TULUNGAGUNG - Persib Bandung Juara Grup AFC Champions League 2 menjadi kejutan terbesar di kompetisi Asia musim ini. Datang dengan status underdog dan hanya diberi peluang kecil untuk lolos, Maung Bandung justru tampil luar biasa hingga finis sebagai pemuncak klasemen grup.
Keberhasilan Persib Bandung juara grup AFC Champions League 2 tak lepas dari racikan taktik pelatih asal Kroasia, Bojan Hodak. Dengan kedalaman skuad merata dan mental juara yang semakin matang, Laskar Pangeran Biru membalikkan semua prediksi yang meragukan mereka.
Sejak awal, Persib tergabung di grup berat bersama Bangkok United, Lion City Sailors, dan Selangor FC. Undian dari pot 4 membuat peluang mereka dipandang sebelah mata. Namun di atas lapangan, cerita berbeda tercipta.
Dari 7 Persen Peluang Lolos Jadi Pemuncak Grup
Secara statistik, Persib hanya diberi peluang sekitar 7 persen untuk melaju ke babak gugur. Bahkan persentase kelolosan mereka disebut lebih rendah dibanding Selangor FC. Namun fakta di lapangan membuktikan sebaliknya.
Persib tampil konsisten di fase grup AFC Champions League 2 2025-2026. Mereka menunjukkan permainan solid, disiplin, dan efektif dalam memanfaatkan peluang. Hasilnya, Maung Bandung menutup fase grup sebagai juara, sekaligus menciptakan sejarah baru dengan lolos ke babak gugur untuk pertama kalinya dalam satu dekade terakhir.
Manajer Persib, Umuh Muchtar, menegaskan keberhasilan ini bukan semata soal bonus, melainkan semangat dan kekompakan tim. Dukungan Bobotoh juga menjadi energi tambahan yang tak tergantikan.
Racikan Sistem Tanpa Ketergantungan Individu
Salah satu faktor utama di balik Persib Bandung juara grup AFC Champions League 2 adalah sistem permainan yang dibangun Bojan Hodak. Ia tidak lagi menggantungkan permainan pada satu atau dua pemain kunci.
Musim lalu, Persib dinilai terlalu bertumpu pada Ciro Alves dan David da Silva. Kini, distribusi peran jauh lebih merata. Di lini depan, Andrew Jung tampil tajam dengan empat gol di kompetisi Asia. Ramon Tanque dan William Barros juga memberikan kontribusi penting saat dibutuhkan.
Yang menarik, Persib memiliki enam pencetak gol berbeda di fase grup. Hal ini menunjukkan variasi serangan yang sulit ditebak lawan. Adam Alis bahkan mencuri perhatian lewat kontribusi pentingnya, termasuk saat mencetak brace penting.
Di lini tengah, kreativitas tak lagi terpusat pada satu nama. Kehadiran Thom Haye memberi warna baru sebagai pengatur tempo permainan. Berguinho dan Luciano Guaycochea juga memperkaya opsi serangan lewat assist dan visi bermain mereka.
Sementara itu di lini belakang, komposisi baru dengan Franz Putros, Eliano Reijnders, Federico Barba, dan Patricio Matricardi menghadirkan stabilitas pertahanan yang kokoh.
Mental Juara Teruji di Laga Krusial
Keberhasilan Persib Bandung juara grup AFC Champions League 2 juga ditentukan oleh mental bertanding. Saat menghadapi Bangkok United di laga krusial, Maung Bandung sempat dihantui kegagalan demi kegagalan.
Sepakan Thom Haye membentur tiang. Peluang Luciano Guaycochea juga hanya menghantam mistar. Bahkan penalti William Barros gagal berbuah gol. Situasi tersebut berpotensi meruntuhkan mental tim.
Namun Persib tidak menyerah. Ramon Tanque akhirnya memecah kebuntuan di momen penting, menunjukkan karakter kuat tim ini. Gol tersebut menjadi simbol kebangkitan sekaligus bukti bahwa mental juara kini benar-benar melekat pada skuad.
Pelatih Lion City Sailors, Alexander Rankovic, bahkan mengakui ketatnya persaingan di grup tersebut. Ia menyebut jarang ada tim dengan 10 poin namun tetap gagal lolos, menandakan betapa beratnya grup yang dihuni Persib.
Dampak ke Koefisien Liga Indonesia
Prestasi Persib di AFC Champions League 2 turut mendongkrak koefisien kompetisi Indonesia di level AFC. Bersama Dewa United yang juga tampil impresif, poin koefisien Indonesia meningkat signifikan.
Kontribusi Persib disebut sebagai penyumbang terbesar dalam perolehan poin tersebut. Jika tren positif ini berlanjut, bukan tidak mungkin Indonesia bisa mengincar tiket ke kompetisi level lebih tinggi seperti AFC Champions League Elite.
Kini pertanyaan besar muncul: mampukah Persib melanjutkan tren positif di fase gugur? Dengan sistem matang, kedalaman skuad, dan mental juara yang semakin kuat, Maung Bandung punya alasan untuk terus bermimpi di panggung Asia.
Editor : Axsha Zazhika