TULUNGAGUNG - Persib Bandung harus menelan pil pahit usai takluk 0-3 dari Ratchaburi FC pada leg pertama babak 16 besar ACL 2 musim 2025-2026. Kekalahan ini membuat langkah Persib Bandung menuju perempat final semakin berat karena wajib menang dengan selisih minimal empat gol di leg kedua.
Dalam laga yang digelar di markas Ratchaburi FC tersebut, Persib Bandung langsung mendapat tekanan sejak menit awal. Baru lima menit pertandingan berjalan, gawang Teja Paku Alam sudah kebobolan lewat sontekan Pedro Tanasou yang memanfaatkan kerja sama apik dengan Denilson.
Kekalahan Persib Bandung di ACL 2 ini tak hanya dipengaruhi efektivitas lawan, tetapi juga start buruk anak asuh Bojan Hodak yang kesulitan mengimbangi tempo permainan tuan rumah.
Baca Juga: Rumah Yaqut Cholil Qoumas Sepi Usai Jadi Tersangka Kasus Kuota Haji, Pengamanan di Condet Diperketat
Start Buruk dan Kontroversi Wasit
Sejak awal pertandingan, lini belakang Persib Bandung terlihat kurang padu. Koordinasi antar pemain belum solid sehingga Ratchaburi FC leluasa membangun serangan. Gol cepat di menit kelima membuat Maung Bandung berada dalam tekanan.
Persib sempat memberikan ancaman melalui Andreo Jung dan Eliano pada menit ke-13. Peluang terbaik hadir lewat sundulan William Barros di menit ke-24, namun kiper lawan, Kampon, tampil sigap mengamankan bola.
Kontroversi terjadi menjelang akhir babak pertama saat William Barros dijatuhkan di dalam kotak penalti. Wasit sempat memberi gestur akan meniup peluit, tetapi keputusan penalti tak kunjung diberikan. Keputusan tersebut memicu protes dari pemain Persib dan menjadi salah satu momen yang disorot sepanjang laga.
Babak pertama ditutup dengan keunggulan 1-0 untuk Ratchaburi FC.
Babak Kedua Makin Berat
Memasuki babak kedua, Persib Bandung kembali kebobolan cepat. Kali ini Mutombo mencetak gol pada menit ke-53 yang membuat skor menjadi 2-0.
Bojan Hodak mencoba merespons dengan memasukkan Sergio Castel, Adam Alis, dan Sadil Ramdani. Namun perubahan tersebut belum mampu meningkatkan daya gedor tim secara signifikan.
Pada menit ke-83, Hodak memberikan kesempatan debut kepada Levin Kurzawa menggantikan Alfeandra Dewangga. Ironisnya, satu menit setelah masuk, gawang Persib kembali jebol lewat gol kedua Pedro Tanasou yang mengubah skor menjadi 3-0.
Meski hanya bermain sekitar tujuh menit, Levin Kurzawa justru mampu mencuri perhatian. Eks pemain Paris Saint-Germain itu sempat mengirimkan umpan berbahaya melalui tendangan bebas yang mengarah ke kepala Sergio Castel. Sayangnya, sundulan Castel melambung tipis di atas mistar gawang.
Sergio Castel sendiri tampak frustrasi karena gagal memanfaatkan peluang emas tersebut dalam debutnya bersama Persib Bandung di ACL 2.
Misi Berat di Leg Kedua
Dengan kekalahan 0-3 ini, Persib Bandung harus menang minimal empat gol tanpa balas di leg kedua yang akan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada 18 Februari mendatang.
Meski peluang terbilang berat, Bojan Hodak tetap menyimpan optimisme. Ia menegaskan sepak bola selalu menghadirkan kemungkinan selama pertandingan belum usai.
Di sisi lain, gelandang Ratchaburi FC, Tanawat Suengchitthawon, menyebut timnya siap menghadapi tekanan di Bandung. Ia mengakui kualitas Persib Bandung, tetapi yakin Ratchaburi juga memiliki materi pemain mumpuni.
Ratchaburi FC sendiri merupakan runner-up Grup F, sementara Persib Bandung lolos sebagai juara Grup J. Klub berjuluk The Dragons itu diperkuat sejumlah pemain asing produktif seperti Dani Nilson Junior serta beberapa pemain timnas Thailand.
Dukungan Bobotoh Jadi Kunci
Meski kalah telak, Persib Bandung tetap mendapat dukungan penuh dari Bobotoh. Sejumlah suporter bahkan hadir langsung di Thailand untuk memberikan semangat.
Kehadiran pemain baru seperti Levin Kurzawa, Dion Markx, dan Sergio Castel diharapkan mampu menambah kekuatan tim di leg kedua. Pengalaman Kurzawa di Eropa diyakini bisa menjadi pembeda saat bermain di kandang.
Kini fokus Maung Bandung tertuju pada satu misi: menciptakan comeback dramatis di ACL 2. Tantangan besar memang menanti, tetapi peluang masih terbuka selama 90 menit tersisa di Bandung.
Editor : Axsha Zazhika