Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Bangkit dari Anak Tiri! Timnas Futsal Indonesia Piala Asia Futsal 2026 Menjelma Kekuatan Asia, Ini Rahasia Transformasinya

Nabiyah Putri Wibowo • Kamis, 5 Februari 2026 | 13:40 WIB

Kisah kebangkitan Timnas Futsal Indonesia Piala Asia Futsal 2026, dari anak tiri PSSI hingga jadi kekuatan baru Asia.
Kisah kebangkitan Timnas Futsal Indonesia Piala Asia Futsal 2026, dari anak tiri PSSI hingga jadi kekuatan baru Asia.
RADAR TULUNGAGUNG - Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Piala Asia Futsal 2026 layak disebut sebagai kisah kebangkitan paling dramatis di olahraga nasional.

Dulu, skuad Garuda futsal kerap dipandang sebelah mata, bahkan oleh federasinya sendiri.

Kini, Indonesia tampil sebagai kekuatan yang disegani di Asia, memastikan lolos ke perempat final Piala Asia Futsal 2026 dengan cara meyakinkan.

Indonesia tampil menggigit di fase grup. Skuad Garuda sukses melibas Kirgistan dan Korea Selatan, dua lawan yang sebelumnya kerap menyulitkan.

Saat publik menantikan laga melawan Irak, Indonesia sudah lebih dulu mengamankan tiket ke babak delapan besar.

Prestasi ini menegaskan bahwa Timnas Futsal Indonesia Piala Asia Futsal 2026 bukan lagi penggembira.

Baca Juga: Piala Asia Futsal 2026: Timnas Indonesia Cetak Sejarah Lolos Semifinal, Tantang Jepang di Laga Super Big Match

Dulu Berbakat, Tapi Kehilangan Arah

Pada masa lalu, timnas futsal Indonesia kerap diibaratkan seperti orkestra berbakat tanpa dirijen.

Pemain-pemain Indonesia dikenal memiliki skill individu tinggi dan teknik mumpuni. Namun saat berhadapan dengan persaingan ketat di level Asia, permainan Indonesia kerap runtuh.

Dominasi Thailand dan Vietnam menjadi tembok besar yang sulit ditembus.

Timnas futsal Indonesia tertinggal jauh, bahkan di kawasan Asia Tenggara. Kondisi ini tidak terlepas dari minimnya perhatian dan dukungan struktural terhadap futsal nasional.

Futsal Pernah Dianak Tirikan

Legenda futsal Indonesia, Fenard Hutabarat, secara terbuka pernah menyebut futsal sebagai “anak tiri” di bawah naungan PSSI.

Mengutip OneFootball, Fenard mengungkapkan bahwa futsal kerap diperlakukan sebagai olahraga kelas dua, tidak mendapat perhatian setara dengan sepak bola.

Bukti paling nyata terlihat saat Indonesia menjuarai Piala AFF Futsal 2010. Prestasi bersejarah itu nyaris luput dari ingatan publik.

Bahkan hingga 13 tahun kemudian, bonus juara yang dijanjikan belum juga cair. Tak hanya itu, timnas futsal kala itu bahkan harus mengenakan jersey sisa timnas sepak bola, dengan ukuran yang tidak layak.

Baca Juga: Hasil Piala Asia Futsal 2026 Hari Ini: Indonesia Singkirkan Vietnam 3-1, Tantang Jepang di Semifinal

Transformasi Dimulai dari Struktur

Kondisi ironis tersebut akhirnya memicu perubahan besar. Sekitar 2014–2015, Badan Futsal Nasional (BFN) dibubarkan dan digantikan oleh Federasi Futsal Indonesia (FFI).

Perubahan ini menjadi titik balik pengelolaan futsal nasional.

FFI kini berada langsung di bawah naungan PSSI dengan otonomi yang lebih besar, sekaligus dukungan finansial yang lebih kuat.

Kompetisi liga ditata ulang, klub didorong berinvestasi jangka panjang, dan ekosistem futsal mulai tumbuh sehat.

Masuknya investor visioner turut mempercepat transformasi.

Klub seperti Bintang Timur Surabaya dan Pendekar United berkembang pesat, bahkan mampu mendatangkan pelatih asing kelas dunia.

Sentuhan Pelatih Asing Ubah Mentalitas

Perubahan paling signifikan terjadi pada aspek taktik dan mentalitas. Kehadiran pelatih asing seperti Kensuke Takahashi (2018–2021) memberi fondasi permainan yang lebih terorganisir.

Pemain Indonesia mulai bermain dengan struktur, bukan sekadar mengandalkan skill.

Fondasi itu kemudian disempurnakan oleh Muhammad Hashemzadeh, yang membawa Indonesia lolos ke perempat final Piala Asia Futsal 2022 untuk pertama kalinya. Kini, tongkat estafet berada di tangan Hektor Soto.

Era Hektor Soto dan Futsal Modern

Di bawah arahan Hektor Soto, Timnas Futsal Indonesia Piala Asia Futsal 2026 tampil jauh lebih modern.

Soto tidak hanya bertindak sebagai pelatih, tetapi juga direktur teknik. Ia menerapkan pendekatan berbasis data, analisis video, dan strategi adaptif sesuai karakter pemain.

Indonesia kini dikenal memiliki pressing agresif, transisi cepat, serta skema bola mati yang mematikan. Hasilnya nyata.

Indonesia menjuarai Piala AFF Futsal 2024, mengalahkan Thailand 5-1 di semifinal dan Vietnam di final. Setahun berselang, Indonesia bahkan membantai Thailand 6-1 di final SEA Games 2025.

Ranking Dunia Naik, Mimpi Kian Nyata

Dampak kebangkitan ini terlihat jelas di ranking FIFA. Per 31 Januari 2026, Indonesia naik ke peringkat 24 dunia, dari sebelumnya posisi 28. Di level Asia, Indonesia kini menembus enam besar.

Momentum positif ini membuka harapan besar. Bukan tidak mungkin, futsal justru menjadi cabang yang lebih dulu mengantar Indonesia tampil di Piala Dunia.

Dari anak tiri, kini Timnas Futsal Indonesia Piala Asia Futsal 2026 menjelma simbol transformasi olahraga nasional.

Baca Juga: Hasil Piala Asia Futsal 2026 Hari Ini: Indonesia Singkirkan Vietnam 3-1, Tantang Jepang di Semifinal

Editor : Nabiyah Putri Wibowo
#futsal #Ranking FIFA Futsal #Piala Asia Futsal 2026 #timnas futsal indonesia #federasi futsal indonesia