Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Ramadan Sananta Batal ke Persebaya Surabaya, Pilih Bertahan di DPMM FC; Tavares Tetap Bersinar dan Jersey Imlek Bikin Bonek Full Senyum

Anggi Septiani • Jumat, 13 Februari 2026 | 22:35 WIB

Ramadan Sananta Batal ke Persebaya Surabaya, Pilih Bertahan di DPMM FC; Tavares Tetap Bersinar dan Jersey Imlek Bikin Bonek Full Senyum
Ramadan Sananta Batal ke Persebaya Surabaya, Pilih Bertahan di DPMM FC; Tavares Tetap Bersinar dan Jersey Imlek Bikin Bonek Full Senyum

TULUNGAGUNG- Kabar soal Ramadan Sananta yang batal merapat ke Persebaya Surabaya langsung bikin jagat Bonek geger. Di tengah krisis striker, harapan melihat bomber timnas itu pulang ke Liga Indonesia mendadak pupus. Ramadan Sananta justru memilih bertahan bersama DPMM FC dan melanjutkan karier abroad-nya.

Saga transfer Ramadan Sananta sebenarnya nyaris mencapai titik akhir. Manajemen Persebaya Surabaya disebut sudah membuka komunikasi intensif untuk memboyong striker Timnas Indonesia tersebut pada bursa paruh musim. Apalagi, kontraknya bersama DPMM FC hanya tersisa hingga 30 Juni 2026, membuat peluang negosiasi relatif terbuka.

Nama Ramadan Sananta diproyeksikan sebagai solusi instan untuk mengatasi tumpulnya lini depan Bajul Ijo. Dengan nilai pasar yang ditaksir sekitar Rp 4,78 miliar, skema peminjaman hingga akhir musim sempat menjadi opsi realistis sebelum dipermanenkan.

Faktor kedekatan dengan pelatih Bernardo Tavares sempat diyakini menjadi kunci. Keduanya pernah bekerja sama saat membela PSM Makassar. Hubungan historis itu diharapkan bisa meluluhkan hati Sananta untuk kembali merumput di kompetisi domestik bersama Persebaya Surabaya.

Namun, realita berkata lain. Berdasarkan informasi yang beredar di kalangan fanbase, sang pemain lebih memilih fokus bersama klubnya saat ini. Keputusan tersebut menjadi pukulan telak bagi Persebaya, terutama setelah dalam beberapa laga terakhir produktivitas gol tim dinilai belum maksimal.

Kegagalan mendatangkan Ramadan Sananta membuat Persebaya harus memutar otak mencari alternatif lain. Di tengah persaingan ketat papan atas Super League 2025-2026, tambahan amunisi di lini depan menjadi kebutuhan mendesak jika ingin terus menjaga momentum.

Di tengah kabar kurang sedap dari bursa transfer, Persebaya Surabaya justru sukses mencuri perhatian lewat peluncuran jersey keempat bertema Imlek. Jersey ini dirilis khusus untuk mengarungi Super League 2025-2026 dengan konsep yang memadukan nuansa budaya dan identitas klub.

Persebaya memadukan warna merah dan hijau dalam desain modern yang tetap sarat makna. Warna merah identik dengan perayaan Tahun Baru Imlek, sementara hijau tetap menjadi identitas kuat Bajul Ijo. Kombinasi ini dinilai berani sekaligus menyegarkan.

Rencananya, jersey tersebut akan dikenakan saat Persebaya menghadapi Bhayangkara Presisi Lampung FC pada Sabtu, 14 Februari 2026. Laga tersebut akan menjadi momen debut jersey Imlek di atas lapangan dan diprediksi menyedot perhatian besar dari suporter.

Momentum peluncuran terasa pas karena performa Persebaya tengah menanjak. Tim asuhan Bernardo Tavares belum terkalahkan sejak pertengahan Oktober 2025 dan kini bertengger di peringkat kelima klasemen sementara Super League 2025-2026.

Dari 20 pertandingan, Persebaya mengoleksi 35 poin hasil sembilan kemenangan, delapan imbang, dan tiga kekalahan. Catatan tersebut menjaga asa mereka untuk terus bersaing di papan atas.

Senyum Bonek makin lebar setelah Bernardo Tavares dinobatkan sebagai pelatih terbaik pekan ke-20 Super League 2025-2026. Penghargaan ini tak lepas dari kemenangan impresif 3-1 atas Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta.

Kemenangan tersebut terasa spesial karena diraih dalam kondisi skuad tidak ideal. Persebaya kehilangan beberapa pemain kunci, namun tetap mampu tampil disiplin dan efektif. Gol pembuka Mihail Perovic menjadi titik balik yang membuat permainan Bajul Ijo semakin terkontrol.

Tavares menyebut mental dan pengorbanan pemain sebagai kunci utama kemenangan tandang itu. Hasil tersebut sekaligus mematahkan tren negatif laga away dan meningkatkan kepercayaan diri tim.

Meski gagal mendapatkan Ramadan Sananta, Persebaya Surabaya tetap menunjukkan progres signifikan. Kombinasi performa stabil, penghargaan individu untuk pelatih, serta peluncuran jersey bertema Imlek menjadi sinyal kuat bahwa Bajul Ijo belum menyerah dalam perburuan papan atas.

Kini, tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi sekaligus mencari solusi atas kebutuhan striker tajam. Bonek tentu berharap, meski Ramadan Sananta tak jadi pulang, Persebaya tetap mampu melaju kencang dan menjaga peluang menuju masa kejayaan.

Editor : Anggi Septiani
#Bernardo Tavares #ramadan sananta #persebaya surabaya #dpmm fc