TULUNGAGUNG- Como 1907 benar-benar menjadi fenomena baru di Serie A musim ini. Klub promosi tersebut tampil mengejutkan dan sukses bersaing di papan atas klasemen.
Di bawah racikan taktik Cesc Fabregas, Como 1907 bahkan mampu menumbangkan Juventus dengan skor meyakinkan 2-0.
Kebangkitan Como 1907 tak lepas dari proyek ambisius yang digagas manajemen bersama Grup Jarum.
Pada bursa transfer musim panas lalu, Fabregas berani menggelontorkan dana hingga 107 juta euro untuk mendatangkan 11 pemain anyar.
Angka itu menjadi rekor pengeluaran terbesar sepanjang sejarah Como 1907 berdiri.Langkah berani Como 1907 sempat menuai kritik karena dinilai terlalu boros. Namun kini, hasilnya mulai terlihat.
Performa tim meningkat drastis, antusiasme suporter melonjak, hingga pendapatan merchandise ikut terdongkrak.
Namun manajemen menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar belanja jor-joran. Mereka membangun tim dengan visi jangka panjang, menggabungkan pemain muda potensial dan sosok berpengalaman.
Hasilnya langsung terasa. Kemenangan atas Juventus menjadi momen bersejarah karena terakhir kali Como menang atas raksasa Turin tersebut terjadi pada 1952, atau 73 tahun silam.
Dalam pidatonya, Fabregas mengaku sangat bangga dengan anak asuhnya dan menyebut kemenangan itu sebagai tonggak penting kebangkitan klub.
Tak hanya di lapangan, dampak positif juga terlihat di tribun. Rata-rata kehadiran suporter di laga kandang mencapai lebih dari 11 ribu penonton.
Dalam empat laga kandang, total hampir 46 ribu tiket terjual. Angka tersebut menjadi sinyal kuat bahwa proyek Como mulai menghidupkan gairah sepak bola di kota tersebut.
Salah satu kunci sukses Como musim ini adalah performa gemilang Nico Paz. Pemain muda pinjaman dari Real Madrid itu menjelma menjadi roh permainan tim.
Editor : Anggi Septiani