SURABAYA - Geliat transfer Persebaya Surabaya jelang putaran kedua musim 2025–2026 semakin panas. Bajul Ijo dikabarkan tak main-main dalam memperkuat skuad. Sejumlah nama asing dan lokal dengan profil kuat, agresif, dan sesuai karakter “wani” khas Surabaya mulai masuk radar manajemen Green Force.
Fokus utama Persebaya terlihat jelas: membangun tim yang solid dari belakang hingga depan. Lini pertahanan menjadi sektor pertama yang disorot. Nama Leo Andrade, bek tangguh asal Brasil, disebut masuk dalam daftar bidikan utama. Dengan postur kokoh, ketenangan tinggi, serta kemampuan duel udara yang kuat, Leo dinilai sangat cocok dengan kebutuhan Persebaya.
Jika transfer ini terealisasi, pertahanan Persebaya Surabaya berpotensi menjadi salah satu yang paling sulit ditembus di BRI Super League. Kehadiran Leo Andrade diproyeksikan menambah kekuatan fisik sekaligus kepemimpinan di lini belakang, sesuatu yang sangat dibutuhkan di putaran kedua.
Talenta Eropa Mulai Berdatangan
Tak hanya dari Amerika Selatan, transfer Persebaya Surabaya juga mengarah ke Eropa. Nama Pedro Plagio, gelandang asal Portugal, dirumorkan akan merapat ke Kota Pahlawan. Pemain jebolan Liga Portugal ini dikenal sebagai jenderal lapangan tengah dengan visi bermain modern serta akurasi umpan yang presisi.
Pedro Plagio dinilai mampu meningkatkan kualitas sirkulasi bola Green Force. Dengan kemampuannya mengatur tempo permainan, aliran bola Persebaya diprediksi bakal lebih hidup dan efektif, terutama saat menghadapi tim-tim yang bermain bertahan.
Ananda Raehan, Gelandang Petarung Incaran
Persebaya belum berhenti berburu. Dari kompetisi domestik, nama Ananda Raehan milik PSM Makassar mencuat sebagai target serius. Gelandang muda berlabel Timnas Indonesia ini dikenal sebagai tipe pekerja keras yang tak kenal lelah dalam merebut bola.
Faktor kedekatan dengan pelatih Bernardo Tavares disebut menjadi daya tarik utama. Ananda Raehan sebelumnya berkembang pesat di bawah arahan pelatih asal Portugal tersebut. Jika kembali bereuni di Persebaya, duet Ananda dengan gelandang lain diyakini akan membuat lini tengah Green Force menjadi salah satu yang paling agresif di liga.
Bek Muda PSM Masuk Bidikan
Masih dari PSM Makassar, Dafa Salman juga dikabarkan masuk radar transfer Persebaya Surabaya. Bek muda berusia 22 tahun ini dikenal sebagai pemain bertahan modern dengan disiplin tinggi, pembacaan bola cerdas, serta ketenangan saat berada di bawah tekanan.
Bernardo Tavares diyakini sudah sangat memahami karakter Dafa Salman. Rumor semakin menguat setelah interaksi di media sosial antara suporter Persebaya dan sang pemain. Jika benar bergabung, Dafa berpotensi menjadi pasangan ideal bagi Slavko Damjanovic di jantung pertahanan.
Striker Brasil Jadi Target Utama
Di lini depan, Bajul Ijo juga bergerak agresif. Nama Joao Tavares, striker muda asal Brasil berusia 23 tahun, disebut masuk dalam radar utama. Joao dikenal memiliki penyelesaian akhir yang dingin, fisik kuat, serta gaya main ngeyel yang sesuai dengan filosofi Bernardo Tavares.
Namun, Persebaya tidak sendirian. Persijap Jepara dikabarkan juga tertarik mendapatkan tanda tangan sang striker. Persaingan ini membuat peluang transfer semakin menarik untuk diikuti. Jika berhasil didatangkan, Joao Tavares diprediksi bisa menjadi predator baru di Gelora Bung Tomo.
Playmaker Maroko Lengkapi Puzzle
Tak kalah mengejutkan, Hugo Bomes, playmaker kreatif asal Maroko, juga masuk dalam daftar belanja Persebaya untuk putaran kedua musim 2026. Hugo pernah menyabet predikat pemain terbaik di Liga India dan dikenal sebagai gelandang serang dengan visi tajam serta umpan-umpan mematikan.
Kehadirannya diyakini akan menjadi tandem ideal bagi Francisco Rivera di lini tengah. Kombinasi kreativitas dan agresivitas ini diprediksi mampu membuat serangan Persebaya semakin variatif dan sulit dibaca lawan.
Secara keseluruhan, arah transfer Persebaya Surabaya kali ini menunjukkan ambisi besar. Manajemen dan tim pelatih tampak ingin membangun skuad yang bukan hanya kuat secara teknis, tetapi juga memiliki mental petarung khas Surabaya. Meski masih berstatus rumor, satu hal jelas: Bajul Ijo sedang menyiapkan diri untuk tampil lebih ganas di putaran kedua.
Editor : Natasha Eka Safrina