RADAR TULUNGAGUNG - Masa depan Mauricio Souza di Persija Jakarta mulai menjadi sorotan seiring mendekatnya akhir musim Super League 2025-2026. Pelatih asal Brasil itu dipastikan hanya terikat kontrak hingga Juni 2026, namun hingga kini belum ada pembicaraan resmi mengenai perpanjangan masa kerjanya bersama tim berjuluk Macan Kemayoran.
Situasi ini memunculkan tanda tanya besar terkait kelanjutan karier Mauricio Souza di Persija Jakarta, apalagi performa tim ibu kota sedang dalam tren positif. Meski demikian, sang pelatih menegaskan belum ingin membahas kontrak dan memilih memusatkan perhatian pada target tim di kompetisi domestik musim ini.
Didatangkan menjelang bergulirnya Super League 2025-2026, Mauricio Souza di Persija Jakarta dikontrak dengan durasi satu musim. Manajemen sebelumnya menyelipkan opsi perpanjangan apabila sang pelatih mampu membawa Persija meraih gelar juara. Kini peluang itu masih terbuka lebar.
Persija Masih di Jalur Perebutan Gelar
Persija saat ini duduk di posisi ketiga klasemen sementara Super League 2025-2026 dengan koleksi 41 poin. Posisi tersebut membuat peluang juara belum tertutup, terutama jika Macan Kemayoran mampu menjaga konsistensi di sisa pertandingan musim ini.
Performa stabil Persija tak lepas dari sentuhan taktik Mauricio Souza. Di bawah arahannya, permainan tim terlihat lebih disiplin, terutama dalam transisi bertahan ke menyerang. Lini tengah menjadi lebih hidup, sementara pertahanan tampil lebih solid dibanding awal musim.
Meski peluang juara masih ada, Souza tetap menolak membicarakan masa depannya. Kepada awak media, pelatih berusia 50 tahun itu menegaskan fokus utamanya saat ini adalah pertandingan demi pertandingan, bukan kontrak.
Baca Juga: Saham BUMI Turun ke 300? Ini Analisis Lengkap Fundamental, Isu MSCI, dan Perbandingan dengan DEWA
Fokus Hadapi Arema FC di SUGBK
Dalam waktu dekat, Persija akan menghadapi laga penting kontra Arema FC pada pekan ke-20 Super League 2025-2026. Duel tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat, Minggu 8 Februari 2026.
Pertandingan melawan tim berjuluk Singo Edan diprediksi berjalan ketat. Arema dikenal sebagai lawan yang sulit, terutama saat bermain dengan intensitas tinggi di lini tengah. Karena itu, Mauricio Souza menekankan pentingnya konsentrasi penuh dari seluruh pemain.
Menurutnya, kemenangan atas Arema bisa menjadi momentum penting untuk menjaga posisi Persija di papan atas klasemen. Ia juga meminta para pemain tidak terpengaruh isu di luar lapangan, termasuk spekulasi tentang kontraknya.
Opsi Bertahan Masih Terbuka
Walau belum ada pembicaraan resmi, Mauricio Souza tidak menutup pintu untuk tetap bersama Persija. Ia menyebut masih ada waktu bagi dirinya dan manajemen untuk duduk bersama membahas masa depan setelah kompetisi mendekati akhir musim.
Sikap profesional menjadi prioritas sang pelatih. Ia menilai pembahasan kontrak bukan hal mendesak saat tim masih berjuang di jalur perebutan gelar. Fokus penuh pada performa tim dinilai jauh lebih penting demi menjaga peluang juara tetap hidup.
Di sisi lain, manajemen Persija juga belum memberikan pernyataan resmi terkait rencana perpanjangan kontrak. Situasi ini membuat masa depan Mauricio Souza masih menggantung, meski peluang bertahan tetap ada jika target musim tercapai.
Baca Juga: Bansos PKH dan BPNT Tahap 1 Februari 2026 Cair, 18 Juta KPM Terima hingga Rp 600 Ribu
Keputusan Tunggu Akhir Musim
Besar kemungkinan pembicaraan kontrak baru akan dilakukan setelah musim mendekati akhir. Hasil akhir Persija di Super League 2025-2026 diyakini menjadi faktor utama dalam menentukan apakah kerja sama akan berlanjut atau tidak.
Untuk saat ini, Mauricio Souza memilih menjawab spekulasi dengan kinerja di lapangan. Jika mampu membawa Persija finis di puncak atau minimal bersaing ketat hingga akhir, peluangnya bertahan jelas semakin besar.
Dengan persaingan papan atas yang masih ketat, setiap laga menjadi krusial. Bagi Mauricio Souza, masa depannya di Persija mungkin belum pasti, tetapi satu hal yang jelas: target utama tetap membawa Macan Kemayoran tampil maksimal hingga akhir musim.
Editor : Lucky Naiha Syafira