TULUNGAGUNG - Saham BMRI kembali menjadi sorotan para investor setelah bandar lokal dan asing mulai melakukan akumulasi. Berdasarkan pengamatan terbaru, BMRI mulai mengalami net buy sejak 30 Januari, menandai sinyal positif bagi tren harga saham ini. Para analis mengamati bahwa meski terjadi penurunan sementara akibat tragedi pasar, MA2 masih menghadap ke atas, menandakan potensi uptrend tetap kuat.
Menurut laporan terbaru, bandar lokal turut berperan aktif dalam menahan tekanan jual dari pihak asing. Beberapa broker lokal tercatat mulai mengumpulkan saham BMRI ketika harga turun ke level 4.630, dengan support terdekat berada di angka 4.410. Para pakar menekankan bahwa selama harga belum menembus support terdalam di 4.050, posisi saham masih cukup aman untuk akumulasi.
Selain BMRI, beberapa emiten lain juga menunjukkan aktivitas akumulasi yang signifikan. ANTAM, misalnya, meski sempat dilepas oleh investor poren selama tiga hari terakhir, kini mulai mengalami net buy kembali. Analisis teknikal menunjukkan bahwa support untuk ANTAM berada di level 3.920, dan target kenaikan berikutnya dapat dicapai jika gap harga tertutup.
Saham UNTR juga mulai menunjukkan pola stabilisasi. Investor foren dan lokal mulai menahan penurunan harga, dengan support awal di level 2.425. Meski MA2 masih menghadap ke bawah, sideway trading membuat peluang pemulihan tetap terbuka. Hal ini juga diperkuat dengan aktivitas akumulasi yang dilakukan bandar lokal, menjaga tren saham tetap dalam jalur positif.
Bagi investor yang ingin melakukan trading jangka pendek, pengamatan terhadap MA10 dan MA2 menjadi kunci. Misalnya, pada BMRI, entry terbaik untuk scalping adalah saat MA2 mulai menghadap ke atas dalam periode 15 menit. Strategi serupa juga berlaku pada ANTAM, XL Excel, dan beberapa emiten unggulan lain. Investor disarankan menunggu harga menutup gap sebelum melakukan pembelian untuk meminimalkan risiko.
Analisis lebih lanjut menunjukkan kolaborasi antara bandar lokal dan broker asing dalam menjaga stabilitas harga. Contohnya, saham BRMS dan AMMN yang menunjukkan support kuat di level masing-masing, sementara gap harga yang terbuka berpotensi menjadi titik pemulihan. Aktivitas akumulasi ini menandakan kesiapan pasar untuk mendorong kenaikan harga lebih lanjut.
Investor juga memperhatikan pengaruh kepemimpinan baru OJK, yang dipimpin oleh seorang srikandi. Para analis berharap, pengelolaan pasar keuangan yang lebih rapi dan transparan dapat mendorong sentimen positif bagi pasar saham domestik. Bahkan meski terjadi tragedi harga sesaat, saham seperti BMRI dan UNTR tetap mampu mempertahankan support, menandakan tren jangka menengah masih stabil.
Selain itu, saham INDF, HMSP, dan NSS juga mulai menunjukkan aktivitas akumulasi. Bandar lokal dan institusi mulai masuk kembali, meski beberapa saham masih dalam tren downtrend. Investor dianjurkan untuk mengamati support dan resistance secara cermat, serta menunggu sinyal teknikal sebelum melakukan entry.
Secara keseluruhan, pasar saham domestik menunjukkan sinyal positif dengan akumulasi BMRI dan sejumlah emiten unggulan lainnya. Aktivitas bandar lokal yang berkolaborasi dengan broker asing menciptakan peluang kenaikan harga yang masih terbuka. Investor disarankan tetap waspada terhadap support terdekat, menunggu konfirmasi MA2 dan MA10, serta memanfaatkan peluang scalping untuk jangka pendek.
Meskipun pasar cukup volatil, peluang profit masih terbuka lebar bagi investor yang disiplin memantau indikator teknikal. Dengan akumulasi yang terjadi, beberapa saham unggulan seperti BMRI, ANTAM, UNTR, dan HMSP diprediksi memiliki potensi kenaikan jangka menengah hingga akhir bulan.
Editor : Anggi Septiani