JAKARTA - Persija Jakarta membuka putaran kedua Super League 2025-2026 dengan hasil meyakinkan.
Macan Kemayoran tampil dominan dan menundukkan Madura United dengan skor 2-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Jumat malam 23 Januari 2026.
Kemenangan ini menjadi penanda kebangkitan Persija Jakarta setelah tekanan besar pasca kekalahan di laga El Clasico.
Persija Jakarta langsung menunjukkan ambisi besar sejak menit awal pertandingan.
Meski tengah mengalami krisis pemain di lini tengah, tim asuhan Mauricio Souza tetap mampu mengontrol permainan dan mendikte tempo.
Dominasi penguasaan bola mencapai 63 persen menjadi bukti bahwa Persija Jakarta mampu tampil solid secara kolektif.
Dua Penalti Antar Persija Jakarta Raih Tiga Poin
Keunggulan Persija Jakarta dibuka melalui gol penalti Gustavo Almeida pada menit ke-44.
Striker asal Brasil tersebut dijatuhkan di kotak terlarang dan mengeksekusi penalti dengan sempurna.
Sepakan keras kaki kanan Gustavo tak mampu dibendung kiper Madura United.
Gol kedua Persija Jakarta hadir di masa injury time babak kedua.
Maxwell Souza kembali memaksa wasit menunjuk titik putih setelah dilanggar penjaga gawang lawan.
Meski sempat gagal pada eksekusi pertama, penalti diulang dan Maxwell sukses mengunci kemenangan.
Selain dua gol penalti, Persija Jakarta tampil sangat dominan.
Macan Kemayoran mencatatkan 18 tembakan dengan lima di antaranya tepat sasaran.
Sebaliknya Madura United gagal menciptakan satu pun shot on target sepanjang laga.
Krisis Gelandang Tak Goyahkan Permainan Persija Jakarta
Kemenangan ini terasa istimewa karena diraih Persija Jakarta di tengah krisis pemain tengah.
Mauricio Souza harus memutar otak dengan menempatkan Jordi Amat sebagai gelandang bertahan.
Adaptasi tersebut berjalan mulus dan membuat lini tengah tetap stabil.
Mauricio Souza mengapresiasi performa timnya terutama di babak pertama.
Ia menilai variasi serangan Persija Jakarta berjalan efektif meski masih ada catatan di penyelesaian akhir.
Tambahan tiga poin ini membawa Persija Jakarta mengoleksi 38 poin dari 18 pertandingan.
Debut Menjanjikan Pemain Anyar Persija Jakarta
Dua rekrutan anyar Persija Jakarta langsung mencuri perhatian pada laga ini.
Fajar Faturrahman dan Alaidin Ajarai menjalani debut mereka di hadapan puluhan ribu Jakmania.
Keduanya turut berkontribusi mengamankan kemenangan Persija Jakarta.
Fajar Faturrahman masuk pada menit ke-83 menggantikan Rio Fahmi.
Meski hanya bermain singkat, bek berusia 23 tahun itu tampil percaya diri.
Ia mencatatkan satu umpan kunci, satu crossing akurat, akurasi umpan 88 persen, serta memenangkan tiga duel.
Debut Fajar semakin spesial karena disaksikan langsung pelatih timnas Indonesia John Heitinga.
Pemain eks Borneo FC itu berharap performanya membuka peluang kembali ke skuad Garuda.
Sementara itu Alaidin Ajarai masuk pada menit ke-69 menggantikan Witan Sulaeman yang cedera.
Penyerang asal Maroko tersebut langsung merepotkan lini belakang Madura United.
Gol yang sempat ia cetak dianulir karena dianggap masuk kotak penalti terlalu cepat.
Bursa Transfer Tegaskan Ambisi Persija Jakarta
Tak berhenti di situ, Persija Jakarta juga agresif di bursa transfer paruh musim.
Macan Kemayoran mendatangkan Shane Patinama dengan kontrak dua setengah musim.
Bek timnas Indonesia ini memiliki pengalaman panjang di Eropa dan Asia.
Shane Patinama pernah menimba ilmu di akademi Ajax dan Utrecht.
Ia juga sempat bermain di Belanda, Norwegia, Belgia, hingga Thailand bersama Buriram United.
Pengalaman internasionalnya diharapkan membawa mental juara ke ruang ganti Persija Jakarta.
Persija Jakarta juga merekrut Paulo Ricardo dari Brasil.
Bek berusia 31 tahun ini memiliki pengalaman bermain di Santos FC hingga kompetisi Eropa.
Kehadirannya diyakini memperkuat organisasi pertahanan dan kepemimpinan tim.
Direktur Persija Jakarta Muhammad Prapanca menegaskan rekrutan anyar ini bagian dari visi besar klub.
Persija Jakarta ingin membangun tim solid dan siap bersaing di jalur juara.
Putaran kedua Super League 2025-2026 menjadi momen pembuktian Macan Kemayoran.
Editor : Ingge Nayla Ayu Karina