JAKARTA - Persija Jakarta menunjukkan keseriusan penuh menyongsong putaran kedua Super League 2025-2026. Macan Kemayoran tak lagi sekadar ingin bersaing di papan atas, tetapi secara terbuka membidik takhta juara. Manuver agresif di bursa transfer paruh musim menjadi sinyal kuat ambisi tersebut, mulai dari pembenahan lini belakang hingga peningkatan daya gedor di lini depan.
Kehadiran Fajar Faturahman dan striker asal Maroko, Ala Eddine Ajarai, diyakini bakal mengangkat level permainan Persija secara signifikan. Di tengah itu, rumor bergabungnya Ivar Jenner semakin memanaskan bursa transfer dan berpotensi membuat lini tengah Persija jauh lebih solid dan kompetitif.
Manuver Agresif Persija di Bursa Transfer Paruh Musim
Persija Jakarta tak ingin mengulang inkonsistensi di putaran pertama. Manajemen bergerak cepat dengan mendatangkan Fajar Faturahman, bek kanan eks Borneo FC Samarinda, guna menambah kedalaman serta stabilitas sektor pertahanan. Pemain ini dinilai cocok dengan karakter permainan cepat dan agresif yang diusung Mauricio Souza.
Langkah besar berikutnya adalah mengamankan jasa Ala Eddine Ajarai. Striker asal Maroko tersebut datang dengan reputasi mentereng setelah tampil gemilang di India Super League bersama Northeast United FC. Pada musim 2024-2025, Ajarai keluar sebagai top skor dengan 23 gol dan 7 assist serta menyabet gelar pemain terbaik liga. Ketajamannya berlanjut musim ini dengan catatan 10 gol dan 5 assist dari ajang Durand Cup dan Super Cup.
Kehadiran Ajarai menjadi jawaban atas kebutuhan Persija akan striker klinis yang mampu memaksimalkan peluang, terutama di laga-laga krusial yang kerap menentukan perburuan gelar.
Baca Juga: Rumor Ivar Jenner ke Persija Jakarta Menguat, Benarkah Jadi Solusi Lini Tengah Macan Kemayoran?
Rumor Ivar Jenner dan Kebutuhan Lini Tengah Persija
Selain sektor belakang dan depan, perhatian besar tertuju pada lini tengah. Nama Ivar Jenner, gelandang Timnas Indonesia berusia 22 tahun, ramai dikaitkan dengan Persija Jakarta. Kontraknya bersama FC Utrecht yang akan berakhir pada Juni 2026 serta keinginannya mencari menit bermain lebih banyak membuat rumor ini terasa masuk akal.
Manajer Persija, Ardi Cahyoko, menegaskan bahwa sejauh ini klub baru resmi memperkenalkan dua pemain anyar, yakni Fajar Faturahman dan Ala Eddine Ajarai. Meski demikian, ia mengakui bahwa nama Ivar Jenner sempat masuk dalam pembahasan internal.
Jika transfer ini terealisasi, Persija akan mendapat tambahan vital di lini tengah. Sepanjang putaran pertama, Macan Kemayoran dinilai terlalu bergantung pada Fabio Calonego dan Van Basti Souza. Minimnya opsi rotasi membuat intensitas dan kreativitas permainan kerap menurun di menit-menit akhir pertandingan.
Gambaran Formasi Persija di Putaran Kedua
Dengan skuad yang semakin dalam, Mauricio Souza memiliki banyak opsi untuk memaksimalkan kekuatan tim. Dalam skema 3-4-3 atau 4-3-3, Fajar Faturahman berpeluang besar mengisi sisi kanan sebagai wingback atau fullback. Kecepatan, agresivitas, serta kemampuannya naik turun lapangan menjadikannya elemen penting dalam sistem Persija.
Di sektor penjaga gawang, Carlos Eduardo masih berpeluang dipertahankan sebagai pilihan utama. Meski performanya sempat disorot, pengalaman dan ketenangannya tetap menjadi nilai plus sembari manajemen terus mengevaluasi opsi lain.
Jantung pertahanan mengalami perubahan signifikan setelah kepergian Tales Lira. Duet Rizky Ridho dan Jordi Amat kini menjadi fondasi utama berkat kombinasi kepemimpinan, agresivitas, dan kecerdasan membaca permainan. Rumor kedatangan bek Brasil, Paulo Ricardo, juga menguat dan berpotensi menambah dimensi baru di lini belakang Persija.
Lini Tengah dan Daya Gedur Baru Macan Kemayoran
Jika Ivar Jenner benar-benar bergabung, Persija berpeluang memiliki trio gelandang yang sangat komplet. Kombinasi Ivar Jenner, Van Basti Souza, dan Fabio Calonego menawarkan keseimbangan antara kekuatan fisik, distribusi bola rapi, serta agresivitas dalam pressing. Dengan komposisi ini, Persija tak lagi bergantung pada satu atau dua pemain untuk mengontrol tempo permainan.
Di lini depan, Ala Eddine Ajarai hampir pasti menjadi ujung tombak utama. Ia akan didukung oleh Maxwell Susa yang tampil tajam di putaran pertama, serta Alan Osei di sisi sayap. Trisula ini diproyeksikan menjadi ancaman serius bagi setiap lawan di Super League 2025-2026.
Baca Juga: Persija Jakarta Tancap Gas di Bursa Transfer, Bidik Juara Super League 2025–2026
Gustavo Franca Dilepas, Slot Asing Masih Tersisa
Di tengah kedatangan pemain baru, Persija juga melakukan perombakan skuad. Gustavo Franca resmi dilepas pada paruh musim setelah kedua pihak sepakat mengakhiri kerja sama secara profesional. Selama berseragam Persija, Franca tampil dalam 13 dari 17 laga dengan catatan satu gol dan satu assist.
Keputusan melepas Franca tak lepas dari kelebihan kuota pemain asing usai kedatangan Ala Eddine Ajarai. Striker asal Brasil itu kemudian dipinjamkan ke Arema FC hingga akhir musim 2025-2026.
Setelah melepas Gustavo Franca dan Tales Lira, Persija masih menyisakan satu slot pemain asing. Rumor kedatangan Paulo Ricardo pun semakin menguat, menandakan bahwa manuver Macan Kemayoran di bursa transfer belum sepenuhnya selesai.
Persija Siap Tancap Gas Menuju Jalur Juara
Dengan fondasi skuad yang semakin matang, Persija Jakarta kini berada di jalur yang tepat untuk bangkit dan tampil lebih buas di putaran kedua Super League 2025-2026. Perubahan yang dilakukan bukan sekadar tambal sulam, melainkan bagian dari rencana besar untuk menantang dominasi rival hingga akhir musim.
Konsistensi, kedalaman skuad, dan keberanian mengambil keputusan besar akan menjadi kunci. Jika semua kepingan ini menyatu, Macan Kemayoran berpeluang besar kembali ke jalur juara dan menutup musim dengan prestasi tertinggi.
Editor : Dara Shauqy Hadiwijaya