Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Dua Striker Persebaya Surabaya Out Jadi Titik Balik, Momentum Dejan Tumbas Muncul sebagai Juru Gedor di Era Bernardo Tavares

Natasha Eka Safrina • Rabu, 21 Januari 2026 | 13:05 WIB

Dua striker Persebaya Surabaya out jadi sinyal perubahan. Dejan Tumbas berpeluang jadi juru gedor utama di era Bernardo Tavares.
Dua striker Persebaya Surabaya out jadi sinyal perubahan. Dejan Tumbas berpeluang jadi juru gedor utama di era Bernardo Tavares.

SURABAYA – Dua striker Persebaya Surabaya out menjadi sinyal kuat dimulainya fase baru Green Force di era kepelatihan Bernardo Tavares. Jeda kompetisi putaran pertama Super League 2025–2026 dimanfaatkan secara maksimal untuk merapikan komposisi skuad, sekaligus membuka peluang bagi sosok yang sebelumnya tak selalu tampil sebagai penyerang murni: Dejan Tumbas.

Persebaya Surabaya tak ingin larut dalam jeda panjang tanpa arah. Bernardo Tavares langsung tancap gas membangun fondasi tim agar tetap kompetitif menghadapi putaran kedua. Dua striker Persebaya Surabaya out menjadi langkah awal perombakan lini depan yang cukup berani, namun sarat pesan perubahan.

Nama pertama yang santer dikabarkan hengkang adalah Diego Mauricio. Striker asing asal Brasil tersebut disebut tak lagi masuk dalam rencana utama Bernardo Tavares. Kabar itu diperkuat unggahan akun fanbase Emosi Jiwaku yang menyampaikan salam perpisahan kepada sang pemain. Reaksi suporter pun langsung bermunculan, menandai berakhirnya salah satu opsi penyerang asing Green Force.

Baca Juga: Pedro Matos Persebaya Surabaya: Bernardo Tavares Lega, Krisis Striker Lokal Menghantui, dan Taktik Baru Green Force di Putaran Kedua

Tak berhenti di situ, Rizki Dwi juga resmi angkat kaki. Striker lokal tersebut telah diperkenalkan sebagai pemain baru Garuda Yaksa FC. Dengan kepergian dua penyerang sekaligus, Persebaya Surabaya praktis kehilangan kedalaman di sektor ujung tombak.


Ruang Terbuka untuk Dejan Tumbas

Situasi ini justru membuka momentum menarik bagi Dejan Tumbas. Sepanjang putaran pertama Super League 2025–2026, pemain asal Serbia tersebut lebih sering diplot sebagai pemain serba guna. Ia beberapa kali turun sebagai bek kiri, bahkan sempat mengisi peran gelandang bertahan demi menutup kebutuhan taktis tim.

Bernardo Tavares menilai fleksibilitas Dejan sebagai keunggulan besar. “Dejan bisa bermain di mana saja, termasuk sebagai penjaga gawang. Jadi mari kita lihat apa yang akan terjadi,” ujar pelatih asal Portugal itu dalam salah satu pernyataannya. Dengan dua striker Persebaya Surabaya out, peluang Dejan kembali ke posisi aslinya sebagai penyerang depan kini terbuka lebar.

Baca Juga: Jadwal Liga 1 Super League 2025-2026 Pekan 18 Lengkap: Big Match Persib vs PSBS, Klasemen, Top Skor, hingga Top Assist Terbaru


Profil dan Statistik Dejan Tumbas

Dejan Tumbas lahir di Krifaja, Yugoslavia, pada 5 Agustus 1999. Kini berusia 26 tahun, ia memiliki tinggi badan 1,87 meter dengan karakter fisik kuat khas Eropa Timur. Posisi naturalnya adalah penyerang tengah dengan kaki dominan kanan. Ia resmi bergabung dengan Persebaya Surabaya pada 5 Januari 2025 dan masih terikat kontrak hingga 30 Juni 2026.

Nilai pasar Dejan saat ini berada di kisaran Rp3,48 miliar. Pada putaran pertama, ia mencatat 14 penampilan dengan total 1.148 menit bermain. Meski belum mencetak gol, expected goals (xG) Dejan mencapai 2,75 dari 10 tembakan, dengan akurasi tembakan 50 persen.

Kontribusi kreatifnya memang terbatas, hanya satu umpan kunci dan tanpa assist. Namun peran bertahannya sangat menonjol. Dejan mencatat 15 tekel dengan sembilan sukses, 33 intersep, 22 sapuan, serta 22 pemulihan bola. Catatan ini menunjukkan etos kerja tinggi dan disiplin taktis yang jarang dimiliki striker murni.

Baca Juga: Media Prancis Bongkar Negosiasi Lanjut Persib Bandung Layvin Kurzawa, Eks PSG Selangkah Lagi Merapat ke Bandung?


Filosofi Tavares dan Peluang di Putaran Kedua

Bernardo Tavares dikenal menyukai pemain multifungsi dengan intensitas tinggi. Filosofi tersebut sangat cocok dengan karakter Dejan Tumbas. Jika dikembalikan ke posisi depan tengah, Dejan berpotensi menjadi solusi internal tanpa harus mendatangkan striker baru.

Putaran kedua Super League 2025–2026 akan menjadi panggung pembuktian. Dengan keunggulan fisik, fleksibilitas posisi, serta pengalaman bermain dalam berbagai peran, Dejan Tumbas bisa menjelma sebagai juru gedor baru Green Force di era Bernardo Tavares.

Menarik menanti apakah momentum ini benar-benar mengubah nasib Dejan Tumbas dan membawa Persebaya Surabaya tampil lebih tajam di sisa musim.

Baca Juga: Sepanjang 2025, Kebakaran di Tulungagung Menurun Drastis, DPKP Catat 64 Kasus

Editor : Natasha Eka Safrina
#Bernardo Tavares #dejan tumbas #bonek #persebaya surabaya