Radar Tulungagung - Persija Jakarta kalahkan Bali United 1-0 dalam laga tandang yang terasa seperti bermain di kandang sendiri. Ribuan Jakmania memadati Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Minggu (15/2/2026) malam WIB, menciptakan atmosfer “tandang rasa kandang” yang mengguncang markas Serdadu Tridatu.
Kemenangan Persija Jakarta kalahkan Bali United 1-0 ini tak hanya penting secara poin, tetapi juga berdampak besar pada posisi klasemen. Macan Kemayoran kini naik ke peringkat ketiga dengan koleksi 44 poin, menjaga asa dalam persaingan papan atas BRI Super League 2025/2026.
Laga Persija Jakarta kalahkan Bali United 1-0 juga menjadi panggung spesial bagi debut striker timnas Indonesia, Mauro Zelstra. Didatangkan dari Belanda, ia akhirnya merasakan magis dukungan Jakmania secara langsung.
Baca Juga: Sambut Ramadan, Kelurahan Botoran Tulungagung Lestarikan Tradisi Gugur Gunung Bersihkan Pemakaman
Dipta Bergetar oleh Jakmania
Sejak menit awal, Persija tampil dominan. Dukungan ribuan suporter yang memadati tribun membuat Stadion Kapten I Wayan Dipta seolah berubah menjadi markas sendiri bagi tim ibu kota.
Gol cepat lahir pada menit kedelapan. Umpan silang matang dari Maxwell disambut tandukan tajam Gustavo Almeida yang tak mampu dihalau kiper Bali United. Skor 1-0 untuk keunggulan Persija bertahan hingga laga usai.
Sebelumnya, Gustavo juga sempat mengancam lewat aksi individu pada menit keenam, namun sepakannya masih melebar. Dominasi Persija terus berlanjut lewat peluang Maxwell, Alano, hingga Bruno Tubarau, meski belum menambah gol.
Bali United mencoba merespons. Kadek Agung melepaskan tembakan jarak jauh pada menit ke-16, tetapi bola melambung di atas mistar gawang yang dikawal Andritany Ardhiyasa. Hingga babak kedua, tuan rumah meningkatkan intensitas serangan, namun solidnya lini belakang Persija membuat keunggulan tetap terjaga.
Hasil ini membuat Bali United tertahan di peringkat ke-10 dengan 28 poin, sementara tekanan justru mengarah ke kubu tuan rumah.
Debut Mauro Zelstra yang Dinanti
Sorotan juga tertuju pada Mauro Zijlstra yang menjalani debut bersama Persija. Striker naturalisasi tersebut masuk pada menit ke-75 menggantikan Gustavo Almeida.
Didatangkan dari FC Volendam pada bursa transfer putaran kedua, ekspektasi tinggi langsung melekat di pundaknya sebagai tumpuan baru lini depan Macan Kemayoran.
Namun, situasi pertandingan membuat Persija lebih fokus bertahan. Dengan keunggulan 1-0, pendekatan permainan berubah menjadi lebih pragmatis. Zelstra praktis menjadi satu-satunya ujung tombak dan menunggu momentum serangan balik.
Minimnya suplai bola membuat ruang geraknya terbatas. Meski begitu, ia tetap menunjukkan semangat tinggi. Seusai laga, Zelstra mengaku bahagia bisa melakoni debut dan langsung merasakan kemenangan.
“Saya senang bisa mendapat debut di Indonesia dan Persija. Apalagi kami bisa meraih kemenangan malam ini,” ujarnya.
Atmosfer stadion juga meninggalkan kesan mendalam. Gemuruh Jakmania membuatnya semakin percaya diri menatap laga-laga berikutnya.
Pramono Anung: Persija Bagian dari Identitas Jakarta
Di luar lapangan, kemenangan Persija juga disambut penuh emosi oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Ia mengaku kerap dikritik karena dianggap terlalu mengurusi Persija.
Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri acara silaturahmi akbar kaum Betawi di Museum MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada hari yang sama.
Menurut Pramono, Persija bukan sekadar klub sepak bola. Ia menyebut Macan Kemayoran sebagai simbol Jakarta yang tak terpisahkan dari identitas ibu kota.
“Sekali lagi saya sebagai Gubernur Jakarta ingin sekali menjadikan Betawi itu menjadi identitas kota yang kuat sekali,” tegasnya.
Ia bahkan mengaku emosinya ikut terbawa saat Persija kalah 0-2 dari Arema beberapa waktu lalu. Kekalahan itu membuatnya sulit tidur.
“Kalau Persija kalah, saya juga kena mental. Kemarin kalah lawan Arema saja enggak bisa tidur,” ungkapnya blak-blakan.
Bagi Pramono, membangun Jakarta bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga menjaga kebanggaan warganya melalui olahraga dan budaya.
Kemenangan Persija Jakarta kalahkan Bali United 1-0 pun menjadi momentum penting, bukan hanya dalam persaingan klasemen, tetapi juga dalam menjaga semangat dan identitas ibu kota.
Dengan dukungan Jakmania yang luar biasa serta tambahan amunisi baru seperti Mauro Zelstra, Macan Kemayoran kini semakin percaya diri menatap sisa musim. Tantangan masih panjang, namun satu pesan sudah jelas: di mana pun bermain, Persija tak pernah benar-benar sendirian.