Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Persija Jakarta Bungkam Bali United, Laga Sempat Dihentikan Flare, Pramono Anung Sampai Tak Bisa Tidur!

Edo Trianto • Selasa, 17 Februari 2026 | 19:20 WIB

Persija Jakarta Bungkam Bali United, Laga Sempat Dihentikan Flare, Pramono Anung Sampai Tak Bisa Tidur!
Persija Jakarta Bungkam Bali United, Laga Sempat Dihentikan Flare, Pramono Anung Sampai Tak Bisa Tidur!

Radar Tulungagung - Persija Jakarta kembali jadi sorotan setelah sukses menumbangkan Bali United di kandangnya. Laga panas Bali United kontra Persija Jakarta itu tak hanya menyajikan duel sengit, tetapi juga diwarnai insiden flare yang membuat pertandingan sempat dihentikan sementara.

Kemenangan Persija Jakarta atas Bali United menjadi angin segar bagi Macan Kemayoran dalam perburuan gelar BRI Super League 2025/2026. Namun, momen tersebut ternodai aksi suporter yang menyalakan flare di menit ke-86, tepat di belakang gawang Persija.

Insiden itu membuat wasit mengambil keputusan tegas dengan menghentikan pertandingan sementara waktu. Situasi tersebut berpotensi merugikan kedua tim, baik Bali United sebagai tuan rumah maupun Persija Jakarta sebagai tim tamu.

Baca Juga: Ramalan 3 Gunung Meletus 2026 Viral, Hard Gumay Disebut Ramal Indonesia Diguncang Bersamaan, Ini Kata Ahli Vulkanologi

Laga Panas dan Insiden Flare

Pertandingan Bali United melawan Persija Jakarta memang berjalan dalam tensi tinggi. Kedua tim saling jual beli serangan sejak menit awal. Atmosfer stadion yang penuh tekanan membuat duel berlangsung sengit hingga menit-menit akhir.

Namun, ketika laga memasuki menit ke-86, flare dinyalakan oleh suporter yang berada di belakang gawang Persija. Asap tebal yang mengganggu pandangan memaksa wasit menghentikan pertandingan sementara.

Keputusan tersebut diambil demi menjaga keselamatan pemain dan ofisial. Insiden ini menjadi catatan penting, terutama terkait keamanan pertandingan di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Meski sempat tertunda, pertandingan akhirnya bisa dilanjutkan. Persija Jakarta berhasil menjaga keunggulan dan memastikan kemenangan penting di kandang lawan.

Baca Juga: Tradisi Geren di Tulungagung Ramai Jelang Ramadan 1447 Hijriah, Warga Gotong Royong Bersihkan Makam dan Megengan

Pramono Anung Disorot karena Persija

Di tengah euforia kemenangan, nama Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, ikut menjadi perbincangan. Pramono mengaku kerap mendapat kritik karena dinilai terlalu mengurusi Persija Jakarta.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri acara silaturahmi akbar kaum Betawi di Museum MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (15/2/2026). Dalam sambutannya, Pramono menegaskan keinginannya menjadikan Betawi sebagai identitas kota yang kuat.

Namun, ia juga berseloroh soal kecintaannya terhadap Persija Jakarta. Pramono mengaku sampai tidak bisa tidur saat Macan Kemayoran kalah 0-2 dari Arema FC pada laga sebelumnya.

“Kalau Persija kalah, saya bisa tidak tidur,” ujarnya sambil bercanda. Ia bahkan mengaku sempat merasa sebal ketika bertemu Ketua Umum Jack Mania, Dicky Sumarno, setelah kekalahan tersebut.

Pernyataan itu menunjukkan betapa besarnya perhatian dan keterikatan emosional Pramono terhadap Persija Jakarta sebagai ikon ibu kota.

Baca Juga: Sejarah Tulungagung dari Zaman Prasejarah hingga Modern, Jejak Kerajaan Majapahit dan Perubahan Nama dari Ngowo

Mauricio Souza Jadi Sorotan Jack Mania

Di sisi lain, pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, juga menjadi sorotan suporter. Jack Mania menilai komposisi tim pada putaran kedua BRI Super League 2025/2026 belum maksimal.

Sejumlah pemain anyar yang didatangkan pada paruh musim dinilai belum mendapat kesempatan tampil secara rutin. Padahal, kehadiran mereka diharapkan mampu memperkuat skuad dan menjaga asa juara Persija Jakarta musim ini.

Menanggapi kritik tersebut, Mauricio Souza menegaskan bahwa persaingan di dalam tim sangat ketat. Ia hanya akan menurunkan pemain yang benar-benar siap dan mampu memenangkan persaingan internal.

“Pemain baru harus berjuang keras. Semua punya kesempatan, tapi harus menunjukkan kualitas di latihan,” tegasnya.

Souza menambahkan bahwa setiap keputusan pemilihan pemain didasarkan pada kebutuhan taktik dan kondisi terkini skuad. Target utama tetap konsisten meraih poin demi menjaga posisi di papan atas klasemen.

Baca Juga: Tradisi Geren di Tulungagung Ramai Jelang Ramadan 1447 Hijriah, Warga Gotong Royong Bersihkan Makam dan Megengan

Asa Juara Masih Terbuka

Kemenangan atas Bali United menjadi modal penting bagi Persija Jakarta untuk terus bersaing dalam perburuan gelar BRI Super League 2025/2026. Dukungan suporter yang besar, perhatian pemerintah daerah, serta kedalaman skuad menjadi faktor penting dalam perjalanan Macan Kemayoran musim ini.

Namun, insiden flare di laga tersebut juga menjadi pengingat bahwa profesionalisme dan kedisiplinan suporter sangat dibutuhkan demi menjaga citra kompetisi.

Dengan momentum positif ini, Persija Jakarta diharapkan mampu menjaga konsistensi dan membuktikan diri sebagai kandidat kuat juara. Tantangan masih panjang, tetapi semangat juang Macan Kemayoran belum padam.

Editor : Edo Trianto
#bali united #persija jakarta #BRI Super League #mauricio souza #pramono anung