JAKARTA - Nama Megawati Hangestri Pertiwi kembali mencuri perhatian publik Indonesia. Pevoli putri andalan Tanah Air ini menjelma menjadi bintang bersinar di Liga Voli Korea Selatan bersama Daejeon JungKwanJang Red Sparks. Performa konsisten, mental baja, dan daya ledak serangan membuat Megawati tak hanya mengangkat prestasi tim, tetapi juga membangkitkan kebanggaan nasional.
Kehadiran Megawati Hangestri Pertiwi di kompetisi voli Korea Selatan bukan sekadar prestasi individu. Ia menjadi simbol bahwa atlet Indonesia mampu bersaing di level internasional. Dijuluki “Megatron” oleh para penggemar, Megawati berhasil menjadi magnet baru bagi Red Sparks, baik di dalam maupun luar lapangan.
Popularitas Megawati Hangestri Pertiwi meningkat tajam sejak musim pertamanya di Korea. Ia bahkan berhasil mengantarkan Red Sparks menembus babak playoff untuk pertama kalinya dalam tujuh tahun, sebuah pencapaian bersejarah bagi klub tersebut.
Profil dan Latar Belakang Keluarga
Megawati Hangestri Pertiwi lahir di Jember, Jawa Timur, pada 20 September 1999. Ia tumbuh di Desa Sempursari, Kecamatan Kaliwates, dari keluarga sederhana. Ayahnya, Maksum, memiliki peran penting dalam perjalanan karier Megawati. Sejak usia 11 tahun, sang ayah memperkenalkannya pada olahraga voli, meski awalnya Megawati lebih menyukai sepak bola.
Kepergian sang ayah pada Februari 2023 menjadi pukulan berat. Namun, semangat dan dukungan yang telah ditanamkan ayahnya justru menjadi bahan bakar Megawati untuk terus berprestasi di level tertinggi.
Perjalanan Karier dari Proliga hingga Asia
Karier profesional Megawati dimulai sejak usia 14 tahun. Ia bergabung dengan Surabaya Bank Jatim di Livoli Divisi Utama 2015. Namanya kemudian melesat di Proliga bersama Jakarta Pertamina Fastron sejak 2015 hingga 2022. Ia juga sempat membela Jakarta BNI 46 dan Bandung BJB Tandamata.
Pada 2021, Megawati mulai meniti karier internasional dengan bermain di Thailand bersama Supreme Chonburi-E.Tech, lalu berlanjut ke Vietnam membela Ha Phu Thanh Hoa pada 2022. Puncaknya, pada pertengahan 2023, ia terpilih melalui draft pemain Asia oleh klub Korea Selatan, Red Sparks, untuk musim 2023–2024.
Cetak Sejarah sebagai Atlet Voli Putri
Megawati tercatat sebagai salah satu pelopor atlet voli putri Indonesia yang sukses berkarier di luar negeri. Jejaknya kini diikuti atlet lain, seperti Yolla Yuliana yang bergabung dengan Liga Jepang. Kontribusi Megawati membuka jalan baru bagi generasi pevoli putri Indonesia untuk bermimpi lebih besar.
Kembali Bersinar Bersama Red Sparks
Pada musim 2024–2025, Megawati kembali memperkuat Red Sparks. Ia kini memiliki tandem baru, Vanja Bukilic, pevoli asal Serbia. Meski memiliki posisi bermain yang sama sebagai opposite hitter, pelatih Ko Hee-jin optimistis keduanya bisa menjadi mesin poin mematikan bagi tim.
Pendidikan dan Prestasi Gemilang
Di luar lapangan, Megawati juga menunjukkan keseriusan dalam pendidikan. Ia meraih gelar sarjana manajemen dari Universitas Kahuripan Kediri pada 2020 dan mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studi S2 di Udinus Semarang.
Prestasinya di dunia voli pun mengilap. Megawati meraih gelar Best Opposite Hitter ASEAN Grand Prix 2022, Best Opposite Hitter AVC Challenge Cup 2023, hingga MVP Proliga 2024. Ia juga beberapa kali dinobatkan sebagai pemain terbaik di Liga Korea Selatan.
Gaji Fantastis dan Kehidupan Pribadi
Gaji Megawati Hangestri Pertiwi di Liga Voli Korea Selatan menjadi sorotan. Pada musim 2024–2025, ia dikabarkan menerima bayaran sekitar 150.000 dolar AS atau setara Rp2,4 miliar per tahun, meningkat signifikan dari musim sebelumnya.
Di sisi pribadi, Megawati diketahui menjalin hubungan dengan Dio Novandra, atlet selam berprestasi. Keduanya menjadi potret pasangan atlet yang saling mendukung dalam mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
Editor : Natasha Eka Safrina