TULUNGAGUNG - Laga panas bertajuk Arema FC Tekuk PSM Makassar 2-1 di pekan ke-9 Super League 2025-2026 menyisakan drama. Bukan hanya soal kemenangan dramatis tim tamu, tetapi juga keributan yang terjadi seusai pertandingan antara pemain dan official kedua kubu.
Pertandingan yang mempertemukan Arema FC dan PSM Makassar itu berlangsung sengit sejak menit awal. Namun, momen yang paling menyita perhatian justru terjadi setelah peluit panjang dibunyikan, ketika selebrasi salah satu official Arema memicu emosi pemain tuan rumah.
Dalam laga yang berakhir dengan skor 2-1 itu, kemenangan Arema FC Tekuk PSM Makassar menjadi catatan sejarah tersendiri. Pasalnya, ini merupakan kemenangan perdana Singo Edan di kandang PSM.
Keributan bermula saat seorang official Arema masuk ke lapangan dan melakukan selebrasi di dekat pemain PSM, Victor Leis. Aksi tersebut dianggap berlebihan dan memancing emosi.
Victor yang tersulut langsung mendekati official tersebut. Situasi memanas ketika ia didorong oleh official Arema lainnya. Melihat rekannya terlibat cekcok, pemain PSM lainnya, Glson Paik, ikut membantu hingga terjadi aksi saling dorong.
Pemain dan ofisial kedua tim sempat terlibat adu mulut. Suporter di tribun pun bereaksi keras. Bahkan terdengar teriakan yang ditujukan kepada kubu Arema. Beruntung, MC stadion segera meminta penonton tetap tenang dan tidak melempar benda ke lapangan.
Situasi akhirnya mereda setelah para pemain dan ofisial kedua tim turun tangan melerai. Para pemain PSM kemudian berkumpul di tengah lapangan untuk menyanyikan lagu kebanggaan mereka sebagai bentuk solidaritas.
Pelatih Arema, Marco Santos, angkat bicara dalam konferensi pers usai laga. Ia menyebut insiden tersebut dipicu emosi sesaat dan karakter kompetitif para pemain.
“Banyak pemain dari Amerika Latin, jadi tidak mau kalah. Ada sedikit masalah, tapi sudah selesai,” ujarnya.
Marco menegaskan bahwa kedua tim sudah saling bertemu dan meminta maaf. Ia juga mewakili manajemen Arema menyampaikan permohonan maaf kepada PSM dan para suporter yang hadir di stadion.
Menurutnya, suasana panas di lapangan adalah hal yang wajar dalam pertandingan penting, namun tetap harus dikendalikan. Ia berterima kasih kepada suporter PSM yang tetap memberikan dukungan penuh sepanjang laga.
Di luar insiden tersebut, kemenangan Arema FC Tekuk PSM Makassar tak lepas dari perubahan strategi di babak kedua. Pada paruh pertama, Arema kesulitan mengembangkan permainan, terlebih setelah PSM mencetak gol cepat di lima menit awal.
Kondisi hujan deras disebut Marco membuat timnya kesulitan menguasai bola. Ia kemudian melakukan pergantian krusial dengan memasukkan Valdeci menggantikan Ian Puleo.
Pergantian itu langsung membuahkan hasil. Valdeci mencetak gol penyeimbang pada menit ke-51. Empat menit berselang, Arhan Fikri menggandakan keunggulan Arema.
“Babak kedua kami lebih siap. Pergantian pemain membuat serangan kami lebih baik,” jelas Marco.
Ian Puleo pun mengakui permainan timnya jauh meningkat setelah jeda. Pemain asal Argentina itu menyebut Arema menemukan solusi tepat untuk membongkar pertahanan PSM.
Kemenangan ini terasa spesial bagi Arema. Marco menyebut timnya belum pernah menang di kandang PSM sebelumnya. Karena itu, tiga poin di laga tandang kali ini menjadi pencapaian penting dalam perjalanan mereka di Super League 2025-2026.
Selain mendongkrak posisi di klasemen, kemenangan tersebut juga meningkatkan mental pemain jelang laga berikutnya. Meski diwarnai insiden panas, hasil akhir tetap menjadi sorotan utama.
Arema kini membawa pulang tiga poin penting dari Makassar, sementara PSM harus segera berbenah agar tidak kehilangan momentum di kompetisi musim ini.
Laga panas ini membuktikan bahwa duel klasik dua tim besar Indonesia selalu menyuguhkan drama, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Editor : Anggi Septiani