RADAR TULUNGAGUNG - Masih banyak yang mengira para pemain Timnas Indonesia menerima gaji tetap setiap bulan dari negara. Padahal anggapan tersebut keliru.
Gaji pemain Timnas Indonesia sejatinya tidak berasal dari PSSI maupun negara, melainkan sepenuhnya dibayarkan oleh klub tempat mereka bernaung, baik di Liga 1 maupun di luar negeri.
Saat membela Timnas Indonesia, para pemain hanya memperoleh bonus pertandingan dan uang saku. Besaran bonus tersebut pun bergantung pada level kompetisi dan hasil yang diraih. Sementara penghasilan utama para pemain tetap berasal dari kontrak profesional bersama klub masing-masing.
Skema ini membuat gaji pemain Timnas Indonesia sangat beragam. Ada yang menerima ratusan juta rupiah per tahun, namun tak sedikit pula yang menikmati bayaran miliaran hingga puluhan miliar rupiah per musim, seiring meningkatnya nilai pasar dan kualitas kompetisi yang diikuti.
Sumber Gaji Pemain Timnas Indonesia
Besaran gaji pemain Timnas Indonesia ditentukan oleh kesepakatan kontrak dengan klub. Faktor seperti usia, posisi, pengalaman internasional, nilai pasar, dan liga tempat bermain sangat memengaruhi nominal gaji yang diterima.
Berikut gambaran gaji pemain Timnas Indonesia berdasarkan bocoran dan data nilai pasar terkini.
Pemain Liga 1 dengan Gaji Miliaran
Pratama Arhan sempat menerima sekitar Rp41 juta per bulan saat membela Tokyo Verdy, atau setara Rp500–600 juta per musim. Nilai transfer bek kiri ini kini mencapai Rp2,5 miliar setelah hijrah ke Bangkok United.
Marselino Ferdinan yang bergabung dengan Oxford United pada Agustus 2024 disebut menerima gaji sekitar 150.000 poundsterling per tahun atau setara Rp2,5 miliar. Nilai transfer eks Persebaya Surabaya itu mencapai Rp5,1 miliar.
Egy Maulana Vikri menjadi salah satu pemain lokal bergaji tertinggi di Liga 1. Bersama Dewa United, Egy diperkirakan menerima Rp4,3 miliar per musim. Sementara nilai pasarnya berada di angka Rp4,6 miliar.
Marc Klok juga masuk jajaran elite. Gajinya di Persib Bandung disebut mencapai Rp6,1 miliar per tahun, seiring nilai pasar yang menyentuh Rp6,8 miliar.
Pemain Naturalisasi dan Eropa dengan Bayaran Fantastis
Nama Sandy Walsh mencuat setelah pindah ke Yokohama F. Marinos. Sebelumnya, ia menerima sekitar Rp3,8 miliar per tahun di klub Belgia, KV Mechelen, dengan nilai transfer mencapai Rp17 miliar.
Jordi Amat pernah menikmati gaji fantastis sebesar Rp18 miliar per tahun saat membela KAS Eupen di Belgia. Kini bersama Johor Darul Ta’zim, nominal gajinya tidak diungkap, namun nilai pasarnya masih di angka Rp12,7 miliar.
Jay Idzes menjadi salah satu pemain Timnas Indonesia dengan nilai pasar tertinggi. Bermain di Venezia, Serie A, ia diperkirakan menerima gaji Rp7,6 miliar per tahun, sementara nilai pasarnya melonjak hingga Rp51 miliar.
Mees Hilgers tercatat menerima Rp6,2 miliar per tahun di FC Twente. Menariknya, nilai transfer bek muda ini menjadi yang tertinggi di Timnas Indonesia, mencapai Rp153 miliar.
Generasi Muda dan Pemain Masa Depan
Justin Hubner menerima sekitar Rp974 juta per tahun bersama Wolves U21. Ivar Jenner di FC Utrecht U21 digaji sekitar Rp896 juta per tahun. Meski belum setinggi seniornya, nilai pasar keduanya terus meningkat.
Kevin Diks menjadi sorotan setelah dipastikan bergabung dengan Borussia Moenchengladbach musim 2025/2026. Saat masih di FC Copenhagen, ia menerima gaji sekitar Rp16,9 miliar per tahun, dengan nilai pasar Rp76 miliar.
Gaji Fantastis, Sepak Bola Indonesia Kian Profesional
Deretan angka gaji pemain Timnas Indonesia tersebut menunjukkan pesatnya perkembangan sepak bola nasional. Klub kini berani membayar mahal pemain lokal dan naturalisasi, seiring tuntutan performa dan eksposur internasional.
Fenomena ini sekaligus menegaskan bahwa kesejahteraan pemain Timnas Indonesia sangat bergantung pada kualitas liga dan karier klub, bukan dari status mereka sebagai pemain tim nasional.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula