SURABAYA - Rumor Persebaya Surabaya yang dikaitkan dengan nama Dimas Drajad kembali ramai diperbincangkan di kalangan suporter. Striker milik Persib Bandung yang saat ini tengah menjalani masa peminjaman di Malut United itu disebut-sebut masuk radar Bajul Ijo. Narasi yang beredar bahkan seolah menggambarkan transfer tersebut hanya tinggal menunggu waktu.
Namun jika ditelaah lebih dalam, rumor ini justru terlihat jauh dari kata masuk akal dan cenderung mengarah pada hoaks bursa transfer. Fakta pertama yang tak bisa dibantah, Dimas Drajad masih terikat kontrak jangka panjang bersama Persib Bandung hingga 30 Juni 2027. Selain itu, ia sedang menjalani masa peminjaman di Malut United yang baru akan berakhir pada Juni 2026.
Artinya, jika Persebaya Surabaya benar-benar ingin merekrut Dimas Drajad, ada setidaknya tiga lapisan rumit yang harus dilewati. Pertama, Persebaya harus bernegosiasi dengan Malut United sebagai klub peminjam. Kedua, Persib Bandung sebagai pemilik sah kontrak. Ketiga, nilai transfer yang hampir pasti tidak murah, mengingat status Dimas sebagai penyerang Timnas Indonesia.
Sumber Rumor Lemah dan Tanpa Konfirmasi
Yang membuat rumor ini semakin patut diragukan adalah sumber informasinya. Isu tersebut hanya berasal dari unggahan singkat sebuah akun Instagram sepak bola, tanpa disertai pernyataan resmi dari manajemen Persebaya Surabaya maupun Persib Bandung. Tidak ada sinyal negosiasi, tidak ada bocoran komunikasi antar klub, bahkan tidak ada indikasi ketertarikan serius.
Dalam praktik bursa transfer modern, rumor yang valid biasanya didahului dengan sinyal kuat, baik dari agen, pernyataan pelatih, maupun pergerakan manajemen. Dalam kasus ini, semua elemen tersebut nihil. Maka wajar jika rumor Persebaya Surabaya mengincar Dimas Drajad dinilai sebatas wacana liar yang dibesar-besarkan.
Dari Sisi Teknis, Apakah Masuk Akal?
Bahkan jika sekadar berandai-andai transfer ini benar-benar terjadi, langkah tersebut berpotensi menjadi keputusan gegabah. Dari sisi teknis, performa Dimas Drajad dalam periode terakhir tidak menunjukkan urgensi untuk direkrut Persebaya.
Baca Juga: KUR BRI 2026 Belum Dibuka? Ini Bocoran Syarat Terbaru Tanpa Jaminan Rp100 Juta & Cara Daftarnya
Jika dibandingkan dengan Malik Risaldi, striker yang saat ini memperkuat Persebaya, kontribusi Dimas justru kalah signifikan. Malik tampil lebih konsisten, lebih agresif dalam pergerakan, dan mendapatkan kepercayaan penuh dari pelatih. Sementara Dimas, baik saat di Persib Bandung maupun Malut United, kerap kesulitan mendapatkan menit bermain reguler.
Striker dengan jam terbang minim tentu bukan solusi instan bagi Persebaya Surabaya yang tengah membangun konsistensi. Terlebih, Bajul Ijo membutuhkan pemain siap pakai, bukan proyek pemulihan performa.
Risiko Strategi Manajemen
Jika rumor ini diwujudkan, Persebaya justru berisiko melakukan kesalahan strategi dalam memilih pemain lokal. Investasi besar untuk pemain yang belum tentu langsung berkontribusi akan membebani struktur tim, baik secara finansial maupun teknis.
Baca Juga: Kabar Gembira! Bansos PKH–BPNT Masih Cair Januari 2026, Bantuan Beras & Minyak Resmi Diperpanjang
Dalam konteks ini, kesimpulannya cukup jelas: rumor Persebaya Surabaya terkait Dimas Drajad tidak memiliki dasar kuat, baik dari sisi administratif, teknis, maupun logika transfer.
Fokus Bernardo Tavares di Masa Libur Kompetisi
Beranjak ke topik lain, masa libur setelah putaran pertama BRI Super League juga menjadi perhatian Bonek dan Bonita. Pertanyaan besar muncul: apa langkah Bernardo Tavares bersama skuad Persebaya Surabaya?
Ada dua opsi yang realistis. Opsi pertama adalah menggelar laga uji coba atau pertandingan persahabatan. Tujuannya menjaga sentuhan permainan, menguji chemistry pemain, serta menerapkan skema yang belum maksimal di putaran pertama.
Opsi kedua adalah memberikan waktu libur kepada pemain. Pemulihan fisik dan mental menjadi krusial setelah jadwal padat dan tekanan kompetisi tinggi. Melihat karakter Bernardo Tavares yang disiplin namun rasional, besar kemungkinan ia akan mengombinasikan keduanya.
Libur singkat untuk relaksasi, lalu kembali ke latihan bertahap tanpa memaksakan intensitas tinggi. Fokus utama Persebaya saat ini adalah adaptasi pemain baru, pemulihan pemain lama, dan menjaga kebugaran menjelang putaran kedua.
Yang pasti, masa libur ini bukan waktu untuk euforia. Ini adalah fondasi penting agar Persebaya Surabaya kembali dengan versi yang lebih siap, lebih solid, dan lebih lapar kemenangan.
Editor : Natasha Eka Safrina