JAKARTA - Isu Federico Barba tinggalkan Persib makin menguat di tengah dibukanya bursa transfer Januari BRI Liga 1 2025/2026. Dari diskusi para analis dan performa terkini tim, terlihat bahwa stabilitas lini belakang Persib sangat bergantung pada keberadaan bek asal Italia tersebut. Jika benar hengkang, Persib wajib mencari pengganti yang setara—atau bahkan lebih baik—demi menjaga target domestik dan misi di AFC Champions League Two (ACL 2).
Federico Barba Kian Dekat Pulang ke Italia
Sejumlah laporan media Italia menyebut Barba diminati klub Serie B seperti Pescara dan beberapa tim lain. Dari sisi nonteknis, indikasi kuat menunjukkan ia kurang betah di Indonesia dan merindukan keluarga, terlebih setelah sempat sakit dan kembali ke Italia beberapa waktu lalu. Dari sisi teknis, absennya Barba langsung terasa: pertahanan Persib lebih mudah ditembus, termasuk saat tampil di ACL 2 melawan Selangor FC dan Lion City Sailors. Dalam laga terakhir melawan Persija, Barba hanya tampil singkat dan terlihat kurang agresif—sinyal psikologis pemain yang sudah ingin pergi.
Kedalaman Skuad Ada, Kualitas Belum Merata
Persib memang memiliki banyak opsi bek seperti Julio Cesar, Patricio Matricardi, Dewangga, dan Hamra. Namun, kedalaman ini tidak otomatis berarti kualitas setara. Matricardi–Julio Cesar dinilai masih rentan tanpa Barba yang berani melakukan pressing tinggi. Ketika Barba absen, pertahanan lebih pasif dan mudah dipecah lawan. Situasi ini menunjukkan Persib membutuhkan bek tengah baru yang siap menjadi starter, bukan sekadar pelapis.
Bojan Hodak Butuh Tambahan di Tiga Lini
Selain bek, kebutuhan Persib juga terasa di lini tengah dan depan. Ketika Marc Klok atau gelandang kunci lain absen, kreativitas menurun dan transisi permainan kurang stabil. Di lini serang, produktivitas masih belum konsisten sehingga manajemen diprediksi tetap membidik striker asing yang cepat beradaptasi dengan karakter Liga 1.
Bursa Transfer Januari Jadi Momen Krusial
Dengan kemungkinan Barba dijual (kontrak diperkirakan 1 tahun + opsi 1 tahun), Persib berpeluang membuka slot asing baru. Nama-nama bek yang sempat dirumorkan—seperti pemain Eropa atau eks Liga India—belum dikonfirmasi klub. Pola Persib selama ini menunjukkan manajemen sering merahasiakan target sampai deal hampir final.
Tantangan Jadwal dan Misi Asia
Pada Februari, Persib dijadwalkan menghadapi Ratchaburi FC (kandang–tandang) di ACL 2, sementara di sela itu masih harus melawan Borneo FC dan Malut United di Liga 1—dua rival perebutan gelar. Karena jarak pertandingan sangat mepet (2–3 hari), revisi jadwal oleh operator liga sangat mungkin dilakukan agar Persib bisa tampil optimal di Asia, yang juga berdampak positif bagi peringkat sepak bola Indonesia.
Editor : Dara Shauqy Hadiwijaya