Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Bojan Hodak, Pelatih Persib Bandung yang Dituding Bunuh Sepak Bola Indah, Kini Justru Buktikan Mental Baja dan Angkat Piala

Axsha Zazhika • Jumat, 13 Februari 2026 | 21:30 WIB
Bojan Hodak, Pelatih Persib Bandung yang Dituding Bunuh Sepak Bola Indah, Kini Justru Buktikan Mental Baja dan Angkat Piala
Bojan Hodak, Pelatih Persib Bandung yang Dituding Bunuh Sepak Bola Indah, Kini Justru Buktikan Mental Baja dan Angkat Piala

TULUNGAGUNG - Bojan Hodak kembali menjadi sorotan setelah sukses mengubah wajah Persib Bandung dari tim yang terpuruk menjadi juara. Pelatih asal Kroasia itu kerap dituding membunuh keindahan sepak bola karena gaya bermainnya yang pragmatis. Namun di balik pendekatan kerasnya, Bojan Hodak justru membangun mental baja yang berbuah trofi.

Bojan Hodak dikenal dengan filosofi lugas: sepak bola bukan sirkus. Ia tidak datang ke stadion untuk menghibur, melainkan untuk menang. Pernyataan tegas itu mencerminkan karakter kepelatihannya yang lebih mementingkan hasil akhir ketimbang permainan atraktif.

Mentalitas keras tersebut tidak lahir dari ruang akademi elite Eropa. Bojan tumbuh di Zagreb pada era Yugoslavia yang penuh tekanan sosial dan bayang-bayang konflik. Lingkungan keras itu membentuk pola pikirnya: bertahan hidup lebih penting daripada tampil indah.

Ditempa Jalanan Zagreb dan Kerasnya Asia

Semasa muda, Hodak lebih mencintai basket jalanan dibanding sepak bola. Olahraga fisik itu mengajarkannya tentang ruang, benturan, dan disiplin. Nilai-nilai tersebut kelak ia bawa ke lapangan hijau.

Kariernya sebagai pemain tidak seindah kompatriotnya seperti Davor Šuker yang bersinar di Eropa. Hodak hanya menjadi bek tengah yang jarang disorot. Mimpinya di kompetisi elite Eropa pupus, dan ia harus merantau ke Asia.

Ia sempat bermain di Singapura bersama Jurong FC. Jauh dari gemerlap liga top, ia merasakan kerasnya menjadi pemain asing yang berjuang demi penghidupan. Pengalaman itu membentuk ketahanan mental yang kuat.

Karier kepelatihannya kemudian menanjak di Asia Tenggara. Di Malaysia, ia mencatatkan sejarah bersama Kelantan FC dengan meraih gelar domestik pada 2012. Dua tahun berselang, ia membawa Johor Darul Ta'zim meraih gelar Liga Super pertama mereka.

Puncaknya, pada 2021 ia menukangi Kuala Lumpur City dan menumbangkan raksasa Johor di final Piala Malaysia. Rekam jejak itu membuatnya dikenal sebagai pelatih dengan sentuhan efektif, meski tanpa gaya glamor.

Mengubah Persib dari Zona Degradasi Jadi Juara

Saat pertama kali datang ke Bandung, Persib berada dalam situasi sulit. Performa tim menurun dan tekanan publik begitu besar. Namun bagi Hodak, tekanan bukan hal baru.

Baca Juga: Rumor Jai Idzes ke AC Milan Makin Panas! Jadi Rebutan Inter, Kapten Timnas Indonesia Ini Siap Pecahkan Bursa Transfer Januari?

Ia tidak memberi janji manis. Yang ia tanamkan adalah disiplin militer dan solidaritas tim. Di ruang ganti, ia melindungi pemain dari kritik berlebihan dan membangun kepercayaan diri secara perlahan.

Pendekatan keras itu berbuah hasil. Persib bangkit dan menjelma menjadi tim yang efisien. Dalam partai final melawan Madura United, Maung Bandung tampil disiplin dan efektif, membuktikan bahwa mental juara lebih penting dari sekadar permainan indah.

Hodak menunjukkan bahwa sepak bola modern tidak selalu harus rumit. Ia bukan tipe pelatih yang terobsesi statistik kompleks atau penguasaan bola tinggi. Baginya, kemenangan adalah parameter utama.

Antitesis Pelatih Modern

Bojan Hodak sering dianggap antitesis pelatih modern yang gemar membangun citra dan memainkan sepak bola atraktif demi pujian. Ia memilih jalan berbeda: bekerja dalam senyap dan membiarkan trofi berbicara.

Gaya mainnya mungkin tidak selalu memanjakan mata. Namun hasilnya konkret. Ia mampu mengangkat mental tim, membangun struktur solid, dan menghadirkan konsistensi.

Di tengah tuntutan hiburan dalam sepak bola era digital, Hodak mengingatkan bahwa sejarah hanya mencatat siapa yang mengangkat piala. Keindahan permainan boleh diperdebatkan, tetapi trofi adalah bukti nyata.

Kini, nama Bojan Hodak identik dengan kebangkitan Persib Bandung. Dari tim yang sempat terancam zona merah, Maung Bandung kembali berdiri tegak sebagai kekuatan utama.

Perjalanan pelatih asal Zagreb itu menjadi bukti bahwa mental baja, disiplin, dan fokus pada hasil akhir masih relevan di sepak bola modern. Bagi Hodak, sepak bola bukan tentang senyum penonton, melainkan tentang beratnya piala yang diangkat di akhir musim.

Editor : Axsha Zazhika
#bojan hodak #persib bandung #madura united #kelantan fc #johor darul ta'zim