JAKARTA - Transfer BRI Super League 2025/2026 memasuki fase paling panas menjelang bergulirnya putaran kedua kompetisi. Sejumlah klub Liga Indonesia bergerak agresif, sementara beberapa nama pemain justru memunculkan tanda tanya besar. Salah satu yang paling menyita perhatian publik adalah hilangnya Dejan Tumbas dari sesi latihan Persebaya Surabaya.
Kabar absennya penyerang asal Serbia itu pertama kali diungkap fanbase aktif @onlinepersebaya. Hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari manajemen maupun tim pelatih terkait keberadaan Dejan Tumbas. Situasi tersebut memicu spekulasi bahwa sang pemain tidak masuk dalam rencana Persebaya untuk putaran kedua Transfer BRI Super League 2025/2026.
Reaksi Bonek Mania pun beragam. Sebagian menyayangkan jika Dejan Tumbas benar-benar hengkang, sementara lainnya mulai menerima kemungkinan perombakan skuad sebagai bagian dari evaluasi tim. Absennya sang striker semakin menguatkan rumor bahwa kontraknya tidak diperpanjang atau akan dilepas ke klub lain.
Persis Solo Tancap Gas di Bursa Transfer
Di tengah situasi Persebaya, Persis Solo justru tampil agresif. Klub berjuluk Laskar Sambernyawa resmi mendatangkan Yabes Roni Mala dari Bali United dengan status pinjaman hingga akhir musim. Winger berusia 30 tahun tersebut langsung dibebani target membantu Persis keluar dari ancaman degradasi.
Yabes Roni mengaku bangga bisa berseragam Persis Solo. Menurutnya, Persis memiliki sejarah besar dan basis suporter fanatik. Dengan pengalaman panjang di Liga 1 dan timnas Indonesia, Yabes diharapkan mampu menjadi pembeda di laga-laga krusial putaran kedua.
Tak berhenti di situ, Persis Solo juga mendatangkan gelandang serang asing asal Serbia, Miroslav Maricik. Pemain berusia 27 tahun itu terakhir membela FK Ratnik Bijeljina di Liga Bosnia dan Herzegovina dengan catatan 41 penampilan, tiga gol, dan satu assist. Kehadirannya diharapkan menambah kreativitas lini tengah Persis pada sisa musim Transfer BRI Super League 2025/2026.
Bali United dan Persib Ambil Sikap Berbeda
Bali United juga ikut meramaikan bursa transfer dengan mendatangkan Yusuf Meilana Fuad Burhani. Bek yang dikenal sebagai bagian penting Persik Kediri saat menjuarai Liga 3 dan Liga 2 musim 2018–2019 itu direkrut untuk memperkuat sektor pertahanan Serdadu Tridatu.
Sementara itu, Persib Bandung justru bersikap hati-hati. Isu ketertarikan terhadap bek asing Gurzawa menuai penolakan dari Bobotoh. Rekam jejak cedera sang pemain dinilai terlalu berisiko, apalagi dengan tuntutan fisik Super League yang tinggi. Bobotoh menilai manajemen Persib harus lebih selektif agar tidak mengganggu stabilitas finansial dan performa tim.
Arema FC, PSM Makassar, dan Persija Diuji
Arema FC turut menjadi sorotan lewat perekrutan Gustavo Franca. Playmaker asal Brasil itu mengaku menerima tawaran setelah mendapat telepon langsung dari Presiden Arema FC. Gustavo Franca berjanji bekerja keras membantu Singo Edan, sementara rumor lain menyebut Arema juga memantau kiper Persis Solo, Gianluca Pandenuwu.
PSM Makassar dikabarkan meminati winger Arema FC, Salim Tuharea. Dengan performa yang menurun dan kemungkinan Arema merekrut winger asing, peluang Salim hijrah ke Makassar cukup terbuka.
Di sisi lain, Persija Jakarta justru diterpa badai cedera dan sanksi. Lima pemain dipastikan absen, termasuk Hanif Syahbandi, Van Basty Sousa, serta Bruno Tubarao yang mendapat larangan bermain dua laga dan denda dari Komdis PSSI. Kondisi ini membuat Macan Kemayoran tampil pincang jelang laga penting.
Bursa Masih Terbuka
Rangkaian Transfer BRI Super League 2025/2026 dipastikan belum berakhir. Dengan banyaknya klub yang masih membutuhkan tambahan kekuatan, kejutan masih sangat mungkin terjadi. Bursa transfer paruh musim kini menjadi faktor krusial yang bisa menentukan nasib klub hingga akhir kompetisi.
Editor : Natasha Eka Safrina