JAKARTA - Aksi Megawati Hangestri Pertiwi kembali menjadi perbincangan hangat pecinta voli nasional usai laga lanjutan pekan kedua Proliga 2026 yang digelar di GOR Voli Indoor Sport Center, Deli Serdang, Sumatera Utara. Kali ini bukan hanya soal smash keras khas “Megatron”, melainkan kontribusi tak terduga Megawati dalam mengatur tempo permainan Jakarta Pertamina Enduro yang viral di media sosial.
Cuplikan pertandingan yang beredar luas di X, TikTok, hingga Instagram memperlihatkan Megawati beberapa kali melakukan umpan akurat dalam situasi genting. Aksi tersebut memunculkan reaksi beragam dari netizen yang menyebut performa Megawati “tak masuk akal” dan “bukan manusia”, meski lebih sebagai ekspresi kekaguman atas kecerdasan bermain sang opposite hitter.
Dalam pertandingan melawan Jakarta Livin Mandiri, Megawati tampil bukan hanya sebagai eksekutor serangan, tetapi juga pengatur ritme dadakan ketika situasi permainan kacau. Hal inilah yang membuat laga tersebut disebut-sebut sebagai salah satu penampilan paling komplet Megawati di Proliga 2026.
Viral karena Peran Tak Biasa
Biasanya, Megawati dikenal sebagai mesin poin Jakarta Pertamina Enduro. Smash kerasnya kerap menjadi solusi di momen krusial. Namun di laga ini, Megawati beberapa kali mengambil keputusan cepat untuk mengirimkan umpan matang kepada rekan setimnya.
Salah satu momen yang paling disorot terjadi pada set awal ketika bola hasil bertahan Tisha Amalia Putri mengarah ke Megawati di posisi sulit dekat net. Alih-alih memaksakan spike, Megawati memilih mengirim umpan tinggi yang presisi kepada Wilma Salas, berbuah poin penting bagi JPE. Keputusan tersebut menuai pujian karena menunjukkan ketenangan dan visi bermain yang jarang dimiliki pemain dengan naluri menyerang setajam Megawati.
Penentu di Set Krusial
Puncak aksi Megawati terjadi di set keempat saat Jakarta Pertamina Enduro berada dalam tekanan. Dalam kondisi tertinggal tipis dan atmosfer pertandingan memanas, Megawati mencatatkan service ace yang menyamakan kedudukan dan mengubah momentum.
Tak berhenti di situ, pada rally berikutnya Megawati kembali terlibat langsung dalam proses terjadinya poin penentuan. Dengan kontrol bola yang matang, ia memberikan umpan bawah akurat kepada Tina Syifa Sabila yang sukses menuntaskan serangan. JPE akhirnya menutup laga dengan kemenangan dramatis 3-2 atas Jakarta Livin Mandiri.
Bukan Sekadar Mesin Poin
Penampilan ini memperkuat pandangan bahwa Megawati Hangestri Pertiwi bukan sekadar tukang gebuk. Ia menunjukkan kedewasaan bermain dan pemahaman taktik yang semakin matang. Kemampuan membaca permainan dan memilih opsi terbaik di situasi kritis menjadi nilai tambah besar bagi Jakarta Pertamina Enduro di tengah ketatnya persaingan Proliga 2026.
Dari sisi statistik, Megawati tetap menjadi salah satu penyumbang poin terbanyak bagi timnya. Namun yang membuat perbedaannya kali ini adalah kontribusi non-statistik yang berdampak langsung pada psikologis lawan dan kepercayaan diri rekan setim.
Tanggapan Lawan
Meski harus menelan kekalahan, pihak Jakarta Livin Mandiri mengakui tekanan yang diberikan Megawati dan kawan-kawan. Asisten pelatih Livin Mandiri, Wilda Siti Nurfadilah, menyebut bahwa timnya sebenarnya sudah menunjukkan perkembangan, tetapi melakukan terlalu banyak kesalahan sendiri di momen krusial.
Menurutnya, kehadiran pemain sekelas Megawati membuat setiap kesalahan kecil menjadi mahal. Hal ini menunjukkan betapa besar pengaruh Megawati terhadap jalannya pertandingan, bahkan ketika ia tidak selalu mencetak poin langsung.
Megawati dan Evolusi Peran
Aksi Megawati di Deli Serdang memicu diskusi di kalangan penggemar voli. Banyak yang menilai Megawati kini telah berevolusi menjadi pemain komplet yang mampu menjadi pemimpin di lapangan. Bukan hanya menyelesaikan serangan, tetapi juga membantu menghidupkan permainan tim.
Di tengah ketatnya jadwal dan tekanan sebagai juara bertahan, Jakarta Pertamina Enduro membutuhkan figur seperti Megawati untuk menjaga stabilitas permainan. Jika konsistensi ini berlanjut, Megawati berpeluang menjadi salah satu pemain paling berpengaruh di Proliga 2026, bukan hanya dari sisi poin, tetapi juga kecerdasan bermain.
Editor : Natasha Eka Safrina