JAKARTA - Arema FC kembali menjadi sorotan menjelang dibukanya bursa transfer putaran kedua Super League 2025–2026. Kali ini, fokus tertuju pada keputusan klub berjuluk Singo Edan tersebut dalam melakukan evaluasi pemain asing Arema FC, khususnya dua legiun asing di lini belakang, Yan Mote dan Odivan Koherit, yang dinilai belum memenuhi ekspektasi tim pelatih.
Isu Arema FC evaluasi pemain asing menguat setelah kedua pemain tersebut jarang mendapatkan menit bermain reguler di bawah asuhan pelatih Marcus Sentus Indikashi. Dalam beberapa pertandingan terakhir, pelatih justru memilih opsi alternatif dengan menarik gelandang bertahan seperti Julian Gavara atau Mate Blade untuk mengisi posisi bek tengah, meski kondisi lini pertahanan Arema FC sedang tidak ideal.
Keputusan tersebut secara tidak langsung memunculkan tanda tanya besar terkait kepercayaan tim pelatih terhadap kualitas Yan Mote dan Odivan. Padahal, keduanya didatangkan dengan status pemain asing yang diharapkan mampu menjadi tulang punggung pertahanan Arema FC musim ini.
Keraguan Pelatih dan Minimnya Kontribusi Teknis
Dalam sejumlah laga krusial putaran pertama, absennya Yan Mote dan Odivan dari susunan starter menjadi indikasi kuat bahwa keduanya belum mampu beradaptasi dengan skema permainan yang diinginkan Marcus Sentus Indikashi. Situasi ini mempertegas bahwa evaluasi pemain asing Arema FC bukan sekadar isu, melainkan langkah nyata untuk memperbaiki performa tim.
Eksperimen dengan memainkan pemain non-bek di sektor pertahanan memang memberi fleksibilitas, namun berisiko tinggi terhadap stabilitas lini belakang. Fakta ini semakin memperkuat urgensi perombakan skuad, terutama pada posisi yang krusial dalam menjaga keseimbangan tim.
Pernyataan Manajemen dan Pertimbangan Finansial
Menanggapi spekulasi yang berkembang, General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, mengonfirmasi bahwa evaluasi teknis terhadap pemain asing telah dilakukan secara menyeluruh. Namun, keputusan untuk melepas pemain asing tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa.
“Evaluasi sudah kami lakukan. Saat ini kami tinggal menunggu langkah selanjutnya sesuai dengan kebutuhan tim ke depan,” ujar Yusrinal.
Menurutnya, manajemen juga mempertimbangkan aspek finansial, terutama terkait kompensasi kontrak agar tidak memberatkan keuangan klub. Oleh karena itu, opsi peminjaman atau transfer permanen ke klub lain tengah dijajaki sebagai solusi terbaik bagi semua pihak.
Langkah tersebut diharapkan memberi ruang finansial yang lebih longgar bagi Arema FC untuk mendatangkan pemain asing baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan taktik di putaran kedua.
Baca Juga: 4 Tipe Kepribadian Manusia Menurut Hippocrates: Dari Koleris hingga Plegmatis, Kamu yang Mana?
Statistik Lini Belakang Jadi Alarm Bahaya
Data statistik hingga akhir putaran pertama menunjukkan bahwa lini pertahanan Arema FC masih menjadi titik lemah utama. Singo Edan tercatat telah kebobolan 23 gol, jumlah yang sama dengan total gol yang mereka cetak. Ketimpangan ini membuat Arema FC tertahan di papan tengah klasemen Super League 2025–2026.
Sebagai perbandingan, tim-tim seperti PSIM dan Persita mampu berada di peringkat lima besar dengan produktivitas gol serupa, namun memiliki pertahanan yang jauh lebih solid. Fakta ini menegaskan bahwa masalah utama Arema FC bukan pada lini depan, melainkan pada rapuhnya sektor belakang.
Masalah pertahanan sejatinya bukan hal baru bagi Arema FC. Sejak musim lalu, sektor ini kerap menjadi sorotan publik Malang karena sering menjadi penyebab hilangnya poin penting. Jika tidak segera dibenahi melalui evaluasi pemain asing Arema FC dan perombakan taktis, peluang Singo Edan untuk bersaing di jalur juara dipastikan semakin berat.
Baca Juga: 4 Tipe Kepribadian Manusia Menurut Hippocrates: Dari Koleris hingga Plegmatis, Kamu yang Mana?
Harapan Aremania Jelang Putaran Kedua
Kini, Aremania menantikan langkah konkret manajemen dalam menyikapi situasi ini. Perombakan komposisi pemain asing diharapkan mampu menghadirkan dampak instan bagi performa tim, terutama dalam meningkatkan soliditas pertahanan.
Keputusan melepas atau mempertahankan Yan Mote dan Odivan Koherit akan menjadi ujian penting bagi manajemen Arema FC. Apakah langkah ini akan menjadi solusi darurat yang tepat, atau justru menambah daftar pekerjaan rumah di akhir musim, semuanya akan terjawab di putaran kedua nanti.
Editor : Natasha Eka Safrina