TULUNGAGUNG- Rumor kedatangan Lukas Rian Santos ke Arema FC akhirnya mereda. Kabar terbaru menyebutkan manajemen Singo Edan mengalihkan target pada bursa transfer 2025-2026. Keputusan ini justru disambut lega oleh Aremania yang menilai klub lebih realistis dalam menyusun strategi rekrutmen pemain.
Nama Lukas Rian Santos sebelumnya santer dikaitkan dengan Arema FC. Penyerang asal Brasil itu bahkan disebut-sebut menjadi prioritas untuk memperkuat lini depan pada musim 2025-2026. Namun dinamika internal tim dan kebutuhan taktik membuat arah negosiasi berubah. Manajemen kini disebut lebih mempertimbangkan fleksibilitas strategi ketimbang sekadar mengejar nama besar.
Isu ini mencuat setelah akun media sosial yang kerap membahas perkembangan sepak bola nasional mengungkap bahwa Arema FC memang mengincar winger asal Brasil, tetapi bukan Lukas Rian Santos. Sinyal tersebut sekaligus menjawab spekulasi yang berkembang di kalangan suporter jelang dibukanya bursa transfer 2025-2026.
Meski sempat muncul indikasi digital seperti aktivitas mengikuti akun resmi klub, hal itu tidak serta-merta berarti adanya kesepakatan kontrak. Situasi ini menegaskan bahwa proses seleksi teknis tetap menjadi prioritas utama manajemen Arema FC.
Perubahan target transfer ini memperlihatkan bahwa Arema FC ingin membangun komposisi lini depan yang lebih seimbang. Tidak hanya bergantung pada satu profil pemain, tetapi menyesuaikan dengan kebutuhan skema permainan pelatih Marcos Santos.
Di tengah polarisasi opini suporter antara tuntutan mendatangkan nama besar dan kebutuhan harmoni skuad, manajemen tampak memilih langkah yang lebih rasional. Bursa transfer 2025-2026 menjadi momentum evaluasi menyeluruh, bukan sekadar ajang euforia.
Arema FC dikabarkan tetap berburu pemain asing, khususnya dari Brasil. Namun, fokus utama adalah kecocokan taktik dan kontribusi nyata di lapangan. Strategi ini dinilai lebih berkelanjutan dalam jangka panjang.
Di sektor tengah, kembalinya Pablo Oliveira dari cedera panjang juga memunculkan dinamika baru. Meski telah pulih, posisinya tidak lagi aman. Dua gelandang anyar yang lebih siap secara ritme pertandingan kini memegang kendali permainan.
Pada musim lalu, Pablo Oliveira sempat menjadi pembeda, terutama di putaran kedua kompetisi. Namun cedera membuat ritme dan kondisi fisiknya menurun. Sementara itu, duet gelandang baru tampil lebih stabil dan disiplin dalam menjaga struktur permainan.
Pelatih Marcos Santos tidak memiliki urgensi untuk mengubah komposisi yang sudah menemukan ritme. Situasi ini menciptakan persaingan sehat di lini tengah. Jika Pablo gagal kembali ke performa terbaiknya, bukan tidak mungkin skenario peminjaman demi efisiensi slot pemain asing bisa dipertimbangkan.
Di tengah dinamika bursa transfer 2025-2026, persoalan terbesar Arema FC justru ada di lini belakang. Hingga pekan ke-13 BRI Super League 2025-2026, Singo Edan telah kebobolan 18 gol dari 13 pertandingan.
Catatan tersebut menunjukkan rata-rata kebobolan lebih dari satu gol per laga. Hanya sekali Arema FC mencatatkan clean sheet, yakni saat bermain imbang 0-0 melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bumi Kartini.
Pelatih Marcos Santos mengakui timnya masih kesulitan menjaga gawang tetap perawan. Evaluasi terus dilakukan, terutama dalam menjaga intensitas dan konsistensi pertahanan. Rotasi kiper antara Lukas Frigeri dan Adi Satrio belum menghasilkan stabilitas yang diharapkan.
Di lini bek tengah, Luis Gustavo menjadi satu-satunya pemain yang relatif konsisten di tengah rotasi dan akumulasi kartu. Namun tanpa blok pertahanan yang solid dan transisi kolektif yang rapi, risiko kebobolan tetap menghantui.
Arema FC dijadwalkan menghadapi Madura United pada 23 Desember 2025 dan Persita Tangerang pada 30 Desember 2025. Dua laga tersebut akan menjadi ujian krusial bagi soliditas pertahanan Singo Edan.
Jika tren kebobolan terus berulang, manajemen bisa saja mempertimbangkan restrukturisasi total di sektor belakang. Bursa transfer 2025-2026 bukan hanya soal penyerang baru, tetapi juga momentum memperbaiki fondasi pertahanan agar tidak memasuki fase krisis berkepanjangan.
Kini, publik menanti langkah konkret Arema FC. Apakah fokus pada keseimbangan taktik dan pembenahan lini belakang mampu mengangkat performa tim? Ataukah tekanan justru semakin besar menjelang akhir tahun kompetisi?
Editor : Anggi Septiani