SURABAYA – Dua striker Persebaya Surabaya out menjadi sinyal kuat dimulainya fase baru Green Force di era kepelatihan Bernardo Tavares. Jeda kompetisi putaran pertama Super League 2025–2026 dimanfaatkan secara maksimal untuk merapikan komposisi skuad, sekaligus membuka peluang bagi sosok yang sebelumnya tak selalu tampil sebagai penyerang murni: Dejan Tumbas.
Persebaya Surabaya tak ingin larut dalam jeda panjang tanpa arah. Bernardo Tavares langsung tancap gas membangun fondasi tim agar tetap kompetitif menghadapi putaran kedua. Dua striker Persebaya Surabaya out menjadi langkah awal perombakan lini depan yang cukup berani, namun sarat pesan perubahan.
Nama pertama yang santer dikabarkan hengkang adalah Diego Mauricio. Striker asing asal Brasil tersebut disebut tak lagi masuk dalam rencana utama Bernardo Tavares. Kabar itu diperkuat unggahan akun fanbase Emosi Jiwaku yang menyampaikan salam perpisahan kepada sang pemain. Reaksi suporter pun langsung bermunculan, menandai berakhirnya salah satu opsi penyerang asing Green Force.
Tak berhenti di situ, Rizki Dwi juga resmi angkat kaki. Striker lokal tersebut telah diperkenalkan sebagai pemain baru Garuda Yaksa FC. Dengan kepergian dua penyerang sekaligus, Persebaya Surabaya praktis kehilangan kedalaman di sektor ujung tombak.
Ruang Terbuka untuk Dejan Tumbas
Situasi ini justru membuka momentum menarik bagi Dejan Tumbas. Sepanjang putaran pertama Super League 2025–2026, pemain asal Serbia tersebut lebih sering diplot sebagai pemain serba guna. Ia beberapa kali turun sebagai bek kiri, bahkan sempat mengisi peran gelandang bertahan demi menutup kebutuhan taktis tim.
Bernardo Tavares menilai fleksibilitas Dejan sebagai keunggulan besar. “Dejan bisa bermain di mana saja, termasuk sebagai penjaga gawang. Jadi mari kita lihat apa yang akan terjadi,” ujar pelatih asal Portugal itu dalam salah satu pernyataannya. Dengan dua striker Persebaya Surabaya out, peluang Dejan kembali ke posisi aslinya sebagai penyerang depan kini terbuka lebar.
Profil dan Statistik Dejan Tumbas
Dejan Tumbas lahir di Krifaja, Yugoslavia, pada 5 Agustus 1999. Kini berusia 26 tahun, ia memiliki tinggi badan 1,87 meter dengan karakter fisik kuat khas Eropa Timur. Posisi naturalnya adalah penyerang tengah dengan kaki dominan kanan. Ia resmi bergabung dengan Persebaya Surabaya pada 5 Januari 2025 dan masih terikat kontrak hingga 30 Juni 2026.
Nilai pasar Dejan saat ini berada di kisaran Rp3,48 miliar. Pada putaran pertama, ia mencatat 14 penampilan dengan total 1.148 menit bermain. Meski belum mencetak gol, expected goals (xG) Dejan mencapai 2,75 dari 10 tembakan, dengan akurasi tembakan 50 persen.
Kontribusi kreatifnya memang terbatas, hanya satu umpan kunci dan tanpa assist. Namun peran bertahannya sangat menonjol. Dejan mencatat 15 tekel dengan sembilan sukses, 33 intersep, 22 sapuan, serta 22 pemulihan bola. Catatan ini menunjukkan etos kerja tinggi dan disiplin taktis yang jarang dimiliki striker murni.
Filosofi Tavares dan Peluang di Putaran Kedua
Bernardo Tavares dikenal menyukai pemain multifungsi dengan intensitas tinggi. Filosofi tersebut sangat cocok dengan karakter Dejan Tumbas. Jika dikembalikan ke posisi depan tengah, Dejan berpotensi menjadi solusi internal tanpa harus mendatangkan striker baru.
Putaran kedua Super League 2025–2026 akan menjadi panggung pembuktian. Dengan keunggulan fisik, fleksibilitas posisi, serta pengalaman bermain dalam berbagai peran, Dejan Tumbas bisa menjelma sebagai juru gedor baru Green Force di era Bernardo Tavares.
Menarik menanti apakah momentum ini benar-benar mengubah nasib Dejan Tumbas dan membawa Persebaya Surabaya tampil lebih tajam di sisa musim.
Baca Juga: Sepanjang 2025, Kebakaran di Tulungagung Menurun Drastis, DPKP Catat 64 Kasus
Editor : Natasha Eka Safrina