Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Pelatih Timnas Futsal Indonesia Kecewa meski Menang atas Vietnam, Singgung Banyak Masalah Jelang Semifinal Lawan Jepang

Krisna Pambudi • Rabu, 4 Februari 2026 | 13:50 WIB
Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, kecewa meski menang atas Vietnam. (Sumber: Antara News)
Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, kecewa meski menang atas Vietnam. (Sumber: Antara News)

RADAR TULUNGAGUNG - Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, melontarkan kritik keras terhadap performa anak asuhnya meski berhasil meraih kemenangan atas Vietnam.

Hasil positif tersebut ternyata tidak sepenuhnya membuat Hector Souto puas.

Pelatih Timnas Futsal Indonesia ini secara terbuka mengaku kecewa dan sedih melihat cara bermain tim yang dinilai jauh dari standar ideal permainan futsal modern.

Dalam evaluasinya, Hector Souto menegaskan bahwa Vietnam justru tampil lebih baik dalam penguasaan permainan.

Indonesia, menurutnya, hanya unggul dalam situasi bola mati atau set piece.

“Kami menang dari set piece, tapi itu bukan cara bermain yang saya inginkan untuk tim nasional,” tegasnya.

Ia menilai para pemain terlalu berhati-hati dan lebih fokus menghindari kesalahan dibanding membangun permainan.

Masalah utama yang disorot Pelatih Timnas Futsal Indonesia adalah buruknya koneksi antarpemain, khususnya saat membangun serangan melalui pivot.

Sejak awal laga, Vietnam bermain sangat direct dan mampu menciptakan tekanan lewat situasi bola mati.

Meski Indonesia sempat mengontrol permainan dan kembali mencetak gol dari set piece, hal itu justru menjadi sinyal bahwa permainan tim belum berkembang.

Babak Pertama Terkontrol, Babak Kedua Justru Menurun

Pada babak pertama, Indonesia masih mampu menjaga keseimbangan permainan.

Vietnam baru benar-benar menguasai laga saat mereka mulai mengoptimalkan peran kiper dalam membangun serangan.

Situasi semakin sulit ketika Indonesia harus menurunkan intensitas pressing akibat jumlah pelanggaran yang sudah mencapai batas.

Memasuki babak kedua, performa tim justru menurun drastis. Pelatih menilai para pemain seperti “tertidur” pada tiga hingga lima menit awal.

Ketika Vietnam kembali memasukkan kiper sebagai bagian dari skema menyerang, Indonesia kembali kesulitan. Pola ini, menurutnya, bukan hal baru dan juga sering terjadi di level futsal dunia.

Meski ada momen di mana pertahanan Indonesia tampil solid, dua kesalahan krusial tetap terjadi.

Padahal, skema tersebut sudah dibahas secara detail dalam sesi latihan resmi dan analisis video.

“Kami bahkan menyiapkan empat video khusus tentang detail permainan lawan,” ujarnya dengan nada kecewa.

Kritik Keras untuk Performa, Bukan Hasil

Pelatih menegaskan bahwa ia selalu membedakan antara hasil dan performa.

Secara hasil, ia mengaku senang karena tim menang dan bahkan memecahkan rekor. Namun dari sisi performa, ia menilai permainan Indonesia jauh dari harapan.

Ia membandingkan laga ini dengan pertemuan sebelumnya melawan Vietnam dalam SEA Games 2025 di Thailand, di mana Indonesia kalah 0-1 namun tampil lebih dominan. “Hari ini justru sebaliknya.

Ini bukan performa yang saya inginkan,” katanya.

Tantangan Besar Hadapi Jepang di Semifinal

Di semifinal, Indonesia sudah ditunggu Jepang. Pelatih menyadari Jepang berada satu level di atas, namun tetap optimistis.

“Peluang kami memang tidak besar, tapi kami punya kesempatan,” ujarnya.

Ia berjanji akan mendorong pemain untuk pulih maksimal dan tampil jauh lebih baik.

Ia juga menyoroti pentingnya perkembangan futsal nasional, termasuk kebutuhan akan kiper yang mampu bermain dengan kaki.

Menurutnya, futsal modern menuntut semua pemain, termasuk penjaga gawang, aktif dalam membangun permainan.

Peringatan Menuju Piala Dunia

Lebih jauh, pelatih mengingatkan bahwa peningkatan performa adalah kunci jika Indonesia ingin bersaing di level dunia.

Ia menegaskan, lolos ke Piala Dunia saja tidak cukup tanpa kualitas permainan yang meningkat.

“Kalau dalam dua tahun ke depan kami tidak berkembang, akan sangat sulit bersaing di Piala Dunia,” tandasnya.

Menjelang laga semifinal, fokus utama tim adalah pemulihan fisik. Beberapa pemain disebut tampil dalam kondisi cedera, sementara pemain dari kedua tim mengalami kram.

Program pemulihan ketat, mulai dari istirahat cukup, nutrisi, hingga terapi, sudah disiapkan demi menghadapi Jepang dengan level permainan yang berbeda.***

Editor : Vidya Sajar Fitri
#indonesia vs vietnam #Pelatih Timnas Futsal Indonesia #Semifinal Futsal #timnas futsal indonesia #Lawan Jepang