JAKARTA – Kedatangan Alveandra Dewangga Persib Bandung bukan sekadar menambah kedalaman skuad. Sejak hari pertama mengenakan seragam biru, bek serba bisa itu langsung mengusung misi besar: mencetak sejarah bersama Maung Bandung. Target hattrick juara Liga Indonesia pun digaungkan tanpa ragu, menegaskan bahwa Dewangga datang untuk bertarung, bukan duduk manis di bangku cadangan.
Ambisi tersebut sejalan dengan atmosfer internal Persib yang disebut Dewangga sudah bermental juara. Ia merasakan langsung aura pemenang di ruang ganti hingga lapangan latihan. Mental bertarung yang kuat, kualitas pemain yang merata di setiap lini, serta dukungan fanatik Bobotoh menjadi fondasi utama yang membuat target tiga gelar beruntun terasa realistis untuk diperjuangkan hingga akhir musim.
Adaptasi Keras dan Mental Baja Dewangga
Meski membawa ambisi besar, perjalanan awal Alveandra Dewangga Persib Bandung tidak berjalan mulus. Ia mengakui fase adaptasi menjadi tantangan tersendiri. Intensitas latihan tinggi, detail taktik ala Bojan Hodak, serta tuntutan konsentrasi penuh di setiap sesi membuatnya harus bekerja ekstra.
Namun, alih-alih menyerah, Dewangga justru menjadikan situasi tersebut sebagai bahan bakar motivasi. Setiap menit bermain dimanfaatkan sebagai ajang pembuktian bahwa dirinya layak menjadi bagian dari mesin juara Persib. Ia tampil tanpa ego, siap ditempatkan di posisi manapun sesuai kebutuhan tim.
Fleksibilitas menjadi senjata utama Dewangga. Kemampuannya bermain sebagai bek tengah, bek kiri, hingga gelandang bertahan membuatnya selalu relevan dalam rotasi skuad. Bagi Dewangga, tidak ada peran kecil dalam perjuangan besar. Setiap tugas adalah kontribusi nyata demi kejayaan Persib Bandung.
Target Hattrick Juara Bukan Sekadar Wacana
Bagi Dewangga, mimpi hattrick juara bukan sekadar retorika. Ia menyadari jalan menuju trofi penuh rintangan. Persaingan ketat, tekanan di laga krusial, serta risiko kehilangan fokus menjadi ancaman nyata di setiap pekan. Karena itu, ia menekankan pentingnya konsistensi dan mental baja dari pertandingan ke pertandingan.
“Setiap laga harus diperlakukan seperti final,” menjadi prinsip yang ia pegang. Satu kesalahan kecil bisa berdampak besar dalam perburuan gelar. Kesadaran inilah yang membuat Dewangga terus menjaga determinasi, baik saat menjadi starter maupun ketika harus menunggu giliran bermain.
Sinyal Keras Bojan Hodak: Persib Ingin Juara
Ambisi besar Persib tak hanya datang dari pemain. Pelatih Bojan Hodak juga memberi sinyal tegas bahwa Maung Bandung tidak ingin setengah-setengah. Keputusan untuk tetap membuka peluang mendatangkan pemain baru di paruh musim menjadi pesan keras bagi para rival.
Menurut Hodak, langkah ini bukan bentuk ketidakpuasan terhadap skuad yang ada, melainkan strategi antisipatif. Jadwal padat, risiko cedera, dan tekanan mental di fase penentuan menuntut kedalaman tim yang kuat. Tambahan amunisi dinilai penting agar intensitas permainan tetap terjaga hingga akhir kompetisi.
Misi Pribadi Dewangga: Mengukir Sejarah
Lebih dari sekadar mengejar trofi, Alveandra Dewangga Persib Bandung ingin namanya tercatat dalam sejarah klub. Ia ingin dikenang sebagai bagian dari generasi emas yang membawa Maung Bandung berdiri paling depan, mendominasi kompetisi, dan menjadi simbol kejayaan.
Ambisi itu terus ia rawat sebagai energi di setiap latihan dan pertandingan. Musim ini, bagi Dewangga, bukan hanya soal menang atau kalah, melainkan tentang mewujudkan mimpi besar dan mengantarkan Persib Bandung menuju kejayaan yang abadi.
Dengan semangat membara dan tekad tak tergoyahkan, Dewangga siap berjuang habis-habisan. Kini publik Bandung menanti, seberapa jauh ambisi itu bisa diwujudkan di lapangan hijau.
Baca Juga: Aturan Pengajuan KUR 2026 Dirombak Pemerintah, Ini Syarat Baru yang Perlu Diketahui UMKM
Editor : Natasha Eka Safrina