RADAR TULUNGAGUNG - Bursa transfer Persebaya Surabaya putaran kedua kembali memanas. Manajemen Bajul Ijo dikabarkan menyiapkan perombakan besar demi memperkuat tim menghadapi paruh musim kompetisi. Sejumlah nama asing dan lokal masuk radar, mulai dari bek tangguh asal Brasil hingga striker muda potensial yang digadang-gadang menjadi predator baru di Gelora Bung Tomo.
Kabar transfer Persebaya Surabaya putaran kedua ini langsung menyita perhatian Bonek dan Bonita. Fokus utama manajemen disebut mengarah pada penguatan lini belakang dan lini tengah, sektor yang dinilai masih perlu sentuhan tambahan untuk menjaga konsistensi permainan Green Force.
Ambisi Persebaya dalam transfer Persebaya Surabaya putaran kedua terlihat jelas. Bukan hanya menambah kedalaman skuad, tetapi juga meningkatkan kualitas agar Bajul Ijo tampil lebih solid, agresif, dan sulit ditaklukkan oleh lawan-lawannya.
Leo Andrade, Calon Tembok Baru Pertahanan Persebaya
Nama pertama yang mencuat adalah Leo Andrade. Bek tangguh asal Brasil ini dikabarkan masuk radar utama Persebaya untuk memperkuat lini belakang. Dengan postur kokoh dan ketenangan dalam membaca permainan, Leo Andrade dinilai sangat cocok dengan karakter bermain ngeyel ala Surabaya.
Jika transfer ini terealisasi, lini pertahanan Persebaya diprediksi akan menjadi lebih solid dan sulit ditembus. Kehadiran bek berpengalaman seperti Leo Andrade diharapkan mampu menutup celah yang kerap muncul di sektor belakang pada putaran pertama.
Tak hanya lini belakang, Persebaya juga membidik gelandang asal Portugal, Pedro Plagio. Pemain jebolan Liga Portugal tersebut dikenal memiliki visi bermain modern dan kemampuan distribusi bola yang presisi.
Pedro Plagio disebut-sebut bakal menjadi jenderal lapangan tengah Green Force. Kehadirannya diprediksi mampu membuat aliran bola Persebaya lebih hidup dan terorganisir, terutama dalam membangun serangan dari lini kedua.
Ananda Raehan, Gelandang Petarung Milik PSM
Dari kompetisi domestik, nama Ananda Raehan masuk dalam daftar incaran. Gelandang muda milik PSM Makassar ini dikenal sebagai pemain pekerja keras dengan agresivitas tinggi. Statusnya sebagai pemain berlabel timnas membuat rumor ini semakin menarik perhatian.
Faktor pelatih Bernardo Tavares disebut menjadi daya tarik utama bagi Ananda Raehan. Jika benar bergabung, duetnya dengan gelandang Persebaya lainnya diyakini akan menjadikan lini tengah Bajul Ijo sebagai salah satu yang paling ditakuti di liga.
Radar transfer Persebaya Surabaya putaran kedua juga mengarah pada bek muda PSM Makassar, Dafa Salman. Pemain berusia 22 tahun ini dikenal sebagai bek modern dengan disiplin tinggi, pembacaan bola yang matang, serta ketenangan meski berada di bawah tekanan.
Dafa Salman bukan sosok asing bagi Bernardo Tavares. Rumor kepindahannya kian menguat setelah sejumlah Bonek terlihat merayu sang pemain melalui media sosial agar menyusul sang pelatih ke Surabaya. Jika bergabung, ia berpotensi menjadi duet ideal bagi Slavko Damjanovic.
Joao Tavares, Predator Muda Asal Brasil
Di lini depan, Persebaya belum berhenti berburu. Nama striker muda asal Brasil, Joao Tavares, kini masuk radar. Penyerang berusia 23 tahun ini memiliki kemampuan penyelesaian akhir yang dingin serta fisik kuat, cocok dengan gaya bermain agresif yang diinginkan Bernardo Tavares.
Namun, Persebaya harus bersaing dengan Persijap Jepara yang juga dikabarkan tertarik mendapatkan tanda tangan Joao Tavares. Jika berhasil mendaratkannya, Persebaya berpotensi memiliki ujung tombak baru yang mematikan.
Tak kalah menarik, nama playmaker kreatif asal Maroko, Hugo Bomes, juga dikaitkan dengan Persebaya. Pernah menyabet gelar pemain terbaik di Liga India, Bomes dikenal memiliki visi tajam dan umpan-umpan mematikan.
Jika bergabung, Hugo Bomes diprediksi akan menjadi tandem ideal bagi Francisco Rivera di lini tengah. Kombinasi keduanya berpotensi meningkatkan kreativitas serangan Green Force secara signifikan.
Ambisi Besar Bajul Ijo di Putaran Kedua
Deretan nama yang masuk radar transfer Persebaya Surabaya putaran kedua menunjukkan keseriusan manajemen membangun tim yang lebih kompetitif. Perpaduan pemain asing berkualitas dan talenta lokal potensial diharapkan mampu membawa Bajul Ijo tampil lebih stabil dan konsisten.
Kini, publik Surabaya tinggal menanti. Siapa saja yang benar-benar akan berseragam hijau dan menjadi bagian dari proyek besar Persebaya di paruh musim nanti?
Editor : Dinar Ananda Putri