JAKARTA - Nasib Betinho di Arema FC tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan Aremania. Gelandang asal Brasil itu dinilai masih memiliki kualitas pembacaan permainan yang baik, namun ritme sepak bola modern yang semakin cepat membuat sebagian suporter menilai lini tengah Arema membutuhkan sosok yang lebih agresif dan dinamis. Dari situ muncul dua nama yang ramai dibahas sebagai opsi pengganti, yakni Nathan Tjoe-A-On dan Pablo Sabbag.
Betinho Arema sejatinya tetap berperan penting dalam keseimbangan tim. Namun dalam beberapa laga BRI Liga 1, Arema kerap terlihat macet di fase akhir serangan dan kurang dominan di lini tengah, memicu spekulasi soal kemungkinan perubahan komposisi pemain.
Opsi Pertama: Nathan Tjoe-A-On, Lokal Rasa Eropa
Nama Nathan Tjoe-A-On menjadi opsi yang paling menggoda, bukan hanya dari sisi taktik tetapi juga daya tarik pasar. Pemain Timnas Indonesia ini dikenal multifungsi, bisa bermain sebagai bek kiri maupun gelandang bertahan.
Di level timnas, Nathan menunjukkan permainan yang sangat fluid, tenang dalam menguasai bola, serta memiliki stamina tinggi. Karakter ini dinilai cocok untuk memperkuat lini tengah Arema FC, terutama jika manajemen ingin menjaga kontrol permainan sekaligus meningkatkan transisi dari bertahan ke menyerang.
Tantangan terbesar adalah apakah klub Nathan saat ini bersedia melepasnya dan apakah Arema siap mengeluarkan biaya besar untuk pemain lokal dengan standar Eropa. Meski demikian, dari sudut pandang taktik dan branding klub, kehadirannya bisa menjadi investasi strategis.
Opsi Kedua: Pablo Sabbag, Mesin Gol untuk Arema
Berbeda dengan Nathan, Pablo Sabbag adalah striker murni dengan insting mencetak gol yang tajam dan fisik yang kuat. Jika Arema memilih mendatangkan Sabbag, hal ini berpotensi mengubah skema permainan tim secara signifikan.
Bermain berdampingan dengan Dalberto, Sabbag bisa membentuk duet penyerang yang menakutkan di Liga 1. Namun konsekuensinya, lini tengah Arema berisiko lebih terbuka sehingga membutuhkan gelandang bertahan lokal yang sangat disiplin untuk menutup ruang yang ditinggalkan Betinho.
Opsi ini cocok jika Arema ingin bermain lebih agresif dan mengandalkan penyelesaian akhir yang klinis di kotak penalti.
Dilema Manajemen Arema FC
Secara garis besar, pilihan ada di tangan manajemen dan tim pelatih Arema FC. Jika targetnya adalah keseimbangan permainan dan kontrol tempo, Nathan Tjoe-A-On menjadi pilihan ideal. Namun jika Arema ingin tampil lebih tajam dan berorientasi gol, Pablo Sabbag bisa menjadi jawabannya.
Di sisi lain, Betinho sebenarnya masih bisa dipertahankan jika strategi tim disesuaikan dengan karakter permainannya. Semua bergantung pada visi pelatih dan kebutuhan tim di sisa musim Liga 1.
Editor : Dara Shauqy Hadiwijaya