Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Persebaya Surabaya Darurat Striker Lokal Jelang Super League 2025–2026, Bernardo Tavares Akui Sulit Rekrut Pemain dan Lirik Akademi

Eka Putri Wahyuni • Rabu, 21 Januari 2026 | 18:05 WIB
Persebaya Surabaya darurat striker lokal jelang Super League 2025–2026. Bernardo Tavares akui sulit rekrut pemain dan fokus akademi.
Persebaya Surabaya darurat striker lokal jelang Super League 2025–2026. Bernardo Tavares akui sulit rekrut pemain dan fokus akademi.

JAKARTA - Persebaya Surabaya menghadapi persoalan serius menjelang bergulirnya Super League 2025–2026. 

Tim berjuluk Green Force itu kini berada dalam kondisi darurat karena belum memiliki striker lokal murni di dalam skuad.

Situasi ini memaksa pelatih Bernardo Tavares bergerak cepat mencari solusi agar lini depan Persebaya Surabaya tetap kompetitif menghadapi ketatnya persaingan paruh musim.

Masalah tersebut muncul karena komposisi penyerang Persebaya Surabaya saat ini sepenuhnya diisi pemain asing. Tiga nama yang tersedia adalah Perovic, Dejan Tumbas, dan Bruno Paraiba. 

Kondisi ini dinilai kurang ideal, mengingat kebutuhan tim akan striker lokal yang memahami ritme kompetisi domestik dan bisa menjadi alternatif strategis di tengah keterbatasan kuota pemain asing.

Bernardo Tavares menilai lini depan Persebaya Surabaya belum berada pada kondisi ideal. 

Bukan hanya soal jumlah, tetapi juga karakter pemain yang tersedia. 

Ia menyadari bahwa efektivitas penyelesaian akhir menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi sebelum kompetisi kembali berjalan.

Komposisi Penyerang Belum Ideal

Dari tiga penyerang asing yang dimiliki Persebaya Surabaya, tidak semuanya berposisi asli sebagai striker tengah. 

Dejan Tumbas sejatinya merupakan pemain sayap yang sejak era kepelatihan sebelumnya dipaksa beradaptasi menjadi penyerang. 

Meski menunjukkan etos kerja tinggi, naluri sebagai striker murni dinilai belum sepenuhnya terbentuk.

Sementara itu, Bruno Paraiba masih dalam tahap adaptasi. Penyerang asal Brasil tersebut baru bergabung pada Januari dan membutuhkan waktu untuk menyatu dengan sistem permainan tim. 

Fleksibilitas Bruno memang menjadi nilai tambah karena bisa dimainkan di beberapa posisi, namun kondisi tersebut membuat perannya belum benar-benar spesifik di lapangan.

Adapun Perovic, yang diharapkan menjadi ujung tombak utama, belum menunjukkan konsistensi sepanjang putaran pertama. 

Produktivitas golnya dinilai belum sebanding dengan ekspektasi tim pelatih, sehingga Persebaya Surabaya belum memiliki striker yang benar-benar bisa diandalkan sebagai solusi utama.

Bernardo Tavares Akui Sulit Rekrut Striker Lokal

Situasi tersebut membuat Bernardo Tavares harus memutar otak. 

Ia mengakui bahwa mencari striker lokal bukan perkara mudah. 

Persebaya Surabaya sebenarnya belum menutup aktivitas di bursa transfer, namun fokus kini diarahkan pada pemain lokal demi keseimbangan komposisi tim.

“Beberapa pemain lokal yang kami minati terikat kontrak, jadi kami tidak bisa merekrut mereka. Sulit untuk merekrut pemain lokal,” ujar Bernardo. 

Ia juga menyoroti sistem kontrak di kompetisi domestik yang kerap menjadi kendala.

“Biasanya pemain lokal bermain dengan half kontrak, dan saya tidak melihat banyak klub yang mau merekrut pemain dengan kontrak penuh,” lanjut pelatih asal Portugal tersebut.

Meski demikian, Bernardo menegaskan pihaknya tetap realistis dan akan melihat peluang yang tersedia.

Fokus ke Akademi dan Potensi Internal

Nama Joao Tavares sempat masuk radar sebagai opsi tambahan di lini depan. 

Namun statusnya sebagai pemain asing membuat manajemen Persebaya Surabaya harus berhitung matang terkait kuota. Karena itu, opsi striker lokal dinilai paling logis, baik dari sisi regulasi maupun kebutuhan jangka panjang.

Bernardo Tavares juga menekankan pentingnya memaksimalkan potensi internal. 

Ia menyebut akademi dan pemain muda sebagai aset berharga yang harus diberdayakan. “Di saat ini kita harus mengetahui rumah yang kita miliki. Akademi, pemain muda, tim utama kita,” katanya.

Ia mengaku telah menganalisis banyak pertandingan, baik dari pemain internal maupun pemain di klub lain. 

Pendekatan ini dilakukan untuk menemukan solusi paling realistis bagi Persebaya Surabaya, bukan hanya untuk kebutuhan instan, tetapi juga keberlanjutan klub.

“Regenerasi adalah fondasi penting karena ini adalah emas dari klub yang datang dari akademi. Begitulah cara kita membuat budaya,” tegas Bernardo.

Kini, Persebaya Surabaya berpacu dengan waktu. 

Pencarian striker lokal bukan sekadar tambalan sementara, melainkan investasi penting demi menjaga identitas dan masa depan Green Force di kancah sepak bola nasional.

 

Editor : Eka Putri Wahyuni
#Super League 2025 2026 #liga 1 indonesia #bursa transfer liga 1 #persebaya surabaya #Striker Lokal