Spanyol, Ramon Bueno. Mantan pemain Persija Jakarta tersebut kini memiliki nilai pasar sekitar Rp2,9 miliar. Kehadirannya diharapkan mampu menambah kreativitas serta pengalaman di lini tengah Pendekar Cisadane.
Sementara itu, Persebaya Surabaya tampil paling agresif di awal bursa transfer. Bajul Ijo meresmikan kedatangan bek tengah asal Brasil, Gustavo Fernandez, yang sebelumnya bermain di Liga 2 Portugal bersama Benafiel. Pemain bernilai pasar Rp4,9 miliar ini diharapkan menjadi palang pintu baru pertahanan Persebaya.
Tak berhenti di situ, Persebaya juga mengamankan jasa Jefferson, bek berusia 29 tahun dengan nilai pasar Rp4,9 miliar. Lini tengah pun diperkuat lewat kehadiran Bruno Paraiba, gelandang asal Brasil yang sebelumnya membela Cheonan City dengan nilai pasar sekitar Rp3,4 miliar.
Bhayangkara hingga Bali United Ikut Bergerak
Bhayangkara FC turut meramaikan bursa transfer BRI Super League dengan mendatangkan penyerang asal Pantai Gading, Henry Dumbia. Mantan pemain PDRM FC di Liga Malaysia ini memiliki nilai pasar Rp1,9 miliar dan diproyeksikan menambah daya gedor lini depan The Guardians.
Dari Pulau Dewata, Bali United resmi memperkenalkan gelandang serang muda asal Jepang, TP Yachida. Pemain yang sebelumnya membela RB Omiya tersebut memiliki nilai pasar Rp1,8 miliar dan dinilai sebagai investasi jangka panjang Serdadu Tridatu.
Madura United dan Semen Padang Perkuat Lini Depan
Madura United memilih langkah nostalgia dengan kembali mendatangkan Junior Brandao. Penyerang berusia 31 tahun itu sebelumnya bermain di Brasil bersama Guarani. Selain itu, Madura United juga merekrut Richelme Silva, penyerang asal Brasil dengan nilai pasar mencapai Rp6,9 miliar, untuk meningkatkan produktivitas gol.
Sementara itu, Semen Padang menjadi salah satu klub paling sibuk di putaran kedua. Kabau Sirah mendatangkan gelandang bertahan asal Prancis, Bob Bakar Diara, dengan nilai pasar Rp4,9 miliar. Lini serang juga diperkuat lewat kedatangan Kion Froy, gelandang serang asal Kanada bernilai Rp3,9 miliar.
Tak hanya itu, Semen Padang memperkuat pertahanan dengan merekrut bek kanan asal Kongo, Raffi Souka, yang memiliki nilai pasar Rp5,9 miliar. Posisi bek tengah juga diisi James Giraldo asal Kolombia dengan nilai pasar Rp3,9 miliar.
Persijap Jepara dan Borneo FC Tak Mau Ketinggalan
Persijap Jepara turut aktif dengan mendatangkan gelandang bertahan asal Prancis, Ali Endom, bernilai Rp3,4 miliar. Mereka juga merekrut bek tengah asal Spanyol, Tiri, serta gelandang serang Borja Herrera yang memiliki nilai pasar Rp5,4 miliar.
Borneo FC melengkapi pergerakan transfer dengan mendatangkan gelandang serang Marcos Astina dari Santelmo senilai Rp4,9 miliar. Selain itu, Ardi Idrus resmi bergabung dengan status pinjaman dari Bhayangkara FC setelah kontrak Fajar Faturrahman tidak diperpanjang.
Dengan banyaknya transfer yang terjadi, bursa transfer BRI Super League putaran kedua dipastikan akan sangat menentukan peta persaingan. Siapa yang paling diuntungkan dari pergerakan ini, akan terjawab saat kompetisi kembali bergulir.
Baca Juga: KUR BRI 2026 Belum Dibuka? Ini Bocoran Syarat Terbaru Tanpa Jaminan Rp100 Juta & Cara Daftarnya
Editor : Dinar Ananda Putri