JAKARTA - Pelatih anyar Timnas Indonesia, John Herdman, akhirnya buka suara secara gamblang mengenai ambisi besar yang dibawanya ke Tanah Air. Dalam konferensi pers perdananya, Herdman menegaskan bahwa misinya jelas: membawa Timnas Indonesia menciptakan sejarah dengan lolos ke Piala Dunia, sebuah pencapaian yang belum pernah dirasakan sebelumnya.
John Herdman mengaku datang ke Indonesia bukan tanpa pertimbangan matang. Ia menyebut Indonesia sebagai salah satu peluang paling menarik di dunia sepak bola saat ini. Bukan soal peringkat FIFA atau nama besar semata, melainkan potensi luar biasa yang dimiliki negara dengan basis suporter mencapai lebih dari 280 juta jiwa.
“Saya datang ke sini karena ini adalah kesempatan yang sangat besar. Indonesia siap. Kita punya pemain, kita punya kemampuan, kita punya liga profesional. Sekarang waktunya mengambil langkah berikutnya,” ujar John Herdman.
Tekanan Suporter Dianggap Sebagai Privilege
Salah satu topik utama yang disorot dalam sesi tanya jawab adalah tekanan besar dari suporter Timnas Indonesia. Ekspektasi tinggi kerap menjadi beban bagi pelatih maupun pemain. Namun bagi John Herdman, tekanan justru menjadi sebuah kehormatan.
“Tekanan itu adalah privilege. Anda memimpin tim, membawa harapan satu bangsa. Itu bisa menjadi kutukan, tapi juga bisa menjadi hadiah. Kami akan mengubahnya menjadi energi positif,” tegas Herdman.
Ia mengaku sudah pernah mengalami momen serupa saat membawa Kanada lolos ke Piala Dunia setelah menunggu selama 36 tahun. Pengalaman tersebut menjadi modal berharga untuk menghadapi situasi di Indonesia.
Target Jangka Pendek: AFF dan Piala Asia
Sebelum berbicara jauh soal kualifikasi Piala Dunia 2030, John Herdman menyoroti dua turnamen penting yang akan dihadapi Timnas Indonesia, yakni Piala AFF 2026 dan Piala Asia 2027. Menurutnya, turnamen-turnamen ini krusial untuk membangun mental dan pengalaman pemain.
“Beberapa pemain, terutama diaspora dan naturalisasi, belum punya pengalaman turnamen yang sesungguhnya. Format turnamen membutuhkan disiplin dan manajemen emosi yang berbeda,” jelasnya.
Herdman optimistis Timnas Indonesia bisa tampil kompetitif di Piala Asia 2027. Ia menilai kualitas pemain saat ini sudah cukup untuk bersaing dan menciptakan sejarah baru di level Asia.
Strategi di Turnamen Non-FIFA Match Day
Untuk Piala AFF 2026 yang digelar di luar kalender FIFA, John Herdman menyadari tantangan besar dalam memanggil pemain-pemain utama yang bermain di luar negeri. Namun situasi ini justru ia lihat sebagai peluang.
“Ini kesempatan untuk melihat kedalaman skuad Indonesia. Pemain muda dan lokal akan mendapat panggung untuk menunjukkan kualitas mereka,” kata Herdman.
Ia mencontohkan pengalamannya di CONCACAF Gold Cup bersama Kanada, di mana banyak pemain utama tidak tersedia, namun justru muncul talenta-talenta baru dari pemain domestik.
Sinkronisasi Timnas Senior dan U-23
Selain melatih Timnas senior, John Herdman juga akan terlibat dalam pengembangan Timnas U-23. Menurutnya, kesinambungan filosofi dan kerangka taktik menjadi kunci utama.
“U-20 dan U-23 adalah jembatan menuju timnas senior. Harus ada kesamaan budaya, filosofi, dan pendekatan taktik agar pemain siap saat naik level,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa kesuksesan di level usia muda bukan sekadar trofi, tetapi kesiapan pemain untuk berkontribusi di timnas senior.
Keyakinan Penuh pada Masa Depan Indonesia
John Herdman menegaskan bahwa keputusannya memilih Indonesia bukan karena tawaran semata. Ia mengaku sempat diminati negara lain yang sudah lebih mapan, namun memilih Indonesia karena potensi jangka panjangnya.
“Ini bukan soal ranking. Ini tentang kesempatan. Indonesia punya peluang besar untuk melangkah ke tempat yang belum pernah dicapai,” katanya.
Dengan visi besar, pengalaman internasional, dan dukungan suporter fanatik, John Herdman percaya Timnas Indonesia berada di jalur yang tepat. Kini tantangannya adalah membuktikan bahwa mimpi besar itu bisa diwujudkan menjadi sejarah nyata.
Editor : Natasha Eka Safrina