Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Taktik Maurio Souza Disorot Usai Kekalahan Persija, Pemain Mahal Cuma Jadi Cadangan? Manajemen Dikabarkan Siapkan Evaluasi Besar

Rosana Mar'atu Solikah • Rabu, 11 Februari 2026 | 16:35 WIB

Taktik Maurio Souza disorot usai kekalahan Persija. Pemain mahal jadi cadangan, manajemen dikabarkan siapkan evaluasi besar.
Taktik Maurio Souza disorot usai kekalahan Persija. Pemain mahal jadi cadangan, manajemen dikabarkan siapkan evaluasi besar.

RADAR TULUNGAGUNG – Taktik Maurio Souza menjadi sorotan tajam setelah kekalahan Persija kembali memancing kemarahan suporter. Banyak pihak menilai kekalahan tersebut bukan semata karena kualitas pemain, melainkan akibat strategi yang dianggap membingungkan dan sulit dipahami.

Taktik Maurio Souza dinilai membuat Persija tampil tanpa arah dalam laga penting yang seharusnya bisa dimaksimalkan. Dengan ekspektasi tinggi dan materi pemain bertabur bintang, Macan Kemayoran justru terlihat seperti tim yang belum menemukan identitas permainan.

Kritik terhadap taktik Maurio Souza semakin keras karena sejumlah pemain mahal justru lebih sering duduk di bangku cadangan. Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar soal rencana permainan sang pelatih.

Baca Juga: BMKG Deteksi Tiga Bibit Siklon Tropis Sekaligus di Sekitar Indonesia, Ini Wilayah yang Berpotensi Terdampak Cuaca Ekstrem

Pemain Mahal Diparkir, Strategi Dipertanyakan

Keputusan Maurio Souza memarkir nama-nama seperti Sain Patinama, Mauro Zelstra, hingga Jin Mota membuat publik geleng kepala. Ketiganya didatangkan dengan biaya besar dan harapan tinggi untuk mendongkrak performa tim.

Ironisnya, ketika lini permainan Persija terlihat buntu, tidak ada respons taktik signifikan dari pelatih. Pergantian pemain dinilai terlambat, formasi monoton, dan instruksi di lapangan dianggap membingungkan.

Persija pun terlihat bermain tanpa komando. Bola lebih banyak berputar di area aman tanpa progres berarti, sementara lawan dengan mudah membaca pola serangan.

Suporter mulai geram. Banyak yang mempertanyakan tujuan belanja besar jika pemain berkualitas hanya menjadi penghias bangku cadangan.

Sain Patinama yang dikenal agresif dan berpengalaman di level internasional dinilai seharusnya mampu memberi warna di sisi lapangan. Mauro Zelstra yang digadang sebagai solusi lini depan juga tak mendapat kesempatan menunjukkan kualitasnya. Nasib serupa dialami Jin Mota yang lebih sering muncul di daftar cadangan ketimbang di lapangan.

Persija Dinilai Kehilangan Arah Permainan

Kekalahan ini membuka mata banyak pihak bahwa masalah utama Persija bukan sekadar performa pemain, tetapi ketidakjelasan arah taktik sejak menit awal.

Permainan tim terlihat kaku, mudah ditebak, serta minim variasi serangan. Transisi dari bertahan ke menyerang berjalan lambat dengan jarak antar lini yang renggang.

Yang makin memancing emosi suporter adalah sikap pelatih yang dianggap terlalu kaku dengan strateginya. Saat tim tertinggal dan membutuhkan gol, tidak terlihat keberanian untuk mengambil risiko atau melakukan perubahan besar.

Situasi tersebut memicu spekulasi soal ketidaksinkronan antara manajemen dan tim pelatih. Publik bertanya apakah pemain-pemain mahal itu direkrut atas permintaan pelatih atau justru hasil kebijakan manajemen.

Jika memang tidak cocok dengan skema permainan, pertanyaan pun muncul: mengapa mereka didatangkan dengan investasi besar?

Baca Juga: Update Cuaca BMKG 10 Februari 2026: Peringatan Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Jawa, NTB, NTT dan Sulawesi Barat

Kritik Suporter Memuncak, Media Sosial Memanas

Kekecewaan suporter langsung membanjiri media sosial. Banyak yang menyebut strategi Maurio Souza sebagai eksperimen gagal bahkan “lelucon mahal”.

Sebab, tim dengan kualitas pemain tinggi seharusnya mampu bersaing di papan atas, bukan tampil seperti klub yang kehilangan ide permainan.

Bagi suporter, kalah karena perbedaan kualitas mungkin masih bisa diterima. Namun kalah akibat keputusan pelatih yang membingungkan dianggap sebagai kesalahan besar.

Manajemen Persija Dikabarkan Mulai Bergerak

Kekalahan demi kekalahan akhirnya memancing reaksi serius dari manajemen. Sumber internal menyebutkan bahwa performa tim dan keputusan taktik Maurio Souza kini masuk agenda evaluasi besar-besaran.

Manajemen tidak hanya menyoroti hasil akhir, tetapi juga cara bermain serta pemanfaatan pemain mahal yang sejauh ini dinilai belum optimal.

Tekanan terhadap Maurio Souza disebut berada di titik tertinggi sejak ia menangani Persija. Bahkan, beredar kabar bahwa sang pelatih telah menerima sinyal peringatan keras—sebuah ultimatum tidak tertulis.

Ia dituntut segera memperbaiki hasil, memperjelas arah permainan, dan memaksimalkan potensi skuad. Jika dalam beberapa pertandingan ke depan Persija masih tampil tanpa identitas, posisi Maurio Souza dikabarkan tidak lagi aman.

Isu pergantian pelatih pun mulai berembus. Beberapa nama pelatih lokal maupun asing disebut masuk radar sebagai opsi darurat.

Meski belum ada keputusan resmi, satu hal menjadi jelas: kesabaran manajemen ada batasnya.

Bagi klub sebesar Persija, kekalahan mungkin bagian dari kompetisi. Namun tampil tanpa rencana adalah hal yang sulit ditoleransi. Laga-laga berikutnya pun berpotensi menjadi penentuan nasib Maurio Souza di kursi pelatih Macan Kemayoran.

Baca Juga: Update Prakiraan Cuaca BMKG 11 Februari 2026: Hujan Lebat hingga Sangat Lebat Ancam Jawa, NTB-NTT, Waspada Siklonik di Samudra Hindia

Editor : Rosana Mar'atu Solikah
#Kekalahan Persija #Pemain mahal Persija #Evaluasi pelatih Persija #Taktik Maurio Souza #macan kemayoran