JAKARTA - Arema FC tengah berada di titik emosional yang sangat kuat. Di satu sisi, Aremania berduka kehilangan sosok legendaris Abah Kuncoro, asisten pelatih sekaligus figur penting dalam pembinaan pemain muda Singo Edan. Di sisi lain, manajemen Arema mulai melakukan perombakan besar di bursa transfer paruh musim BRI Liga 1 2025-2026 dengan harapan mengembalikan ketajaman tim.
Kabar meninggalnya Abah Kuncoro pada Minggu, 18 Januari 2026, setelah ambruk usai laga persahabatan di Stadion Kanjuruhan, menjadi pukulan berat bagi keluarga besar Arema. Meski sempat dilarikan ke RSSA Malang, takdir berkata lain. Sosoknya dikenang sebagai pelatih yang dekat dengan pemain muda dan berdedikasi tinggi bagi Arema FC.
Evaluasi Marcos Santos: Arema Masih Tumpul di Depan
Pelatih Marcos Santos akhirnya membuka suara soal evaluasi putaran pertama Liga 1. Menurutnya, pola permainan Arema sebenarnya sudah cukup baik dan mampu menciptakan banyak peluang. Namun masalah utama terletak pada penyelesaian akhir yang belum efektif.
Berdasarkan evaluasi ini, manajemen Arema FC memutuskan melakukan perombakan di lini tengah dan lini depan. General Manager Arema menegaskan bahwa perubahan diperlukan agar setiap peluang bisa dikonversi menjadi gol dan membawa Arema kembali bersaing di papan atas klasemen.
Tiga Pemain Asing Resmi Dilepas Arema
Dalam langkah awal perombakan, Arema FC resmi melepas tiga pemain asingnya yaitu Yan Mota, Yan Poleo, dan Luis Gustavo. Keputusan ini diambil untuk membuka ruang bagi pemain baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan taktik tim.
Langkah tersebut menandakan Arema tidak ragu melakukan perubahan demi meningkatkan performa di sisa kompetisi Liga 1 dan memperbaiki posisi di klasemen.
Duo Gustavo Jadi Harapan Baru Singo Edan
Nama Gustavo Almeida kembali mencuat sebagai kandidat kuat untuk kembali memperkuat Arema FC. Setelah masa peminjamannya di Persija Jakarta berakhir dan Macan Kemayoran mendatangkan striker baru, Gustavo disebut terbuka untuk kembali ke Malang karena kecintaannya kepada Aremania.
Selain Almeida, Arema juga dikabarkan akan segera mendatangkan Gustavo Franca dengan status pinjaman dari Persica. Pemain yang bisa bermain sebagai AMF ini memiliki nilai pasar sekitar Rp4,78 miliar dan diharapkan mampu menjadi kreator serangan bagi lini depan Arema.
Jika kedua pemain ini benar-benar bergabung, Arema berpotensi memiliki kombinasi lini serang yang lebih tajam dan variatif untuk menghadapi sisa musim BRI Liga 1.
Editor : Dara Shauqy Hadiwijaya