BANDUNG – Persib Bandung mendapat suntikan optimisme besar jelang laga Persib Bandung vs PSBS Biak pada pekan ke-18 BRI Super League 2025–2026. Setidaknya ada lima kabar positif yang mengiringi langkah Maung Bandung menyambut putaran kedua kompetisi. Dari kondisi skuad yang menguat, manuver transfer mengejutkan, hingga situasi rival utama yang justru dilanda masalah, semuanya membuat Persib berada dalam posisi menguntungkan.
Kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia resmi kembali bergulir mulai Jumat, 23 Januari 2026. Persib Bandung menyongsong putaran kedua sebagai juara paruh musim dengan koleksi 38 poin. Meski berada di puncak klasemen, tekanan tetap tinggi karena Borneo FC Samarinda menguntit ketat dengan selisih hanya satu poin, sementara Persija Jakarta berada di posisi ketiga dengan 35 poin.
Laga Persib Bandung vs PSBS Biak yang akan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu malam, menjadi krusial. Tiga poin menjadi harga mati untuk menjaga jarak aman di papan atas.
Kabar Pertama: Momentum Positif Usai Tekuk Persija
Modal Persib terbilang ideal. Kemenangan 1-0 atas Persija Jakarta di laga terakhir putaran pertama menjadi suntikan kepercayaan diri besar bagi skuad asuhan Bojan Hodak. Selain mengamankan posisi puncak klasemen, hasil tersebut juga berdampak psikologis signifikan, baik bagi pemain maupun suporter.
Sebaliknya, Persija justru datang ke putaran kedua dengan tekanan berat setelah kekalahan di laga klasik. Situasi ini membuat atmosfer di kubu Macan Kemayoran tidak seideal Persib.
Kabar Kedua: Persija Dilanda Masalah Jelang Pekan Krusial
Sementara Persib fokus mempersiapkan diri, Persija justru diterpa sejumlah persoalan. Mulai dari tekanan suporter, evaluasi skuad, hingga potensi absennya beberapa pemain kunci. Kondisi ini secara tak langsung menguntungkan Persib dalam persaingan papan atas, terutama jika rival gagal meraih hasil maksimal di pekan ke-18.
Kabar Ketiga: Terence Kongolo Lebih Dulu dari Kurzawa
Kejutan datang dari bursa transfer. Alih-alih Layvin Kurzawa, nama Terence Kongolo justru disebut-sebut bakal lebih dulu merapat ke Bandung. Bek asal Belanda itu masuk radar manajemen Persib sebagai langkah antisipasi jika Federico Barba benar-benar meninggalkan klub.
Kongolo bukan pemain sembarangan. Ia pernah memperkuat Feyenoord, AS Monaco, Huddersfield Town, Fulham, dan juga mencicipi atmosfer Piala Dunia 2014 bersama Timnas Belanda. Pengalamannya di level tertinggi Eropa dinilai sangat sesuai dengan kebutuhan Persib yang ingin menjaga stabilitas lini belakang di paruh musim.
Ketertarikan Persib terhadap Kongolo menguat setelah muncul indikasi Barba tidak menunjukkan antusiasme maksimal dalam beberapa sesi latihan terakhir. Manajemen pun bergerak cepat menyiapkan opsi pengganti.
Kabar Keempat: Bojan Hodak Bocorkan Rencana Transfer
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, mengonfirmasi bahwa klub akan mendatangkan beberapa pemain baru di paruh musim. Namun ia menegaskan, jumlahnya tidak akan banyak.
Menurut Hodak, Persib adalah tim terbaik di putaran pertama sehingga tidak membutuhkan perombakan besar. Fokus utama adalah menjaga keseimbangan tim sekaligus menambah kedalaman skuad untuk menghadapi jadwal padat di liga dan fase gugur AFC Champions League 2.
“Kami mungkin menambah beberapa pemain, tapi tidak banyak. Tim papan bawah justru yang lebih aktif,” ujar Hodak.
Kabar Kelima: Dewangga Termotivasi, Target Sejarah
Dari internal tim, Alveandra Dewangga memberikan sinyal positif. Bek serba bisa tersebut menegaskan tekadnya untuk mencetak sejarah bersama Persib Bandung. Ia membidik gelar juara liga ketiga secara beruntun, sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya di sepak bola Indonesia.
Dewangga mengaku semakin nyaman setelah rutin mendapatkan kepercayaan bermain. Ia juga optimistis tambahan pemain baru akan cepat menyatu dengan tim dan memperkuat peluang Persib mempertahankan gelar.
“Kami ingin juara lagi dan mencetak sejarah. Targetnya jelas,” kata Dewangga.
Dengan lima kabar gembira ini, Persib Bandung berada di atas angin jelang laga Persib Bandung vs PSBS Biak. Kini tinggal bagaimana Maung Bandung menerjemahkan momentum positif tersebut menjadi kemenangan di lapangan.
Editor : Natasha Eka Safrina