AC Milan kembali menjadi sorotan setelah rangkaian isu teknis, performa pemain, hingga rumor transfer mencuat usai hasil imbang 1-1 melawan Fiorentina pada pekan ke-19 Serie A 2025/2026.
Laga yang berlangsung di Stadion Artemio Franchi, Minggu (11/1/2026) malam WIB itu membuka kembali diskusi soal efektivitas skema 3-5-2 racikan Massimiliano Allegri.
Sejak awal masa jabatannya, Allegri memang cepat menetapkan formasi 3-5-2 sebagai kerangka utama permainan AC Milan. Skema ini awalnya bukan pilihan pertama, namun serangkaian hasil positif membuatnya dipertahankan.
Dalam beberapa pekan terakhir, konsistensi hasil Rossoneri mulai menurun meski struktur permainan dinilai masih cukup rapi.
Jurnalis Italia, Pietro Mazara, mempertanyakan apakah formasi tiga bek justru mulai membatasi AC Milan, terutama saat menghadapi lawan dengan blok rendah.
Menurutnya, Milan berpotensi mendapat keuntungan jika berani meninggalkan skema 3-5-2 dalam situasi tertentu.
Mazara menyoroti laga di Florence sebagai contoh nyata. Ketika Milan sempat menggunakan lini belakang empat pemain, alur serangan terlihat lebih cair dan progresif.
Peran Niclas Füllkrug sebagai target man dinilai efektif karena mampu menurunkan garis pertahanan Fiorentina dan memberi ruang bagi lini kedua untuk mendorong permainan ke depan.
Baca juga:Ardon Jashari Masih Butuh Waktu
Selain taktik, sorotan juga tertuju pada Ardon Jashari. Gelandang yang didatangkan dengan ekspektasi tinggi itu belum menunjukkan performa maksimal bersama AC Milan.
Proses transfer yang panjang pada bursa musim panas lalu membuat ekspektasi publik melonjak, namun adaptasinya di Serie A berjalan lebih berat dari perkiraan.
Cedera, kondisi fisik yang belum sepenuhnya pulih, serta persaingan ketat di lini tengah
terutama dengan kehadiran Luka Modric
membuat menit bermain Jashari sangat terbatas. Situasi ini berdampak pada konsistensi penampilannya, termasuk saat menghadapi Fiorentina, di mana ia masih terlihat mencari ritme terbaik.
Baca juga: Füllkrug Soroti Penyelesaian Akhir
Hasil imbang kontra Fiorentina juga menjadi momen spesial bagi Niclas Füllkrug.
Striker asal Jerman itu mencatatkan debut starter pertamanya bersama AC Milan sejak direkrut dari West Ham. Bermain sebagai penopang serangan, Füllkrug aktif membuka ruang dan hampir mencatatkan dua assist andai peluang yang diciptakannya mampu dimaksimalkan.
Meski mengapresiasi semangat juang tim, Füllkrug menegaskan bahwa efektivitas di depan gawang masih menjadi pekerjaan rumah besar AC Milan.
Melalui akun Instagram pribadinya, ia menyampaikan kekecewaan sekaligus optimisme menatap laga berikutnya.
Baca juga:Bocoran Transfer AC Milan Musim Panas 2026
Di luar lapangan, manuver transfer AC Milan mulai ramai diperbincangkan. Dengan peluang kembali tampil di kompetisi Eropa, manajemen Rossoneri disebut siap memperkuat skuad.
Nama Bernardo Silva kembali masuk radar, terutama karena situasi kontraknya yang membuka peluang negosiasi.
Selain itu, Milan juga memantau kondisi Leon Goretzka di Bayern Munchen. Gelandang asal Jerman itu dinilai cocok dengan kebutuhan tim berkat kombinasi fisik, pengalaman, dan fleksibilitas posisi yang dimilikinya.
Baca juga:Talenta Muda dan Evaluasi Pemain
AC Milan juga resmi mendatangkan talenta muda Aaron Babaj dari KF Prishtina e Re. Pemain kelahiran 2009 tersebut diproyeksikan masuk proyek Milan Futuro sebagai bagian dari strategi pembinaan jangka panjang klub.
Sementara itu, masa depan Ruben Loftus-Cheek mulai dipertanyakan.
Masalah cedera dan performa yang tidak konsisten membuat manajemen mempertimbangkan opsi penjualan pada bursa transfer musim panas mendatang jika tak ada peningkatan signifikan.
Baca juga:Kabar Cedera Füllkrug
Kabar baik datang dari kondisi Füllkrug. Cedera retak pada tulang jari kaki yang dialaminya saat melawan Fiorentina tidak separah perkiraan awal. Tim medis menyebut sang striker berpeluang kembali bermain pada 25 Januari dan hanya akan absen di beberapa laga terdekat.
Editor : Ayu Dhea Cheryl