RADAR TULUNGAGUNG - PSSI resmi menunjuk John Herdman sebagai pelatih baru Timnas Indonesia pada awal Januari 2026. Penunjukan ini sekaligus mengakhiri periode tanpa pelatih kepala setelah pemecatan Patrick Kluivert dan jajaran kepelatihan sebelumnya di akhir 2025.
Seiring pengumuman tersebut, publik langsung menyoroti satu hal krusial, yakni gaji John Herdman di Timnas Indonesia.
Kehadiran Herdman menandai babak baru sepak bola nasional pasca kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026. Pengumuman pelatih anyar ini disampaikan langsung melalui situs resmi PSSI serta akun media sosial Timnas Indonesia, yang langsung menuai respons luas dari pecinta sepak bola Tanah Air.
Selain rekam jejaknya yang bertaraf internasional, besaran gaji John Herdman di Timnas Indonesia menjadi perbincangan hangat. Wajar, mengingat PSSI sebelumnya sempat membayar mahal pelatih-pelatih berstatus bintang dunia.
Rekam Jejak John Herdman di Level Dunia
John Herdman bukan nama sembarangan. Pelatih asal Inggris berusia 50 tahun ini dikenal sebagai arsitek kebangkitan sepak bola Kanada. Ia mencatat sejarah dengan membawa Timnas Kanada lolos ke Piala Dunia 2022 Qatar, mengakhiri penantian selama 36 tahun.
Uniknya, perjalanan kepelatihan Herdman tidak dimulai dari sepak bola pria. Ia mengawali karier di sepak bola wanita dan pengembangan usia muda. Pada 2003, Herdman terlibat langsung dalam program pembinaan grassroots di Selandia Baru, sebelum akhirnya dipercaya menukangi Timnas Kanada putri dan putra.
Setelah sukses di level tim nasional, Herdman sempat menangani Toronto FC di Major League Soccer (MLS). Pengalaman di berbagai level inilah yang menjadi daya tarik utama PSSI untuk merekrutnya sebagai pelatih Tim Garuda.
Berapa Gaji John Herdman di Timnas Indonesia?
Isu gaji John Herdman di Timnas Indonesia menjadi sorotan utama setelah penunjukannya diumumkan.
Mengutip laporan media Kanada, Canadian Soccer Daily, Herdman diperkirakan menerima bayaran sekitar US$40.000 per bulan, atau setara Rp670 juta dengan kurs saat ini.
Jika dihitung secara tahunan, gaji tersebut mencapai sekitar Rp8 miliar. Angka ini dinilai sepadan dengan pengalaman Herdman yang pernah tampil di Piala Dunia serta tanggung jawab besar yang diembannya bersama Timnas Indonesia.
Tak hanya menangani tim senior, Herdman juga mendapat mandat tambahan untuk membina Timnas Indonesia U-23. Penugasan ganda ini menunjukkan fokus PSSI pada pembangunan jangka panjang dan regenerasi pemain nasional.
Durasi Kontrak dan Target Jangka Panjang
Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Sumardji, mengungkapkan bahwa kontrak Herdman berdurasi dua tahun mulai 2026, dengan opsi perpanjangan dua tahun berikutnya. Jika klausul tersebut diaktifkan, Herdman berpotensi menukangi Timnas Indonesia hingga 2030.
Skema kontrak ini memperlihatkan pendekatan realistis PSSI, yakni memberi ruang evaluasi sekaligus kesinambungan program jika performa tim menunjukkan progres positif.
Perbandingan Gaji dengan Pelatih Timnas Sebelumnya
Meski terbilang besar, gaji John Herdman di Timnas Indonesia ternyata masih lebih rendah dibanding pelatih sebelumnya. Patrick Kluivert disebut menerima gaji sekitar Rp1,3–1,5 miliar per bulan. Sementara Shin Tae-yong dikabarkan memperoleh bayaran hingga Rp1,9 miliar per bulan.
Perbandingan ini menunjukkan bahwa PSSI kini memilih pendekatan lebih proporsional, menyeimbangkan antara biaya, kualitas pelatih, dan visi pembangunan jangka panjang.
Jadwal Padat Timnas Indonesia Sepanjang 2026
Di bawah arahan Herdman, Timnas Indonesia akan menghadapi agenda padat sepanjang 2026. Mulai dari FIFA Series Maret, FIFA Matchday Juni, hingga Piala AFF 2026 yang digelar Juli–Agustus.
Selain itu, Timnas U-23 juga akan tampil di Asian Games 2026 pada September–Oktober. Agenda ini menjadi ujian awal bagi Herdman untuk mengukur kekuatan skuad dan menerapkan filosofi permainannya.
Dengan rekam jejak mentereng dan struktur kontrak yang terukur, publik kini menanti apakah investasi PSSI pada gaji John Herdman di Timnas Indonesia akan berbuah prestasi nyata di level Asia dan dunia.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula