RADAR TULUNGAGUNG – Rio Matsumura dipinjamkan Persija Jakarta ke Bhayangkara Presisi FC pada putaran kedua BRI Super League 2025/2026. Keputusan ini langsung menjadi perhatian publik setelah gelandang asal Jepang tersebut mengungkap pengalaman pahit selama membela Macan Kemayoran, termasuk soal gaji telat berbulan-bulan dan tantangan cedera.
Rio Matsumura dipinjamkan Persija bukan tanpa alasan. Musim ini menjadi periode berat bagi sang pemain yang harus menepi sejak Agustus 2025 akibat cedera hamstring. Ia bahkan menjalani operasi dan membutuhkan waktu sekitar empat bulan untuk pemulihan sebelum akhirnya kembali ke kondisi siap bertanding.
Namun, nasib kurang beruntung masih membayangi. Saat menjalani laga comeback melawan Semen Padang FC, Rio justru menerima sanksi dari Komdis PSSI berupa larangan bermain selama empat pertandingan. Setelah itu, kesempatan tampil pun belum kembali datang.
Baca Juga: Rapel dan Kenaikan Gaji Pensiun: TASPEN Tegaskan Belum Ada Keputusan Pemerintah, Hindari Hoaks
Alasan Persija Pinjamkan Rio Matsumura
Direktur Olahraga Persija Jakarta, Bambang Pamungkas, menegaskan bahwa keputusan peminjaman diambil setelah melalui pertimbangan matang. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menjaga perkembangan karier pemain berusia 30 tahun itu.
“Rio punya tempat spesial di Persija. Keputusan ini diambil dengan banyak pertimbangan karena kami menghargai kontribusinya. Kami percaya masa peminjaman ini bisa menjadi ruang baginya untuk bangkit,” ujar Bambang.
Selain faktor kebugaran dan menit bermain, kedatangan pemain asing baru juga memengaruhi keputusan tersebut. Teranyar, Persija mendatangkan gelandang asal Brasil, Jan Mota—pemain yang pernah satu tim dengan Lionel Messi di Inter Miami.
Masuknya Jan Mota membuat jumlah pemain asing Persija menjadi 12, melebihi kuota maksimal liga yang hanya memperbolehkan 11 pemain. Situasi ini memaksa manajemen melepas satu nama, dan Rio Matsumura akhirnya menjadi pilihan untuk dipinjamkan.
Curahan Hati Rio: Cedera hingga Gaji Tak Dibayar
Dalam unggahan emosional di Instagram, Rio menyampaikan rasa terima kasih karena pernah menjadi bagian dari Persija selama hampir tiga tahun. Ia juga bangga sebagai pemain Jepang pertama dalam sejarah klub tersebut.
Namun di balik itu, Rio menyinggung berbagai kendala yang sempat dihadapinya, terutama masalah keuangan klub.
“Sampai musim lalu, tim harus berjuang melewati masa yang sangat sulit karena masalah keuangan. Ada kalanya gaji tidak dibayarkan selama berbulan-bulan sejak awal musim,” tulisnya.
Ia juga mengungkap bahwa tim pernah bermain tanpa dukungan penonton di tribun, situasi yang membuat perjuangan terasa semakin berat.
Meski demikian, Rio melihat kondisi klub mulai membaik. Ia menilai Persija kini menunjukkan stabilitas finansial dan berharap momentum positif tersebut bisa terus berlanjut.
“Untungnya musim ini klub dalam kondisi keuangan yang stabil dan saya percaya tim sedang menikmati periode yang sangat positif,” tambahnya.
Baca Juga: Panji Pragiwaksono Jalani Hukum Adat Toraja, Minta Maaf dan Dijatuhi Denda 1 Babi serta 5 Ayam
Harapan Bangkit Bersama Bhayangkara FC
Peminjaman ini menjadi kesempatan baru bagi Rio Matsumura untuk mendapatkan menit bermain lebih banyak sekaligus mengembalikan performa terbaiknya. Bhayangkara Presisi FC dinilai bisa menjadi tempat ideal bagi sang gelandang untuk membangun kembali kepercayaan diri setelah melewati fase sulit.
Bagi Persija, langkah ini juga bagian dari strategi menjaga keseimbangan skuad agar tetap kompetitif di sisa musim. Apalagi, persaingan di papan klasemen semakin ketat dan setiap klub dituntut memiliki komposisi pemain yang efektif.
Kepergian Rio memang meninggalkan cerita tersendiri. Ia bukan hanya pemain asing, tetapi juga sosok yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan tim beberapa musim terakhir.
Kini, publik menanti apakah keputusan ini akan membawa dampak positif bagi kedua belah pihak. Jika Rio mampu bersinar bersama Bhayangkara, bukan tidak mungkin ia kembali dengan versi yang lebih kuat.
Sementara itu, Persija Jakarta diharapkan mampu mempertahankan stabilitas finansial sekaligus meningkatkan performa tim agar tak lagi dihantui persoalan internal. Dengan kondisi yang disebut semakin sehat, Macan Kemayoran punya peluang besar untuk kembali menjadi penantang serius di kompetisi domestik.
Baca Juga: Saham BUMI Bersiap Akuisisi Lagi 6–12 Bulan ke Depan, Narasi Diversifikasi Makin Panjang hingga 2031
Editor : Rosana Mar'atu Solikah