Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Persebaya Surabaya Butuh Striker Lokal, Bernardo Tavares Putar Otak dan Buru Talenta Muda Jelang Super League 2025-2026

Natasha Eka Safrina • Senin, 19 Januari 2026 | 16:40 WIB

Persebaya Surabaya butuh striker lokal jelang Super League 2025-2026. Bernardo Tavares buru solusi dari bursa transfer dan akademi.
Persebaya Surabaya butuh striker lokal jelang Super League 2025-2026. Bernardo Tavares buru solusi dari bursa transfer dan akademi.

SURABAYA - Masalah klasik kembali menghantui Green Force jelang bergulirnya Super League 2025–2026. Persebaya Surabaya butuh striker lokal untuk menyeimbangkan komposisi skuad, terutama di lini depan yang hingga kini dinilai belum ideal. Kondisi ini memaksa pelatih Bernardo Tavares bergerak cepat di tengah keterbatasan bursa transfer domestik.

Situasi Persebaya saat ini cukup mengkhawatirkan. Tim kebanggaan Bonek itu memang memiliki tiga penyerang murni, namun semuanya berstatus pemain asing. Nama-nama tersebut adalah Perovic, Dejan Tumbas, dan Bruno Paraiba. Absennya striker lokal murni membuat opsi Bernardo di lini depan sangat terbatas, terutama ketika kompetisi memasuki fase padat.

Fakta bahwa Persebaya Surabaya butuh striker lokal semakin terasa karena tidak semua penyerang asing tersebut berposisi asli sebagai ujung tombak. Efektivitas penyelesaian akhir menjadi sorotan utama tim pelatih sepanjang putaran pertama.

Baca Juga: Bursa Transfer BRI Super League Putaran Kedua Memanas: Persija Resmikan Aledin Ajare, Persik Kediri Borong Hehanusa, Semen Padang Tak Main-main

Komposisi Lini Depan Belum Ideal

Dejan Tumbas sejatinya bukan striker tengah. Pemain asal Serbia itu merupakan winger yang sejak era kepelatihan Paul Munster dipaksa beradaptasi menjadi penyerang. Meski kerja kerasnya tak diragukan, naluri striker alami belum sepenuhnya terlihat dalam permainannya.

Sementara itu, Bruno Paraiba masih dalam tahap adaptasi. Penyerang asal Brasil tersebut baru bergabung pada Januari lalu dan belum sepenuhnya menyatu dengan skema permainan Persebaya. Fleksibilitas Bruno yang mampu bermain di beberapa posisi justru membuat perannya belum benar-benar spesifik sebagai target man.

Adapun Perovic juga belum menunjukkan konsistensi yang diharapkan. Produktivitas golnya di putaran pertama belum sebanding dengan ekspektasi tim pelatih. Kombinasi faktor inilah yang membuat Bernardo Tavares menilai lini depan Persebaya belum siap bersaing secara optimal.

Baca Juga: Jadwal Jakarta Pertamina Enduro vs Gresik Petrokimia Proliga 2026 Dimajukan, Head to Head & Klasemen Terbaru Jadi Sorotan

Kendala Bursa Transfer Lokal

Bernardo Tavares tak menutup mata terhadap kondisi ini. Ia mengakui bahwa mencari striker lokal bukan perkara mudah di kompetisi Indonesia. Banyak pemain incaran yang masih terikat kontrak dengan klub lain.

“Beberapa pemain lokal yang kami minati masih terikat kontrak, jadi kami tidak bisa merekrut mereka. Sulit untuk merekrut pemain lokal,” ujar Bernardo.

Ia juga menyinggung persoalan sistem kontrak di liga domestik. Menurutnya, banyak pemain lokal masih bermain dengan kontrak setengah musim, sementara klub cenderung enggan melepas pemainnya ke klub lain dengan skema kontrak penuh.

“Biasanya pemain lokal bermain dengan half contract, dan saya tidak melihat banyak klub mau merekrut pemain dengan kontrak penuh,” lanjut pelatih asal Portugal tersebut.\

Baca Juga: Bursa Transfer Persib Bandung Memanas: Marten Pa Murka Buka Suara, Cyrus Margono Masuk Radar, Sergio Ramos Terkejut Diserbu Bobotoh

Meski demikian, Bernardo memilih bersikap realistis. Ia menegaskan bahwa Persebaya tetap membuka peluang mendatangkan pemain lokal jika memungkinkan. “Mari kita lihat apa yang akan terjadi. Tentu saja kami juga tertarik pada pemain lokal,” katanya.

Fokus ke Talenta Internal dan Regenerasi

Nama Joao Tavares sempat dikaitkan sebagai opsi tambahan di lini depan. Namun statusnya sebagai pemain asing membuat manajemen harus berhitung ulang terkait kuota pemain non-lokal. Karena itu, opsi striker lokal dinilai paling rasional, baik dari sisi regulasi maupun keseimbangan tim.

Informasi terbaru menyebutkan Persebaya Surabaya butuh striker lokal bukan hanya dari luar klub, tetapi juga dari potensi internal. Bernardo menilai sumber daya yang dimiliki Persebaya belum sepenuhnya dimaksimalkan.

“Kita harus mengetahui rumah yang kita miliki. Akademi, pemain muda, tim utama kita,” tegas Bernardo.

Baca Juga: Jadwal Dimajukan! Duel Panas Proliga 2026 Jakarta Pertamina Enduro vs Gresik Petrokimia, Megawati Starter Penentu Puncak Klasemen

Ia mengaku telah melakukan analisis mendalam terhadap banyak pertandingan, baik yang dimainkan Persebaya maupun klub lain. “Saya sudah menganalisis banyak pertandingan. Saya melihat pemain-pemain yang berada di sini dan juga yang bermain di klub lain, di posisi lain,” ungkapnya.

Pendekatan ini dilakukan untuk mencari solusi paling realistis. Bagi Bernardo, regenerasi adalah fondasi penting dalam membangun klub jangka panjang. “Regenerasi adalah emas dari klub yang datang dari akademi. Begitulah cara kita membangun budaya,” ujarnya.

Berpacu dengan Waktu

Kini, Persebaya berpacu dengan waktu. Kebutuhan striker lokal bukan sekadar solusi instan untuk Super League 2025–2026, tetapi juga investasi masa depan Green Force. Keputusan yang diambil Bernardo Tavares dalam waktu dekat akan sangat menentukan arah performa Persebaya di sisa musim.

Baca Juga: Mega Tidak Dimaksimalkan? Kekalahan Jakarta Pertamina Enduro dari Gresik Petrokimia Picu Isu Internal Proliga 2026

Satu hal sudah pasti, Persebaya tidak bisa lagi menunda. Jika ingin tetap kompetitif, pencarian striker lokal harus segera menemukan titik terang.

Editor : Natasha Eka Safrina
#Bernardo Tavares #persebaya surabaya #transfer Persebaya