RADAR TULUNGAGUNG – Rio Matsumura kembali menjadi sorotan setelah membongkar masalah finansial Persija Jakarta, termasuk keterlambatan gaji berbulan-bulan saat dirinya masih berseragam Macan Kemayoran. Di saat bersamaan, perhatian publik juga tertuju pada Persib Bandung yang bersiap menghadapi Racaburi FC pada babak 16 besar AFC Champions League 2 (ACL2) 2025-2026.
Rio Matsumura mengungkap bahwa perjalanan kariernya di Persija tidak selalu berjalan mulus. Meski pernah menjadi pemain kunci, gelandang asal Jepang itu harus melalui masa sulit sebelum akhirnya dipinjamkan ke Bhayangkara FC pada bursa transfer paruh musim.
Pengakuan Rio Matsumura soal gaji Persija telat langsung mengejutkan suporter. Apalagi, ia dikenal sebagai salah satu pemain paling berpengaruh dalam dua musim terakhir.
Baca Juga: Panji Pragiwaksono Jalani Hukum Adat Toraja, Minta Maaf dan Dijatuhi Denda 1 Babi serta 5 Ayam
Curhat Rio Matsumura soal Masalah Finansial Persija
Dalam surat perpisahannya kepada Persija dan Jakmania, Rio menyampaikan rasa terima kasih karena telah dipercaya menjadi pemain Jepang pertama dalam sejarah klub. Namun ia tak menutupi fakta bahwa tim sempat dihantam persoalan keuangan.
“Hingga musim lalu, tim harus berjuang melalui masa yang sangat sulit akibat permasalahan finansial. Ada masa ketika gaji tidak dibayarkan selama berbulan-bulan sejak awal musim,” tulis Rio.
Situasi tersebut bahkan diperparah dengan pertandingan tanpa penonton akibat kondisi tertentu, membuat tekanan terhadap pemain semakin besar. Meski begitu, skuad tetap berusaha memberikan performa terbaik.
Selama dua setengah musim membela Persija, pemain berusia 31 tahun itu mencatatkan 72 penampilan dengan torehan 17 gol dan 18 assist. Statistik tersebut menegaskan perannya sebagai motor serangan tim.
Cedera hamstring yang dialami pada Agustus 2025 menjadi titik balik kariernya. Ia harus naik meja operasi dan baru menjalani debut musim ini pada pekan ke-15 saat Persija kalah 0-1 dari Semen Padang.
Nasib buruk berlanjut ketika Rio mendapat sanksi larangan bermain empat pertandingan dari Komdis PSSI karena dianggap melontarkan kata-kata tidak pantas kepada perangkat pertandingan.
Selain itu, bertambahnya kuota pemain asing yang dimanfaatkan Persija dengan mendatangkan sejumlah pemain Brasil membuat posisinya semakin terpinggirkan.
Persib Bandung Ditantang Racaburi FC di Laga Krusial
Sementara itu, atmosfer berbeda justru menyelimuti Persib Bandung. Maung Bandung akan menghadapi Racaburi FC dalam duel dua leg babak 16 besar ACL2, dengan laga pertama digelar di Stadion Dragon Solar Park, Thailand.
Gelandang Persib, Adam Alis, menegaskan bahwa tim datang dengan kesiapan penuh. Ia menyebut sesi latihan berjalan optimal dan seluruh pemain memahami pentingnya laga fase gugur.
“Persiapan saya pribadi sudah siap. Kita berharap bisa mendapat poin dan hasil maksimal di Thailand karena ini sudah fase 16 besar,” ujarnya.
Adam juga mengingatkan rekan-rekannya agar tidak meremehkan lawan. Racaburi saat ini berada di papan atas Liga Thailand dan dinilai mengalami perkembangan signifikan berkat tambahan pemain baru.
Meski demikian, kepercayaan diri Persib meningkat setelah performa solid di fase grup. Adam sendiri membawa modal positif usai mencetak dua gol dalam kemenangan 3-2 atas Selangor.
Baca Juga: Saham BUMI Bersiap Akuisisi Lagi 6–12 Bulan ke Depan, Narasi Diversifikasi Makin Panjang hingga 2031
Boyan Hodak Siapkan Taktik Berbeda
Pelatih Persib, Bojan Hodak, memboyong 22 pemain ke Thailand. Namun tim tidak berangkat dengan kekuatan penuh karena tiga pilar utama—Marc Klok, Julio Cesar, dan Beckham Putra Nugraha—dipastikan absen akibat cedera.
Kendati demikian, Hodak tetap optimistis. Kedalaman skuad dianggap cukup untuk menutup kekosongan tersebut.
Persib diprediksi tetap mengandalkan formasi 4-3-3 dengan Teja Paku Alam di bawah mistar. Lini pertahanan kemungkinan diperkuat duet Patricio Matricardi dan Federico Barba, sementara sektor tengah akan dikomandoi Tom Hey bersama Adam Alis.
Di lini depan, Andrew Jung berpeluang menjadi ujung tombak dengan dukungan winger cepat seperti Berguinho dan William Barros.
Legenda Persib, Atep, bahkan menilai skuad saat ini cukup kompetitif untuk melangkah ke perempat final. Jika berhasil melaju jauh, Persib bukan hanya mengharumkan nama klub, tetapi juga meningkatkan koefisien kompetisi Indonesia di level Asia.
Pertandingan ini pun menjadi momentum penting bagi Maung Bandung untuk membuktikan diri sebagai kekuatan baru sepak bola nasional.
Di tengah kabar Rio Matsumura dan persoalan finansial Persija, kiprah Persib di Asia menghadirkan narasi berbeda—tentang ambisi, kesiapan, dan peluang mencetak sejarah.
Baca Juga: Saham BUMI Turun ke 300? Ini Analisis Lengkap Fundamental, Isu MSCI, dan Perbandingan dengan DEWA
Editor : Rosana Mar'atu Solikah