TULUNGAGUNG - Profil Bojan Hodak menjadi sorotan setelah resmi ditunjuk sebagai pelatih baru Persib Bandung. Pelatih asal Kroasia itu didatangkan untuk menggantikan Luis Milla yang mengundurkan diri usai pekan ketiga Liga 1 2023/2024 karena alasan personal.
Pengumuman resmi tersebut langsung memantik rasa penasaran Bobotoh. Profil Bojan Hodak dinilai menarik karena ia memiliki pengalaman panjang melatih di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Di usia 52 tahun, Hodak membawa rekam jejak yang cukup mentereng di sejumlah klub Malaysia, Kamboja, hingga Indonesia.
Bojan Hodak lahir di Zagreb, Kroasia, dan memulai karier sepak bolanya sebagai bek tengah. Ia mengawali karier profesional sejak usia muda sebelum akhirnya memutuskan merantau ke Asia. Pengalaman bermainnya di Singapura dan Hong Kong menjadi pintu masuk untuk memahami karakter sepak bola Asia.
Karier Pemain dan Awal Kepelatihan
Sebagai pemain, Hodak pernah memperkuat sejumlah klub di Kroasia sebelum hijrah ke Asia pada akhir 1990-an. Ia sempat bermain di Singapura dan Hong Kong sebelum akhirnya menutup karier sebagai pemain pada 2002.
Tak butuh waktu lama, Hodak langsung beralih ke dunia kepelatihan di usia relatif muda. Klub Malaysia menjadi awal kariernya sebagai pelatih. Ia perlahan membangun reputasi sebagai pelatih yang disiplin dan mampu mengembangkan pemain muda.
Namanya mulai diperhitungkan saat melatih Kelantan dan sukses mempersembahkan dua gelar Piala FA Malaysia serta satu Malaysia Cup. Ia juga pernah menangani Johor Darul Ta'zim dan membawa tim tersebut tampil kompetitif di kompetisi domestik.
Pengalaman internasionalnya bertambah ketika dipercaya menangani Timnas Indonesia U-19 pada periode 2017–2019. Ia juga sempat menjadi asisten pelatih di klub Tiongkok sebelum kembali melatih di Asia Tenggara.
Sempat Tangani PSM dan Kuala Lumpur City
Petualangan Hodak di Indonesia berlanjut saat ia direkrut PSM Makassar pada Liga 1 2020. Namun kompetisi yang terhenti akibat pandemi Covid-19 membuat kiprahnya tidak berlangsung lama.
Setelah itu, ia kembali ke Malaysia dan melatih Kuala Lumpur City FC. Di sana, Hodak berhasil membawa timnya melaju hingga final Piala FA Malaysia 2023 meski harus mengakui keunggulan Johor Darul Ta'zim di partai puncak.
Kini, tantangan besar menanti Hodak bersama Persib Bandung. Ia diharapkan mampu mendongkrak performa Maung Bandung dan memperbaiki posisi di klasemen Liga 1 musim ini.
PSSI Wacanakan Jerman Hadapi Timnas Indonesia
Di sisi lain, kabar menarik juga datang dari PSSI. Salah satu anggota Komite Eksekutif PSSI, Arya Sinulingga, mengungkapkan adanya kemungkinan mengundang Jerman untuk menghadapi Timnas Indonesia dalam laga internasional mendatang.
Menurut Arya, Ketua Umum PSSI Erick Thohir ingin Timnas Indonesia menghadapi lawan kuat guna menguji mental serta meningkatkan kualitas permainan. Namun, laga uji coba tersebut juga harus mempertimbangkan strategi perolehan poin FIFA agar peringkat Indonesia terus membaik.
Arya menegaskan bahwa Timnas tidak bisa terus-menerus menghadapi tim besar tanpa perhitungan matang, karena peringkat FIFA menjadi salah satu target utama pembenahan sepak bola nasional. Selain aspek teknis, pendanaan dan kesiapan organisasi juga menjadi pertimbangan dalam mengundang tim sekelas Jerman.
Jika rencana tersebut terealisasi, laga melawan Jerman tentu akan menjadi momentum besar bagi skuad Garuda sekaligus magnet bagi pecinta sepak bola Tanah Air.
Dengan hadirnya Bojan Hodak di Persib Bandung serta wacana laga uji coba melawan Jerman, dinamika sepak bola Indonesia tengah memasuki fase menarik. Publik kini menanti gebrakan Hodak bersama Maung Bandung sekaligus kepastian agenda besar PSSI untuk Timnas Indonesia.
Editor : Axsha Zazhika