JAKARTA – Bursa transfer Persija Jakarta putaran kedua mulai menunjukkan geliat serius. Manajemen Macan Kemayoran bergerak agresif membenahi skuad demi menjaga asa bersaing di papan atas BRI Super League 2025–2026. Sejumlah nama lokal hingga asing masuk radar, menandai keseriusan Persija membangun tim yang lebih dalam dan kompetitif.
Sorotan utama tentu tertuju pada keberhasilan Persija Jakarta mendaratkan striker asal Maroko, Aladdin Azzari, dari klub India North East United. Penyerang tajam ini merupakan top skor Liga India musim lalu dan langsung diikat kontrak jangka panjang hingga 30 Juni 2027. Kedatangannya menjadi sinyal kuat bahwa Persija tak ingin setengah-setengah dalam berburu gelar.
Langkah ini juga menegaskan bahwa bursa transfer Persija Jakarta putaran kedua difokuskan untuk menghadirkan pemain pembeda, bukan sekadar pelapis.
Ricky Kambuaya Masuk Radar Persija
Selain sektor depan, lini tengah menjadi perhatian utama manajemen. Persija Jakarta dikabarkan tengah membidik Ricky Kambuaya, gelandang enerjik asal Papua yang kini membela Dewa United FC. Kontrak pemain berusia 29 tahun itu bersama Dewa United akan berakhir pada 31 Mei 2026, membuka peluang negosiasi lebih fleksibel.
Kambuaya dikenal sebagai gelandang box-to-box dengan mobilitas tinggi dan mental bertanding kuat. Kehadirannya diyakini mampu menambah daya gedor sekaligus keseimbangan permainan Persija, terutama di tengah padatnya jadwal kompetisi.
Winger Prancis hingga Bek Muda Lokal
Tak hanya mengincar pemain lokal, bursa transfer Persija Jakarta putaran kedua juga menyasar pemain asing. Salah satu nama yang mencuat adalah Yanis Rahmani, winger berkebangsaan Prancis yang saat ini berstatus tanpa klub. Musim lalu, Rahmani sempat tampil di La Liga bersama Malaga FC, pengalaman yang membuatnya menarik di mata tim ibu kota.
Di sisi lain, Persija juga telah mengamankan jasa pemain muda potensial. Fajar Faturahman, bek kanan berusia 23 tahun, resmi direkrut dari Borneo FC Samarinda. Manajemen Persija menunjukkan kepercayaan jangka panjang dengan memberikan kontrak hingga 31 Mei 2029. Langkah ini sejalan dengan strategi regenerasi tim.
Target Striker dan Gelandang Brasil
Persija Jakarta belum berhenti berburu. Nama Andersen Lopez, striker asal Brasil milik Lion City Sailors (Singapura), juga masuk dalam daftar incaran. Penyerang ini dinilai memiliki karakter agresif yang sesuai dengan gaya bermain Persija.
Selain itu, gelandang tengah Brasil milik Dewa United, Hugo Gomez, turut dikaitkan dengan Macan Kemayoran. Kontrak pemain berusia 30 tahun itu akan berakhir pada 30 Juni 2026, membuat peluang transfer terbuka lebar jika negosiasi berjalan lancar.
Baca Juga: Aturan Pengajuan KUR 2026 Dirombak Pemerintah, Ini Syarat Baru yang Perlu Diketahui UMKM
Penjaga Gawang dan Bek Tengah Asing
Di sektor pertahanan, Persija Jakarta juga menyiapkan langkah strategis. Kabar beredar menyebutkan bahwa tim ibu kota berencana mendatangkan penjaga gawang asal Brasil, Pedro Karachi, yang saat ini bermain di kasta kedua Liga Brasil. Kehadirannya diharapkan memperkuat persaingan di bawah mistar gawang.
Tak hanya itu, Persija juga dikabarkan hampir merampungkan transfer Paulo Ricardo, bek tengah Brasil berusia 31 tahun. Pemain tersebut disebut telah meninggalkan klub lamanya, sebuah indikasi kuat bahwa proses kepindahan ke Jakarta tinggal menunggu waktu.
Negosiasi dengan Ivar Jenner
Nama terakhir yang tak kalah menyita perhatian adalah Ivar Jenner, gelandang muda tim nasional Indonesia yang kini memperkuat FC Utrecht. Persija Jakarta dikabarkan telah membuka komunikasi untuk memboyong pemain berusia 22 tahun tersebut.
Kontrak Ivar Jenner bersama FC Utrecht akan berakhir pada 30 Juni 2026. Jika terealisasi, transfer ini bisa menjadi salah satu langkah strategis terbesar Persija, mengingat usia muda dan potensi jangka panjang sang pemain.
Ambisi Besar Macan Kemayoran
Deretan nama yang masuk dalam bursa transfer Persija Jakarta putaran kedua menunjukkan ambisi besar klub kebanggaan The Jakmania. Manajemen tidak hanya mencari pemain untuk menambal kekurangan, tetapi juga sosok yang mampu mengangkat level permainan tim.
Putaran kedua BRI Super League 2025–2026 akan menjadi ujian sejauh mana strategi transfer ini mampu membawa Persija Jakarta kembali ke jalur juara.
Baca Juga: Film Petaka Gunung Gede Raih Respons Positif dari Penonton Horor Indonesia
Editor : Natasha Eka Safrina