SURABAYA - Persebaya Surabaya resmi memasuki fase perombakan besar jelang putaran kedua Super League 2025–2026. Sinyal perubahan itu semakin nyata setelah kabar hengkangnya Dimedimov dan Diego Mauricio mencuat ke publik. Keputusan ini menjadi penanda kuat bahwa era Bernardo Tavares mulai melakukan bersih-bersih skuad, terutama terhadap pemain asing yang dinilai tak lagi sesuai dengan kebutuhan taktik tim.
Hengkangnya Dimedimov menjadi sorotan utama. Bek asal Makedonia Utara itu dikabarkan tak lagi masuk dalam rencana Bernardo Tavares untuk paruh kedua musim. Dengan kabar ini, Dimedimov praktis mengakhiri kiprahnya bersama Persebaya Surabaya lebih cepat, meski kontraknya sejatinya baru berakhir pada 31 Mei 2026. Kepergian Dimedimov juga menandai mulai rontoknya dominasi serdadu Balkan di tubuh Green Force.
Persebaya Surabaya Kurangi Serdadu Balkan
Dengan keluarnya Dimedimov, jumlah pemain Balkan di skuad Persebaya Surabaya kini tersisa empat nama. Mereka adalah Risto Mitrevski, Milos Rayovic, Dejan Tumbas, dan Mihailo Perovic. Namun, nasib keempat pemain tersebut kini turut menjadi tanda tanya besar di kalangan Bonek.
Pergerakan ini mengindikasikan Persebaya Surabaya bersiap melakukan penyegaran signifikan demi menjaga daya saing di Super League 2025–2026. Bursa transfer putaran kedua pun diprediksi bakal berlangsung panas, seiring kebutuhan klub membangun komposisi baru yang lebih seimbang dan sesuai dengan filosofi Bernardo Tavares.
Diego Mauricio Resmi Out dari Persebaya
Tak hanya Dimedimov, kabar mengejutkan lain datang dari lini depan. Diego Mauricio resmi hengkang dari skuad Green Force. Informasi ini langsung menyedot perhatian publik dan memicu reaksi emosional dari Bonek yang ramai-ramai mengucapkan terima kasih kepada striker asal Brasil tersebut.
Diego Mauricio sejatinya baru bergabung dengan Persebaya Surabaya pada 22 Agustus 2025. Kedatangannya kala itu diharapkan menjadi solusi lini serang berkat pengalaman dan reputasinya sebagai penyerang berbahaya. Namun realita di lapangan berkata lain.
Sepanjang putaran pertama Super League 2025–2026, Diego Mauricio hanya tampil dalam tujuh pertandingan dengan total 253 menit bermain. Minimnya kesempatan tampil menjadi indikasi kuat bahwa sang pemain tak masuk dalam skema utama Bernardo Tavares. Keputusan melepas Diego menegaskan adanya evaluasi serius jelang paruh kedua musim.
Joao Tavares Masuk Radar Pengganti
Seiring kepergian Diego Mauricio, Persebaya Surabaya mulai bergerak mencari pengganti. Nama Joao Tavares mencuat sebagai kandidat kuat. Penyerang muda yang kini membela Ipatinga FC itu dikabarkan masuk radar Persebaya Surabaya dan Persijap Jepara.
Rumor ini pertama kali dihembuskan oleh akun AT Transfer News Sort FT dan langsung memantik spekulasi luas. Joao Tavares dikenal sebagai penyerang depan tengah, namun juga mampu bermain sebagai penyerang kedua dan sayap kanan. Fleksibilitas tersebut menjadi nilai tambah besar bagi Bernardo Tavares yang menginginkan variasi taktik di lini serang.
Secara teknis, Joao Tavares memiliki kaki dominan kanan, nyaman bermain dengan bola, dan memiliki naluri mencetak gol yang terus berkembang. Status kontraknya di Ipatinga FC yang terbuka dengan opsi perpanjangan membuat peluang transfer tetap terbuka lebar.
Bernardo Tavares Tegaskan Dejan Tumbas Aman
Di tengah isu perombakan besar, Bernardo Tavares akhirnya memberikan kepastian terkait masa depan Dejan Tumbas. Pelatih asal Portugal itu menegaskan bahwa pemain asal Serbia tersebut tetap masuk dalam rencana tim.
“Dejan bisa bermain di banyak posisi. Kami akan melihat opsi terbaik untuk tim,” ujar Bernardo Tavares. Pernyataan ini sekaligus meredam spekulasi soal kemungkinan Dejan didepak akibat kuota pemain asing.
Musim ini, Dejan Tumbas telah mencatatkan 14 penampilan bersama Persebaya Surabaya dengan total 1.148 menit bermain. Fleksibilitasnya yang mampu bermain sebagai penyerang, gelandang bertahan, hingga bek kiri justru menjadi aset penting bagi tim.
Kepercayaan Bernardo Tavares menjadi faktor utama yang membuat Dejan Tumbas tetap bertahan. Selama sang pelatih masih melihat kontribusi signifikan, masa depan Dejan di Persebaya Surabaya dipastikan masih aman.
Editor : Natasha Eka Safrina