Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Persib Bandung Pilih Kelme Jadi Apparel Baru, Ini Alasan Strategis di Balik Keputusan yang Bikin Bobotoh Terbelah

Auliya Nur'Aini Khafadzoh • Jumat, 16 Januari 2026 | 20:58 WIB
Persib Bandung pilih Kelme sebagai apparel baru. Ini alasan strategis di balik keputusan yang bikin Bobotoh pro dan kontra.(Pinterest)
Persib Bandung pilih Kelme sebagai apparel baru. Ini alasan strategis di balik keputusan yang bikin Bobotoh pro dan kontra.(Pinterest)


JAKARTA – Keputusan Persib Bandung pilih Kelme sebagai apparel resmi terbaru memicu reaksi beragam dari Bobotoh. Sebagian merasa kecewa karena berharap klub kebanggaan Jawa Barat itu menggandeng brand raksasa seperti Adidas atau Nike.

Namun di balik keputusan tersebut, terdapat pertimbangan strategis yang tak sesederhana soal nama besar.

Dalam dunia sepak bola modern, jersey bukan sekadar seragam pertandingan. Jersey adalah produk komersial bernilai tinggi, alat branding, sekaligus identitas klub.

Karena itu, pemilihan apparel tidak pernah dilakukan secara sembarangan. Banyak faktor yang dipertimbangkan, mulai dari kualitas bahan, desain, hingga nilai bisnis jangka panjang.

Menjelang musim baru, sejumlah klub BRI Super League sudah meluncurkan jersey mereka.

Persita Tangerang, Bhayangkara FC, Bali United, hingga Persija Jakarta telah lebih dulu merilis desain anyar.

Namun satu jersey yang paling ditunggu justru milik sang juara bertahan, Persib Bandung.

Rumor Besar Sebelum Kelme Dipilih

Sebelum resmi diumumkan, Persib Bandung sempat dikaitkan dengan berbagai brand kelas dunia. Nama Adidas, Nike, hingga Puma beredar luas di media sosial. Rumor tersebut secara tidak langsung menaikkan ekspektasi Bobotoh.

Ketika akhirnya diumumkan bahwa Persib Bandung pilih Kelme, kekecewaan pun tak terhindarkan. Banyak suporter mempertanyakan alasan Persib tidak langsung menggandeng brand global dengan eksposur internasional yang lebih kuat.

Namun, keputusan ini bukan tanpa dasar.
Mengenal Kelme Lebih Dekat
Kelme—dibaca Kel-mi, bukan Kel-me adalah brand olahraga internasional asal Spanyol yang berdiri sejak 1963. Artinya, Kelme telah berusia lebih dari enam dekade dan memiliki pengalaman panjang di industri olahraga global.

Kelme tidak hanya memproduksi jersey sepak bola, tetapi juga sepatu, jaket, training kit, hingga perlengkapan olahraga lain seperti basket dan balap sepeda. Brand ini dikenal cukup konsisten dalam pengembangan teknologi bahan dan kenyamanan jersey.

Dalam sejarah sepak bola, Kelme pernah menjadi apparel Timnas Spanyol pada 1992 dan Real Madrid pada periode 1994–1998. Namun seiring dominasi Adidas, Nike, dan Puma, pamor Kelme di Eropa memang menurun.

Baca Juga: Ekspansi Kelme ke Indonesia Bukan Kebetulan, Ledakan Penjualan Persib Jadi Pemicu Utama

Strategi Ekspansi dan Branding Exchange

Karena sulit bersaing langsung dengan brand raksasa di Eropa, Kelme memilih strategi ekspansi ke pasar non-tradisional seperti Afrika dan Asia, termasuk Indonesia. Di Tanah Air, Kelme sebelumnya pernah bekerja sama dengan PSM Makassar dan Persik Kediri.

Namun, Persib Bandung pilih Kelme membawa dampak yang jauh lebih besar. Dengan basis suporter yang masif, Persib menjadi aset strategis bagi Kelme untuk memperkuat eksistensi di Asia Tenggara.

Di sinilah terjadi apa yang disebut sebagai branding exchange. Kelme membutuhkan klub besar untuk meningkatkan exposure, sementara Persib membutuhkan apparel internasional yang memberi ruang lebih luas untuk pengembangan citra global.

Mengapa Bukan Adidas atau Nike?

Jawaban paling realistis adalah soal posisi dan kesiapan. Persib dinilai masih berada dalam fase transisi menuju klub dengan image internasional kuat.

Prestasi di level Asia belum cukup konsisten untuk mendapatkan nilai kerja sama ideal dari brand raksasa.

Jika memaksakan kerja sama dengan Adidas atau Nike, risiko yang muncul justru besar: profit sharing kecil, desain tidak eksklusif, serta kontrol klub yang minim terhadap identitas visual jersey.

Sebaliknya, bersama Kelme, Persib memiliki ruang lebih besar untuk mengatur desain, filosofi, hingga potensi keuntungan. Hal ini dinilai lebih “worth it” untuk kondisi Persib saat ini.

Potensi Proyek Unggulan di Asia Tenggara
Menariknya, di Asia Tenggara musim 2025–2026 hanya dua klub yang menggunakan Kelme: Persib Bandung dan Albirex Niigata (Singapura).

Dengan popularitas Persib yang jauh lebih besar, bukan tidak mungkin klub ini dijadikan proyek unggulan Kelme di kawasan Asia.

Jika strategi ini berhasil, peluang jersey Persib dipasarkan lebih luas ke luar negeri termasuk Eropa dan Spanyol terbuka lebar. Hal tersebut tentu menjadi nilai tambah besar bagi pembangunan citra Persib di mata internasional.

Batu Loncatan Menuju Brand Lebih Besar
Kolaborasi ini bukan akhir, melainkan proses. Jika kerja sama Persib dan Kelme berjalan sukses, bukan mustahil Persib menjadikannya batu loncatan menuju kerja sama dengan brand yang lebih besar di masa depan, dengan nilai dan posisi tawar yang lebih kuat.

Kini tinggal menunggu satu hal: desain resmi jersey Persib. Jika desainnya mampu memikat pasar, keputusan Persib Bandung pilih Kelme bisa berubah dari kontroversi menjadi langkah strategis yang visioner.

Baca Juga: Jersey Timnas Indonesia 2026 Diperebutkan 5 Brand Besar, Dari Adidas hingga Apparel Lokal, Siapa Paling Kuat?

Editor : Auliya Nur'Aini Khafadzoh
#Persib Bandung pilih Kelme #Jersey Persib terbaru #Kelme Indonesia #Apparel Persib Bandung