Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

AC Milan Pilih Jai Idzes Ketimbang Sergio Ramos! Ini Alasan Rossoneri Lebih Tergiur Kapten Timnas Indonesia

Axsha Zazhika • Jumat, 13 Februari 2026 | 20:35 WIB
AC Milan Pilih Jai Idzes Ketimbang Sergio Ramos! Ini Alasan Rossoneri Lebih Tergiur Kapten Timnas Indonesia
AC Milan Pilih Jai Idzes Ketimbang Sergio Ramos! Ini Alasan Rossoneri Lebih Tergiur Kapten Timnas Indonesia

TULUNGAGUNG - Isu AC Milan pilih Jai Idzes ketimbang Sergio Ramos menjadi sorotan hangat jelang bursa transfer Januari. Bek berusia 25 tahun yang kini membela Sassuolo itu dikabarkan masuk prioritas utama Rossoneri untuk memperkuat lini pertahanan.

Kabar AC Milan pilih Jai Idzes ketimbang Sergio Ramos mencuat setelah manajemen disebut menolak tawaran Ramos yang saat ini berstatus tanpa klub. Alih-alih merekrut nama besar dengan segudang pengalaman, Milan justru memprioritaskan sosok muda dengan prospek jangka panjang.

Keputusan AC Milan pilih Jai Idzes ketimbang Sergio Ramos dinilai sebagai langkah strategis. Selain faktor usia, pertimbangan teknis dan finansial menjadi alasan utama Rossoneri lebih condong kepada kapten Timnas Indonesia tersebut.

Milan Utamakan Proyek Jangka Panjang

Sergio Ramos memang memiliki reputasi kelas dunia. Namun usia yang tak lagi muda serta tuntutan gaji tinggi membuat manajemen Milan berpikir ulang. Rossoneri tengah membangun fondasi jangka panjang, bukan solusi instan.

Di sisi lain, Jai Idzes dinilai sebagai bek modern dengan kemampuan komplet. Ia kuat dalam duel udara, tenang dalam membaca permainan, serta memiliki akurasi umpan yang tinggi. Statistiknya bersama Sassuolo menunjukkan konsistensi performa di Serie A.

Milan juga disebut sudah menjalin komunikasi awal dengan agen Idzes dan pihak klub. Jika transfer ini terealisasi, nilainya diprediksi melambung dari harga awal saat ditebus Sassuolo sebesar 8 juta euro dari Venezia.

Alasan Teknis dan Faktor Bisnis

Seorang jurnalis Italia mengungkap sejumlah alasan yang membuat Milan tertarik. Idzes dianggap memiliki karakter kepemimpinan kuat. Ban kapten Timnas Indonesia yang ia kenakan mempertegas kualitas mentalnya.

Secara teknis, ia mampu beradaptasi dengan berbagai skema pertahanan. Kemampuan distribusi bola dari lini belakang menjadi nilai tambah yang sangat dicari klub-klub elite Eropa.

Dari sisi bisnis, merekrut pemain Indonesia juga membuka potensi pasar besar di Asia Tenggara. Basis penggemar sepak bola Indonesia yang masif dinilai menjadi keuntungan komersial tersendiri bagi Milan.

Baca Juga: BKN Buka Suara! PPPK Bisa Jadi PNS tapi Tidak Otomatis, Menunggu Revisi UU ASN dan Seleksi CPNS

Terkait kontrak, media Italia menyebut Idzes saat ini menerima gaji sekitar 1,1 juta euro per musim di Sassuolo. Jika bergabung dengan Milan, nominal tersebut diyakini akan meningkat signifikan.

Inter Milan Ikut Mengintai

Tak hanya Milan, rival sekota Inter Milan juga dikabarkan memantau situasi Jai Idzes. Nerazzurri melihatnya sebagai opsi pengganti jangka panjang untuk bek senior mereka.

Persaingan dua klub raksasa tersebut membuat peluang transfer semakin menarik. Bagi Idzes, kesempatan tampil di Liga Champions dengan bayaran fantastis tentu menjadi momen emas dalam kariernya.

Kini keputusan berada di tangan Sassuolo dan sang pemain. Bursa transfer Januari akan menjadi penentu apakah saga ini berujung pada kepindahan bersejarah.

SEA Games 2025 Disorot

Di sisi lain, kabar dari Asia Tenggara juga menyita perhatian. Kesiapan Thailand sebagai tuan rumah SEA Games 2025 mendapat kritik tajam setelah sejumlah insiden memalukan terjadi.

Mulai dari kesalahan pemasangan bendera saat laga sepak bola wanita hingga tidak diputarnya lagu kebangsaan dalam pertandingan sepak bola putra. Bahkan, sistem pencahayaan Stadion Rajamangala sempat mengalami gangguan.

Mantan panitia penyelenggara mengungkap bahwa masalah tersebut bukan semata faktor alam, melainkan kurangnya koordinasi dan kompetensi internal.

Indonesia U-22 Lebih Diunggulkan

Menariknya, mantan pelatih Vietnam U-23, Hoang Antoan, justru mengunggulkan Timnas Indonesia U-22 dalam perebutan emas SEA Games 2025. Ia menilai skuad Garuda Muda memiliki komposisi pemain paling lengkap dibanding Thailand dan Malaysia.

Kombinasi pemain diaspora dan kompetisi domestik yang kompetitif menjadi kekuatan utama Indonesia. Sementara Thailand disebut masih mencari bentuk permainan, dan Malaysia dinilai tengah mengalami krisis generasi.

Baca Juga: Gaji PPPK Paruh Waktu Rp350 Ribu, Guru di Tulungagung Menangis di DPRD: “Saya Sampai Puasa karena Tak Cukup”

Pengakuan dari rival regional tersebut menjadi suntikan motivasi bagi skuad muda Indonesia. Namun, status unggulan juga membawa tanggung jawab besar untuk tetap rendah hati dan fokus.

Dengan berbagai dinamika yang terjadi, mulai dari kabar AC Milan pilih Jai Idzes ketimbang Sergio Ramos hingga sorotan SEA Games 2025, sepak bola Indonesia tengah berada di panggung perhatian internasional. Januari mendatang bisa menjadi momen penting yang menentukan arah sejarah baru bagi para pemain Tanah Air.

 

Editor : Axsha Zazhika
#bursa transfer januari #Jai Idzes #timnas indonesia u22 #SEA Games 2025 #AC Milan pilih Jai Idzes ketimbang Sergio Ramos